Minggu , 20 Juni 2021

Tiba di Riau Helikopter Lansung Turun Lakukan Water Bombing

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terima satu unit bantuan Helikopter Water Bombing (WB) untuk pencegahan dan penanganan Karhutla di Riau. Senin (1/3) sore lalu.

Helikopter Water Bombing yang merupakan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut, langsung diturunkan melalukan pemadaman titik api yang terdeteksi di beberapa wilayah di Riau. Terutama wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurut informasi Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, Helikopter tersebut langsung turun dibeberapa wilayah yang sebelumnya terdeteksi titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Seperti Kabupaten Bengkalis, Siak, Rohil, Kampar, dan Dumai yang sebelumnya juga telah di tangani oleh rim Satgas Karhutla yang terdiri dari manggala agni, TNI/Polri, BPBD dan tim lainya.

“Selain turun menangani titik api, Helikopter ini juga akan langsung melakukan patroli lada berbagai daerah di Riau. Terutama pada daerah yang rawan terjadi Karhutla,” katanya, Selasa (2/3).

Terkait titik api atau titik hotspot yang terdeteksi sebelumnya, ia memgatakan sebagain besar juga sudah bisa diatasi oleh tim Satgas Karhutla dilapangan. Artinya untuk titik api di Riau, hingga kini masih bisa teratasi dengan baik.

“Tambah lagi, dengan adanya bantuan Helikopter ini maka Insyaallah penanganan Karhutla maupun mengatasi titik api di Riau bisa lebih maksimal lagi, jelasnya.

Ia juga menjelaskan, jika Helikopter bantuan Kementrian LHK ini memiliki kapasitas yang mampu menampung sekitar 1 ton air untuk water bombing. Dimana beli ini bisa mengatasi titik api yang sulit atau tidak bisa dijangkau petugas lewat darat.

“Yang pasti kita sangat bersukur sudah ada satu Heli bantuan dari Kementrian LHK datang ke Riau. Jadi yang belum terjangkau bisa ditangani dengan maksimal. Seperti di daerah Rohil yang sebelumnya sulit dijangkau dari jalur darat,” tururnya.

Sementara, Direktur PKHL KLHK, Basar Manullang, sebelumnya mengatakan, jika Helikopter yang di kirim ke Riau tersebut berjenis Bell-412 yang mampu mebantu petugas dalam operasional antisipasi pengendalian Karhutla. Bsntuan Helikopter tersebut pasca ditetapkannya status siaga darurat Karhutla oleh Gubernur Riau selama 259 hari terhitung tanggal 15 Februari-31 Oktober 2021 mendatang.

“Dukungan helikopter dari KLHK ini untuk membantu kerja patroli atau pemantauan udara, pemadaman udara atau water boombing, dan evakuasi penyelamatan dibbernagaindaerah di Riau,” jelasnya.

Selain itu tambahnya, Helikppter ini juga akan melakukan TMC untuk membasahi kawasan gambut, mengisi embung, kanal dan kolam retensi untuk menekan meluasnya karhutla.

Untuk operasi penanggulangan dari darat ini, KLHK telah menyiagakan 239 anggota Manggala Agni (MA) di lima wilayah Daerah Operasi (Daops) untuk wilayah Provinsi Riau, termasuk Kepulauan Riau.
Manggala Agni bersama tim Satgas Karhutla lainnya, terdiri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Swasta, BMKG, BPPT, MPA, dan kelompok masyarakat lainnya melaksanakan kerja pengendalian sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Presiden RI Joko Widodo.

Ada 6 poin arahan Presiden Jokowi tentang pengendalian karhutla yang disampaikan di Istana Negara tanggal 22 Februari 2021 lalu. Diantaranya prioritaskan upaya pencegahan, melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot, dan pemantauan kondisi harian di lapangan.

Selain itu infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai ke tingkat tapak dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, MPA, dan lainnya dalam penanganan karhutla. Arahannya juga untuk mencari solusi permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar.

Arahan lanjutan penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan, dan langkah penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi, dengan cara memberikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera.
“Ibu Menteri LHK mengarahkan anggota Manggala Agni untuk solid membantu kerja tim Satgas Dalkarhutla mengantisipasi karhutla, terutama di daerah-daerah rawan. Pantang pulang sebelum padam. Apalagi pada saat bangsa ini masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19, harapannya karhutla dapat ditangani dengan baik sebagaimana tahun 2020,” katanya.

Selama masa pandemi Covid-19 di tahun 2020, kerja tim Satgas pengendalian karhutla di Indonesia secara nasional berhasil menurunkan jumlah hotspot sebesar 91,32 persen dan luasan area terbakar turun 81,7 persen. Sepanjang tahun 2020 tidak terjadi bencana asap karhutla di Indonesia sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2021, telah muncul titik panas/ hotspot di beberapa wilayah  seperti di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

“Saat ini upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan tim satgas, sampai proses pendinginan guna memastikan api benar-benar padam,” tutupnya.(dre)

Check Also

Rezita Meylani Resmi Dilantik Sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Inhu

  INHU (Khabarmetro.com)– Rezita Meylani Yopi, SE resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdatul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *