Jumat , 30 Juli 2021

Tradisi Menggelek Tebu menggambarkan tradisi masyarakat tempo dulu di Kampar

Kampar (khabarmetro.com), Minggu, 4 Juli 2021 Kelompok mahasiswa Kukerta UNRI 2021 membuat manisan berbahan dasar tebu yang dikenal dengan nama menggelek tobu.Tradisi Manggelek Tobu ini merupakan tradisi penggilingan tebu menggunakan alat tradisional berbahan kayu yang disebut ‘Gelek Tobu. Gelek Tobu membutuhkan kekompakan banyak orang dan biasanya dibutuhkan 10 orang untuk menggiling tebu , tebu digiling dengan menggunakan sebatang kayu besar dan didodorong bersamaan oleh peserta, air sari tebu akan jatuh ke saluran yang diletakkan di bawah kayu penggilingan dan ditampung dalam sebuah wadah.

Setelah itu tebu dimasak dengan tungku api selama kurang lebih 12 jam. Benda berukuran panjang ini, menggambarkan tradisi masyarakat tempo dulu, menggiling tebu untuk dijadikan manisan sebagai pengganti gula.
Tradisi Menggelek Tebu ini dapat Kita Jumpai Di Desa Pulau Belimbing dan Desa Pulau Jambu ,kuok Kabupaten Kampar. Tradisi Manggelek Tobu adalah warisan turun-temurun dan dahulunya Tradisi Manggelek Tobu ini dapat dijumpai di seluruh wilayah Kuok dan dulunya Kuok merupakan daerah penghasil Tebu di Kampar. Dulunya Gelek Tobu tempat anak muda mencari jodoh. Cinta bisa bersemi saat sama-sama menggelinding kayu penggiling pada acara-acara besar di kampung.
Menggelek tobu tidak hanya dilakukan oleh kelompok mahasiswa Kukerta tetapi juga mengundang pemuda pemudi desa dan ibu – ibu desa untuk meramaikan menggelek tobu sehingga dari kegiatan ini akan memperkuat rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Kegiatan ini dilakukan sebagaimana memenuhi program kerja kelompok Kukerta UNRI Desa Wisata. Melestarikan budaya merupakan salah satu bentuk cinta tanah air.(km3)

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *