Jumat , 2 Desember 2022

Kontraktor Bermasalah, Wagubri : Sebagai Mantan Danrem 031/WB Saya Malu

PEKANBARU (Khabarmetro.com)-  Supplier material pembangunan Makorem 031 Wira Bima somasi Kotraktor pelakaana PT Marlanco. Somasi tersebut terkait hutang piutang material bangunan yang hingga kini belum dibayarkan pihak kontraktor.

Somasi tersebut, sudah dua kali dilayangkan pihak Supplier pada kontraktor. Bahkan, sebelumnya juga sudah melaporkan pada Gubernur Riau secara tertulis agar bisa dibantu untuk pembayaran.

Hanya saja, somasi yang dilayangkan Supplier pada pihak kontraktor tersebut terkendala, karena dikabarkan pembangunan Makorem 031 Wira Bima tidak lagi dikerjakan pihak kontraktor PT Marlanco dan sudah dikerjakan pihak lain.

Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum Suplplier, DT Nouvendi SK SH, jika pihaknya mengantarkan surat somasi pada pihak kontraktor dan dilapangan ternyata pembangunan tersebut tidak lagi dikerjakan PT Marlaco. Sehingga surat somasinya masih terkendala.
“Dilokasi pembangunan tidak kami temukan ada penanggung jawab dari PT Marlanco. Jadi, somasi kami titipkan ke pengawas pekerja yang ada di lokasi proyek,” katanya kepada Media Selasa (27/9) lalu.

Sedangkan terkait surat kepada Gubernur Riau, ia menyampaikan untuk minta bantuan penyelesaian permasalahan tersebut, karena pembangunan Gedung Korem 031 Wira Bima ini menggunakan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Riau. 

“Bagaimanapun Pemerintah Provinsi Riau tentunya memiliki tanggung jawab mengenai pembangunan Gedung Korem 031 Wira Bima ini, maka itu kami minta bantu bisa direkomendasi,” ujarnya.

“Dari Pemprov Riau, kami juga tidak dapat respon. Sementara kami juga bingung kenapa pembangunan Gedung Makorem 031 Wira Bima tersebut bisa pindah tangan dalam perjalanan. Apakah tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Sementara, Pimpinan Proyek pihak PT Marlanco Roby, mengatakan tidak tau masalah tersebut dan yang tau hanya orang lapangan. Justru, ia juga menyampaikan jika pembangunan proyek ini ia mengalami kerugian cukup besar dan tidak bisa mengembalikan modal yang telah digunakan untuk pembangunan.

“Saya nggak tau bang. Sedangkan modal awalpun belum balik. Yang tau hanya orang lapangan. Baru kali ini saya main proyek hancur begini,” tuturnya.

Permasalahan inipun sudah sampai pada Wakil Gubernur Riau, Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution. Dikatakannya jika ini sudah sangat memalukan. Tambah lagi dari awal ia sudah mencurigai jika pengerjaan pembangunan Makorem 031 Wira Bima ini akan bermasalah.,

“Alasan apa lagi yang akan disampaikan terkait kebobrokan proyek pembangunan ini?. Saya selaku mantan Danrem 031/WB sangat malu.

Dari awal tahun 2021 ketika proyek ini akan dikerjakan saya sudah rewel dan mencurigai akan muncul masalah dikemudian hari.
Sekarang terbukti,” ujarnya.

Wagubri juga menegaskan, jika kecurigaan terjadi permasalahan pada pembangunan Makorem 031 Wira Bima tersebut bukan tidak beralasan. Tapi sesuai pengalaman dan keahlian yang sebelumnya juga seorang pemeriksa di Itjen TNI dan Itjenad selama 14 tahun.

“Jadi Naluri seorang pemeriksa itu jangan ditanya. Saya selaku pemeriksa punya pengalaman selama 12 tahun di Itjen TNI berlanjut 2 tahun berikutnya di Itjenad. Saya sudah mencurigai proyek ini akan muncul masalah di kemudian hari.

Ternyata benar!, dalam perjalanannya hingga 3 kali saya masuk mengecek proyek ini tetap saja pekerjaan yang harusnya rampung pada Desember 2021 hingga kini akan berkhir tahun 2022 tidak juga selesai, Parah!,” tutup Jenderal bintang satu ini.(dre)

Check Also

Ramah Tamah dengan 469 ASN Purna Tugas

Pj Bupati Kampar : Terimakasih Dedikasi Dan Bhakti yang diberikan Untuk Kampar. Bangkinang Kota (khabarmetro.com) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.