Sabtu , 27 November 2021

Gafar Usman Kesalkan Pelayanan IGD RS PMC Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro. com)–Drs H Abdul Gafar Usman yang juga mantan anggota DPD RI daerah pemilihan Riau sangat menyesalkan dan mempertanyakan Standar Operasional Pelayanan di Medical Centre (PMC). Pasalnya, awal bulan Mei lalu, saat berobat dan masuk Instalasi Gawat Darurat (UGD) di PMC itu, bukan pelayanan yang baik¬† didapatkan tetapi dibiarkan terlantar begitu saja di ruang UGD malam itu.

Diceritakan Gafar yang juga mantan Kakanwil Kemenag Riau ini, pada awal bulan Juni lalu, saat tengah malam, seluruh persendiannya terasa sakit dan tidak bisa tidur. Karena tidak tertahan lagi, bersama keluarga memutuskan untuk berobat ke RS PMC karena lebih dekat dari rumahnya.
Begitu sampai, Gafar didampingi stafnya langsung diarahkan ke IGD. Begitu, dia masuk ruang IGD dan langsung suruh berbaring tempat tidur tersedia.
Tak lama berselang, datang seorang dokter yang bernama dr Novita. Awal sang dokter mempertanyakan apa penyakit yang dirasakan kepada Gafar Usman. ”Waktu itu saya jelaskan seperti yang rasakan, persendian saya nyeri-nyeri di persedian dan mata tidak bisa tidur,” ungkap Gafar.

Sebaliknya, bagi dokter, bukannya memahami persoalan dan psikologi sang pasien, tetapi malahan justru sebaliknya, untuk berobat oni banyak biayanya, mahal. Apakah Bapak mampu membayarnya.
”Saya dah mulai tidak enak tetapi tetap berusaha tenang. Saya ini seorang pensiunan, ada punya kartu BPJS dan aku juga bawa uang kontan untuk berobat,” jawab Gafar yang juga mantan Ketua I Komite DPD RI ini.
”Biasa SOP-nya itu. Kalau pasien masuk IGD langsung diperiksa dan dilakukan pertolongan pertama, sedangkan administrasi dan keperluan lainnya termasuk biayanya kan keluarganya, ya buruan, ” ungkapnya.

Mendengar kalimat seperti itu, Gafar tidak tahan juga menahan emosi. ”Dari posisi tertidur, lansung saya duduk dan bilang, jangan untuk membeli obat dan bayar dokter malam. Ruang IGD ini bisa saya beli,” kata Gafar waktu itu.

Sebaliknya Novita bukan minta maaf tetapi langsung kabur dan membiarkan Gafar Usman begitu saja terkatung-katung tanpa kejelasan.

Karena diberlakukan seperti itu, Gafar tidak terima dan minta staf untuk mencari dokter yang menangani dirinya tersebut.

Humas RS PMC Pekanbaru, Abduh dikonfirmasi, Selasa (6/7) membenarkan tentang ada kejadian dialami pasien yang namanya Gafar Usman itu dan diakuinya juga ada terjadi miskomunikasi antara Gafar Usman dengan dr Novita. (km02)

Check Also

Promo Canvasing Kota Bertuah, Yamaha Gear 125

PEKANBARU (khabarmetro.com) – PT Alfa Scorpii Yamaha berikan program khusus bagi penggila motor ternyaman yaitu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *