Rabu , 14 April 2021

Di Demo, Eks THL DLHK Minta Kepala DLHK Mundur

 

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Pasca pemutusan kontrak kerja melalui aplikasi WhatsApp (WA) oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Agus Purnomo, Rabu (6/1) ratusan mantan tenaga harian lepas (THL) DLHK melakukan demo. Mereka menuntut sang Kepala DLHK, dicopot.

Ratusan massa mengepung kantor DLHK Kota Pekanbaru, Jalan Parit Indah. Tak hanya menggelar orasi didepan kantor, tetapi juga membentang beragam spanduk.

Koordinator Aksi Herning Perwira mengatakan, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan kepada seluruh THL melalui pesan singkat WA oleh Kepala DLHK Agus Pramono menimbulkan polemik dan dinilai tidak prosedural.

Keputusan tersebut berdampak pada sampah yang semakin berserakan di seluruh ruas-ruas jalan Kota Pekanbaru, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi seluruh warga Kota Pekanbaru.
Selain itu juga, hilangnya sumber penghasilan bagi ratusan petugas DLHK yang berdampak pada kesulitan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarga (anak, istri, orangtua). Tak hanya itu, pemberhentian para pekerja hanya melalui pesan WA, juga sangat disayangkan.

“Dimasa pandemi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, justru menyumbangkan ratusan pengangguran untuk mengawali program tahun 2021. Kami tetap meminta Kepala Dinas DLHK Kota Pekanbaru dicopot dan digantikan oleh orang yang berkompeten dalam menangani sampah dan berkoordinasi baik dengan para pekerja termasuk THL,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Agus Purnomo tidak berada di tempat dan tidak berusaha menemui aksi massa yang mengepung kantor DLHK Kota Pekanbaru. Massa juga beroarasi di depan Kantor Kejksaan Tinggi (Kejati) Riau dan berharap aksi dari Forum Komunikasi Pekerja Tenaga Harian Lepas dapat diterima oleh perwakilan Kejati Riau.

Sementara itu, Agus Pramono dikonfirmasi terpisah menyebutkan, dia tidak berada di kantor karena sejak pagi sudah mengecek lokasi-lokasi yang terjadi penumpukan sampah dan mengawasi langsung pengangkutan sampah dilakukan. ”Sejak jam 5 pagi tadi saya cek beberapa titik. Ini sekarang sedang cek laporan di sekitar RSUD,” kata dia.

Terkait tuntutan agar dirinya dicopot, kata Agus hal tersebut merupakan kewenangan pimpinan dalam hal ini Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. ”Yang terpenting saya berusaha bekerja sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Dia kemudian menjelaskan tentang kebijakan tidak memperpanjang kontrak THL Retribusi lingkungan dan penegakan hukum (Gakkum). ”Itu sudah melalui evaluasi kita tidak memperpanjang kontraknya. Jadi bukan dipecat. Kontraknya memang berakhir 31 Desember 2020,” jelas dia.

Untuk pemungutan retribusi DLHK Kota Pekanbaru akan membentuk UPT di Kecamatan. Untuk retribusi di lingkungan tempat tinggal warga, DLHK Kota Pekanbaru bekerja sama dengan Forum komunikasi RTRW.

Sementara dalam penegakan hukum terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan, pihaknya akan melibatkan Satpol PP. ”Karena Satpol PP adalah penegak Perda dan peraturan kepala daerah,” singkatnya. (bam/rpg)

Check Also

Ekspedisi Seroja Hadirkan Secercah Tawa di Tengah Bencana

  WAINGAPU (Khabarmetro.com)–  Curah hujan tinggi dan badai siklon Seroja pada 6 April 2021 lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *