Sabtu , 18 September 2021

Tim Pengabdian Masyarakat Unri Taja Pelatihan Budidya Lele Dumbo Sistem Bioflok di Desa Petapahan Jaya

Akan Berlanjut hingga September 2021

Tim Pengabdian Unri bersama para mahasiswa Kukerta saat berada di aula Desa Petapahan Jaya, Tapung Kabupaten Kampar, Jumat (17/7/2021) yang lalu.

 

TAPUNG (Khabarmetro.com)- Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Oleh Prof Dr Ir Usman Tang MS, dengan anggota Dr Pareng Rengi SPi MSc dan Heri Masjudi SPi MSi, melakukan pengabdian, berupa penerapan Teknologi Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus).

Budidaya ini dilaksanakan dengan sistem Bioflok, dengan pakan ikan yang diberi RABAL. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Karena kondisi Covid-19, kegiatan ini dilakukan dengan metode hybrid atau secara online dan tatap muka. Pemberian materi pengabdian tentang buidaya ikan dengan sistem bioflok dilakukan pada 17 Juli 2021 di aula Desa Petapahan Jaya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Petapahan Jaya Uli Hadirun, mewakili masyarakat binaan menyampaikan, bahwa pemerintah desa dan masyarakat pembudidaya ikan Desa Petapahan Jaya menyambut baik program yang diterapkan oleh tim pengabdian.

Harapannya, kegiatan yang dilakukan ini menjadi salah satu program yang dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama pada saat pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya, Kepala Desa juga menyampaikan bahwa kedepannya, pemerintahan desa siap mendukung untuk keberlanjutan program budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok. Mereka juga berharap, Desa Petapahan Jaya bisa menjadi desa mandiri pangan dan menjadi desa yang produktif menghasilkan ikan lele sebagai ikan konsumsi.

Seperti disampaikan tim, pengabdian kepada masyarakat ini telah dimulai sejak Juli, dan akan berlangsung hingga September 2021. Mahasiswa Kukerta Unri yang sedang melaksanakan Kukerta di lokasi, pun diikutsertakan.

Ketua tim pengabdian menyampaikan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana para dosen melakukan riset dan pengajaran di Kampus yang kemudian hasil riset dan pengajaran tersebut diaplikasikan di tengah msyarakat.

Dalam paparannya, Ketua tim pengabdian juga menyampaikan bahwa budidaya ikan merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19, dan merupakan salah satu peluang usaha yang dapat dilakukan oleh masyarakat terdampak Covid-19.

Ketua tim pengabdian juga menjelaskan bahwa teknologi budidaya sistem bioflok dan pakan rabal yang diterapkan melalui kegiatan pegabdian kepada masyarakat ini, memiliki keunggulan, yaitu dapat dilakukan pada lahan sempit, masa pemeliharaan yang singkat dan padat tebar ikan yang tinggi.

Para peserta diberikan penjelasan materi tentang budidaya ikan dengan sistem bioflok dan pembuatan rabal. Dalam proses penyampaian materi ini, peserta tampak antusias dalam memahami materi yang diberikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang dilakukan oleh peserta dengan tim pengabdian yang memberikan materi.

Pelaksanaan praktek langsung budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok dilakukan di lokasi salah satu peserta dan diikuti oleh semua peserta pengabdian. Kegiatan praktik ini dimulai dengan persiapan tempat budi daya.

Para peserta diajarkan bagaimana teknik pembuatan kolam atau bak terpal untuk budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok dan pembuatan rabal. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan media atau persiapan air untuk budidayaa ika lele dumbo serta pembuatan fermentasi rabal. Dalam hal ini, para peserta diperkenalkan dengan semua bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok.

Peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan ikut serta secara langsung dalam pelaksanaannya. Selain itu, para peserta juga diberikan penjelasan tentang peningkatan nutrisi pakan dengan penambahan probiotik serta diberikan kesempatan untuk praktik langsung.

Hingga berita ini diterbitkan, tim pengabdian dan peserta telah melakukan penebaran benih ikan, dan saat ini sedang dilakukan pemeliharaan ikan.

“Harapan kita, nantinya ikan yang dipelihara dengan sistem bioflok ini panen dengan hasil yang baik dan menjadi percontohan bagi peserta dan masyarakat Desa Petapahan Jaya,” kata Ketua Tim. (km1/rls)

Check Also

Pemkab Inhu Permudah  Transaksi Melalui Aplikasi “Bela Pengadaan”

Bupati : Pemerintah Perlu Memberikan Kesempatan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil    INHU (Khabarmetro.com)– Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *