Sabtu , 19 Juni 2021

Rela Korbankan Trio Firmansah

 

(khabarmetro.com) Manajer Juergen Klopp rela mengganti Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah. Hal itu dilakukan demi mempertahankan keunggulan atas Ajax Amsterdam.

Liverpool meraih kemenangan 1-0 di kandang Ajax, Johan Cruijff Arena, pada matchday pertama Grup D Kamis (22/10/2020) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan pasukan Klopp tercipta akibat bunuh diri Nicolas Tagliafico di menit ke-34.

Meski menang, Liverpool tak menjalani laga yang mudah. Ajax mampu meladeni permainan menyerang The Reds.

Kedua tim saling berbalas serangan. Dikutip dari Opta, Liverpool melepas 16 tembakan dengan 6 on target, sementara Ajax melakukan 12 percobaan dengan lima mengarah ke gawang Liverpool.
Ajax hampir saja menyamakan kedudukan di menit ke-37. Saat sepakan chip Dusan Tadic sudah melewati kiper Liverpool Adrian San Miguel, untungnya ada Fabinho yang secara akrobatik melakukan sapuan di garis gawang.

Serangan Ajax yang memburu gol penyama kedudukan bahkan membuat Klopp harus mengorbankan trio Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah (Firmansah). Ketiganya diganti secara bersamaan di menit ke-60 dengan Diogo Jota, Takumi Minamino dan Xherdan Shaqiri.

Manajer asal Jerman ini mengatakan bahwa keputusan tersebut harus diambil untuk meredam Ajax. Si Merah kemudian tampil lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik dengan formasi 4-5-1.
Keputusan Klopp mengorbankan trio Firmansah terbukti jeli dengan Liverpool mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

“Lihat, permainan seperti ini bisa menjadi sangat liar. Kami harus bertahan bersama-sama. Kami kemudian bertahan dengan formasi 4-5-1,” ujar Klopp dikutip dari laman resmi Liverpool.

“Hal tersebut membuat kedua sayap harus benar-benar terlibat dalam bertahan dan kemudian saat kami memenangkan bola ada banyak ruang untuk serangan balik. Itu hal yang masuk akal.”

“Ketiga pemain yang masuk dalam kondisi yang sangat bagus dan segar. Dalam permainan yang rumit dan sulit di lapangan, ini sangat membantu,”

“Shaq mendapatkan defleksi, yang cukup istimewa. Taki luar biasa bergerak di antara lini. Diogo Jota adalah mesin yang bisa menghukum lawan dalam satu lawan satu,” jelasnya. (net)

 

Check Also

RS Awal Bros Grup MoU dengan CBS School Of Communications Jakarta

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi foto ki-ka: dr Widya Putri MARS Ketua Regional I RS Awal Bros, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *