Jumat , 3 Mei 2024

Orang Kampar Harus Piawai Berpolitik

PEKANBARU (khabarmetro.com ) Tahun ini, adalah Tahun politik. Untuk itu, orang kampar atau dikenal ughang Ocu  dimanapun berada harus aktif dan piawai dalam berpolitik.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Kenegerian Kampar dan Sekitarnya (IK3S) Kota Pekanbaru, Prof Dr KH Ilyas Husti MA, pada acara halal bi halal Ikatan Keluarga Kenegerian Kampar (IK3S), Sabtu (13/5).

Acara yang dihadiri pengurus dan anggota IK3S. Selain itu juga tanpak hadir  Kepala Biro Kesra Pemprov Riau, H M Zulkifli Syukur SH MSi dan Ketua Dewan Penasehat Ik3S, Prof DR Kh Ilyas Husti MA, Ketua Pembina IK3S Kota Pekanbaru, H Hasyim SPdI MA, ketua Umum Ik3S Kota Pekanbaru Zainal Arifin SE,MH dan pendiri IK3S H Ibrahim Buyung SH.

Dikatakan Ilyas, apalagi khusus di Provinsi Riau keberadaan orang kampar, alhamdulillah cukup bagus dan dapat diterima keberadaannya di masyarakat.

Hanya saja, sebagai orang tempatan di daerah ini, orang tidak boleh jadi “penonton” tetapi harus jadi “pemain” di rumahnya sendiri. Dengan artian dapat menikmati dan merasakan kemajuan dan pembangunan yang ada.

“Kebetulan saya juga termasuk Forum Pemuka Masyarakat Kampar dalam waktu dekat akan ada pertemuan. Bagaimana caranya para Caleg dari Kampar ini bisa menang. Begitu juga pada  pemilihan Walikota Pekanbaru dan Gubri Tahun 2024  orang Kampar harus muncul dan terpilih pada pemikihan tersebut, ” paparnya.

Sementara itu, Kabiro Kesra Pemprov Riau H Zulkifli M Syukur MSi menambahkan, dalam organisasi,  banyak juga  tak suka berorganisasi dan kalaupun mau suka tapi semangatnya panas taik ayam, padahal kalau dihayati berorganisasi sangat bagus, selain meningkatkan dan memperkokoh silaturrahmi juga meningkatkan persatuan dan kesatuan.

“Untuk itu, mari kita jaga organisasi ini tetap eksis terus , caranya mari kita jiwai organisasi kita ini. Pasti organisasi akan memberikan kontribusi positif terhadap kita,” ungkapnya.

Menurut Zulkifli ada 4 O yang perlukan diperhatikan agar organisasi tetap berjalan. O pertama, Otak (pemikiran). O kedua, ongkos. Ini sangat penting, organisasi tanpa uang tak jalan.
Sedang O yang ke-3 adalah Otot (bekerja dengan tenaga), O ke-4 adalah Ontok ontok (diam- diam) saja.
“Kalau tidak menyumbang otak, tak pula menyumbang uang dan mau pula mau bekerja. Jangan ditambah pula jadi meang atau menalu. Menimal diam aja,” ungkap Zulkifli.

Ibrahim Buyung SH sebagai pendiri IK3S sangat bangga melihat kemajuan IK3S sekarang ini luar biasa.  “Dulu awal berdiri acaranya dari rumah ke rumah, sekarang IK3S sudah hebat. Bahkan IK3S saat ini pengurusnya Doktor, profesor, anghota DPRD  dan juga bekerja di pemerintah maupun swasta lainnya,” bebernya. (NAN)

Check Also

Datuk Seri Muspidauan Dorong Transparansi Program Pembangunan di Kota Pekanbaru

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, menegaskan pentingnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *