Salah satu momen saat diskusi pada Forum Nasional Youth Summit 2026.
PEKANBARU – Tiga siswa MAN 3 Kota Pekanbaru mendapat kesempatan membawa aspirasi pelajar Riau dalam Youth & Social Issues Summit 2026 yang digelar di Hotel Santika Premiere Semarang, Jumat lalu (21/8/2026).
Ketiga siswa tersebut, adalah Najwa Kamilia, Farel Alkivano dan Syifa Ahda Sabila, yang hadir didampingi guru mereka, Ahmad Fauzi, S.Pd.
Keterangan yang diterima media ini, Kamis (27/8/2026), forum nasional tersebut mempertemukan pelajar dan guru pendamping dari berbagai wilayah Indonesia untuk membahas pendidikan, isu sosial, pembangunan berkelanjutan serta kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Mengangkat tema “Preparing Indonesia’s Future Generation: Mental Well-being, Quality Education, and Digital Readiness”, forum diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi kepada pemangku kebijakan.
Diskusi menyoroti sejumlah tantangan pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi, literasi dan numerasi, kesehatan mental serta fenomena schooling without learning, ketika siswa mengikuti pembelajaran tetapi belum memperoleh pemahaman yang bermakna.
Kepala Pusat SDGs Center Universitas Diponegoro, Prof. Bulan Prabawani, menyampaikan bahwa lebih dari 80 persen pelajar SMA telah memiliki gawai dan akses internet. Tantangan berikutnya adalah bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Kemendikdasmen, Moch Abduh, menyoroti pentingnya penguatan literasi dan numerasi sekaligus membangun ketahanan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Forum yang diikuti sekitar 250 peserta secara tatap muka itu juga menghadirkan sejumlah narasumber lintas profesi dalam sesi Youth Talks, di antaranya Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto, komika sekaligus guru honorer Bang Mukmin dan praktisi kreatif Yoris Sebastian.
Salah satu hasil utama forum adalah penyusunan Policy Brief bertajuk “Pendidikan Menengah sebagai Fase Transisi Strategis: Reformasi Pendidikan Menengah untuk Generasi Siap Kerja, Sehat Mental, dan Melek Digital”. Dokumen tersebut diserahkan kepada perwakilan kementerian terkait sebagai masukan dari peserta forum.
Keikutsertaan tiga siswa MAN 3 Kota Pekanbaru menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman pelajar dalam forum nasional sekaligus mendorong mereka untuk berani menyampaikan gagasan mengenai persoalan pendidikan dan masa depan generasi muda.
Youth Summit 2026 ditutup dengan kampanye kreatif pembuatan konten edukasi digital bersama Duta Mental Health SMANSA 2026 serta penganugerahan pemenang SIGMA Competition dan Perception Competition. (irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU
