Sabtu , 15 Agustus 2026

Dari Pekanbaru, Tiga Negara Perkuat Komitmen Kota Hijau: GCMC IMT-GT Jadi Momentum Naik Kelas

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho tampil di panggung GCMC IMT-GT.

PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Kota Pekanbaru menjadi panggung penting kerja sama tiga negara dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Melalui pertemuan Green Cities Mayor Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9, para kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia dan Thailand berkumpul di Kota Bertuah untuk membahas masa depan kota hijau di kawasan Asia Tenggara.

Rangkaian kegiatan berlangsung pada 4–7 Agustus 2026 dengan agenda seminar internasional, pertemuan GCMC, kunjungan lapangan, dialog antar-daerah hingga kegiatan penanaman pohon. Forum ini sekaligus menjadi momentum bagi Pekanbaru memperkenalkan berbagai inisiatif lingkungan kepada delegasi internasional.

Bagi Pemerintah Kota Pekanbaru, kepercayaan menjadi tuan rumah GCMC IMT-GT ke-9 bukan sekadar agenda seremonial. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring antarkota sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya menegaskan, Pemko Pekanbaru ingin penyelenggaraan forum internasional tersebut memberikan manfaat lebih luas bagi kota, termasuk melalui peningkatan aktivitas ekonomi selama kedatangan delegasi dari tiga negara.

Titik Temu Kota-Kota Hijau

GCMC merupakan bagian dari kerja sama subregional IMT-GT yang mendorong kota-kota di Indonesia, Malaysia dan Thailand mempercepat pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan GCMC sebelumnya, agenda kerja sama telah mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain pengelolaan sampah, transportasi, energi, keanekaragaman hayati, ekonomi sirkular, literasi karbon serta pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, pelaksanaan GCMC di Pekanbaru menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga melihat secara langsung praktik pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan di masing-masing kota.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, para delegasi dari berbagai daerah dan negara mulai berdatangan ke Pekanbaru sejak 4 Agustus. Pemerintah kota menyiapkan sejumlah agenda yang memperlihatkan sisi pembangunan hijau sekaligus karakter budaya Kota Pekanbaru.

Green School hingga Bank Sampah Jadi Etalase Pekanbaru

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah kunjungan delegasi ke SMP Negeri 4 Pekanbaru untuk melihat implementasi konsep sekolah berwawasan lingkungan.

Delegasi kemudian diarahkan melihat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kawasan Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang.

Pemilihan lokasi tersebut memiliki pesan tersendiri. Pekanbaru ingin menunjukkan bahwa konsep kota hijau tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat, pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan gala dinner di Rumah Singgah Tuan Kadi. Agenda ini menjadi ruang diplomasi budaya yang memperkenalkan sejarah dan identitas Melayu Pekanbaru kepada para tamu dari negara-negara anggota IMT-GT.

Pohon Jadi Simbol Masa Depan

Salah satu momen paling simbolis dalam rangkaian GCMC IMT-GT ke-9 berlangsung di Kompleks Perkantoran Terpadu Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya.

Para delegasi bersama Wali Kota Agung Nugroho melakukan penanaman bibit pohon. Kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian pertemuan GCMC IMT-GT ke-9 di Pekanbaru.

Agung menyebut penanaman pohon tersebut sebagai bentuk nyata komitmen bersama terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Menanam pohon sama dengan menanam masa depan. Ini bentuk wujud kerja nyata,” ujar Agung.

Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dari sebuah forum yang sejak awal membawa tema kota hijau. Jika ruang pertemuan menjadi tempat merumuskan gagasan, maka penanaman pohon menjadi simbol bahwa gagasan tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan.

Dari Forum Internasional ke Kebijakan Lokal

Pelaksanaan GCMC IMT-GT ke-9 juga memperkuat posisi Pekanbaru dalam jaringan kerja sama antarkota di kawasan.

Pada Juli 2026, Pemko Pekanbaru menyatakan komitmennya mengembangkan konsep Green City melalui peningkatan ruang terbuka hijau, penanaman pohon dan pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pekanbaru juga dipercaya menjadi ketua jaringan IMT-GT yang disebut beranggotakan 38 kota dengan komitmen terhadap pembangunan kota hijau dan ramah lingkungan.

Posisi tersebut membuat penyelenggaraan GCMC ke-9 memiliki arti strategis. Pekanbaru tidak hanya menjadi lokasi pertemuan, tetapi memiliki kesempatan untuk ikut mengarahkan pembicaraan mengenai agenda kota hijau di kawasan IMT-GT.

Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan GC dan GCMC IMT-GT 2026 di Pekanbaru. Agenda tersebut sejak awal dipandang sebagai kerja sama subregional penting untuk mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tantangan Setelah Forum Berakhir

Berakhirnya GCMC IMT-GT ke-9 bukan berarti agenda kota hijau selesai. Justru, tantangan sesungguhnya berada setelah para delegasi meninggalkan Pekanbaru.

Gagasan tentang pengelolaan sampah, transportasi berkelanjutan, ruang terbuka hijau, energi, ekonomi sirkular dan pendidikan lingkungan perlu diterjemahkan menjadi kebijakan serta program yang dapat dirasakan masyarakat.

Di titik inilah keberhasilan Pekanbaru sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi dari seberapa jauh forum tersebut menghasilkan kerja sama dan perubahan nyata.

Penanaman pohon di akhir rangkaian kegiatan menjadi simbol yang tepat. Ia mengingatkan bahwa kota hijau tidak dibangun dalam sehari dan tidak selesai dalam satu forum.

Pekanbaru kini memiliki pekerjaan rumah untuk membuktikan bahwa semangat yang dibawa dalam GCMC IMT-GT ke-9 dapat tumbuh menjadi kebijakan, kolaborasi dan gerakan masyarakat.

Dari Kota Bertuah, pesan yang dibawa tiga negara pun menjadi semakin jelas: masa depan kota tidak cukup hanya dibangun dengan beton dan infrastruktur, tetapi juga dengan lingkungan yang dijaga, masyarakat yang dilibatkan dan kolaborasi yang melampaui batas negara.

Pekanbaru telah menjadi tuan rumah. Kini, saatnya menjadikan momentum GCMC IMT-GT sebagai pijakan untuk benar-benar naik kelas sebagai kota yang hijau, berkelanjutan dan berdaya saing di kawasan. (Adv)

Check Also

Kembali Ukir Prestasi Tingkat Regional: Pekanbaru Raih Juara II Program 3 Juta Rumah, Dapat Bantuan Bedah 250 Rumah

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *