
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mencatat prestasi di tingkat regional Sumatera.
Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch 2 Regional Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pekanbaru meraih Juara II Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Capaian tersebut tidak hanya menghadirkan penghargaan bagi Pemko Pekanbaru, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah Pusat memberikan bantuan bedah 250 rumah tidak layak huni di Kota Pekanbaru.
Penghargaan diserahkan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, didampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, di Batam, Rabu (12/8/2026).
Hadir pula sejumlah pejabat pemerintah pusat, gubernur, bupati dan wali kota se-Sumatera serta unsur Forkopimda.
Bagi Pemko Pekanbaru, penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya daerah mendukung Program 3 Juta Rumah yang merupakan salah satu program strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini bukan kerja wali kota sendiri. Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan tentunya dukungan seluruh masyarakat,” ujar Agung.
Menurut Agung, nilai terpenting dari penghargaan tersebut bukan sekadar predikat juara, melainkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kita mendapat bantuan untuk membedah 250 rumah tidak layak huni. Insya Allah segera kita laksanakan dan kita pastikan tepat sasaran, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Percepat Akses Hunian Layak
Program 3 Juta Rumah diarahkan untuk memperluas akses hunian layak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), melalui pembangunan rumah baru maupun renovasi rumah tidak layak huni.
Dalam mendukung program tersebut, pemerintah daerah memiliki peran penting, antara lain melalui kebijakan kemudahan perizinan, dukungan penyediaan lahan serta pemberian insentif sesuai ketentuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kemendagri berperan mendorong pemerintah daerah agar menyiapkan kebijakan yang mendukung percepatan program, sekaligus memastikan koordinasi, data penerima manfaat dan pelaksanaan di daerah berjalan tepat sasaran.
Agung mengatakan, Pemko Pekanbaru telah memberikan dukungan melalui percepatan perizinan, pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan, serta dukungan penyiapan lahan.
Capaian terbaru ini sekaligus melanjutkan prestasi Pekanbaru pada triwulan pertama 2026, ketika kota tersebut juga meraih Juara II apresiasi Kemendagri atas kinerja penanganan stunting.
Dua capaian tersebut, menurut Agung, menjadi motivasi bagi Pemko Pekanbaru untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan dengan orientasi utama pada pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.
“Dua kali meraih Juara II tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Tetapi yang paling penting bukan sekadar juaranya. Kami ingin setiap prestasi dan program pemerintah benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Bantuan Bedah 250 Rumah
Bantuan bedah 250 rumah yang diperoleh dari capaian Program 3 Juta Rumah diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hunian warga.
Pemko Pekanbaru berkomitmen memastikan pelaksanaannya tepat sasaran sehingga penghargaan yang diraih tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi berujung pada perubahan nyata bagi masyarakat.
Atas capaian tersebut, Agung turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Bakom Muhammad Qodari serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atas dukungan terhadap upaya pembangunan dan peningkatan kualitas hunian di Kota Pekanbaru.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor, Pemko Pekanbaru menempatkan program perumahan bukan sekadar sebagai pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kerentanan masyarakat dan memperluas akses warga terhadap hunian yang layak. (Adv)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU

