
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat melantik dan mengukuhkan ketua RT/RW dan Dasa Wisma di Kecamatan Tuah Madani, didampingi Wawako Markarius Anwar.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat fondasi pelayanan publik hingga ke tingkat lingkungan. Sepanjang awal Agustus 2026, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar menuntaskan rangkaian pelantikan dan pengukuhan Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW), serta pengurus Dasa Wisma di 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk memastikan struktur pemerintahan dan kelembagaan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga berjalan optimal. Dengan dilantiknya para ketua RT dan RW definitif, Pemko ingin tidak ada lagi jabatan yang kosong maupun diisi pelaksana tugas (Plt).
Rangkaian pelantikan yang berlangsung di masing-masing kecamatan itu juga memperlihatkan besarnya peran RT, RW dan Dasa Wisma sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan, menyerap aspirasi, menjaga ketertiban, sekaligus mengawal pembangunan di lingkungan masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, keberadaan RT dan RW tidak sekadar menjalankan fungsi administratif. Mereka merupakan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Saya ingin seluruh struktur pemerintahan di tingkat lingkungan segera lengkap. Tidak ada lagi yang berstatus Plt atau mengalami kekosongan. Dengan begitu, semua bisa bergerak cepat tanpa harus selalu menunggu Pemko,” ujar Agung.
Dari 15 Kecamatan, Satu Semangat: Melayani Warga
Pelantikan dan pengukuhan dilakukan secara bertahap di 15 kecamatan, yakni Senapelan, Rumbai, Sail, Bukit Raya, Tenayan Raya, Rumbai Barat, Pekanbaru Kota, Rumbai Timur, Kulim, Tuah Madani, Limapuluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Binawidya dan Sukajadi.
Setiap kecamatan memiliki jumlah RT, RW dan Dasa Wisma yang berbeda. Namun, seluruh rangkaian kegiatan membawa pesan yang sama, yakni memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Di Kecamatan Pekanbaru Kota, misalnya, sebanyak 19 Ketua RW dan 44 Ketua RT dilantik langsung Wali Kota Agung Nugroho. Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung mengukuhkan pengurus Dasa Wisma.
Agung meminta para Ketua RT dan RW tidak bersikap pasif setelah dilantik. Mereka harus mampu menjadi penghubung yang aktif antara warga dan pemerintah.
“RT/RW jangan lagi menunggu Pemko Pekanbaru turun tangan, tetapi harus jemput bola untuk menangani tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Pesan serupa disampaikan kepada jajaran Dasa Wisma. Menurut Agung, Dasa Wisma bukan sekadar kelengkapan organisasi, melainkan ujung tombak pemberdayaan masyarakat yang dapat memperkuat pelaksanaan program TP PKK hingga tingkat keluarga.
Pengukuhan di Tenayan Raya
Penguatan kelembagaan masyarakat terlihat cukup besar di Kecamatan Tenayan Raya. Sebanyak 161 Ketua RT dan 41 Ketua RW dikukuhkan, disertai 310 Ketua Dasa Wisma.
Camat Tenayan Raya Abdul Rahman menyebut, pembentukan Dasa Wisma pada tahap awal dilakukan satu kelompok untuk setiap RT. Ke depan, kelembagaan tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah.
Kelengkapan struktur pemerintahan di tingkat bawah dinilai penting karena kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada koordinasi dari kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW.

RT/RW Diminta Langsung Bergerak
Di Kecamatan Rumbai Timur, sebanyak 131 Ketua RT dan RW dilantik. Wali Kota Agung meminta seluruh pengurus yang baru dilantik segera bekerja dan merangkul warga.
Para ketua RT dan RW diminta mengidentifikasi persoalan di lingkungan masing-masing, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga persoalan sosial masyarakat.
Pemko Pekanbaru bahkan menyiapkan program pembangunan senilai Rp100 juta untuk setiap RW. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan lingkungan, seperti perbaikan jalan, drainase dan infrastruktur lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin ketika turun ke lapangan sudah ada perangkat yang bisa ditemui. Karena itu, RT dan RW harus aktif berkoordinasi dengan warga maupun Pemko,” kata Agung.
Pemko juga menyiapkan kegiatan retreat sebagai bagian dari pembekalan dan penyamaan persepsi para Ketua RT dan RW dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Jabatan sebagai Bentuk Pengabdian
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam pelantikan di Kecamatan Kulim. Sebanyak 17 Ketua RW dan 66 Ketua RT dilantik dan dikukuhkan, disertai 244 Dasa Wisma.
Camat Kulim Fajri Adha menilai dinamika dalam proses pemilihan RT dan RW menunjukkan bahwa jabatan tersebut semakin mendapat perhatian masyarakat.
Menurutnya, menjadi Ketua RT dan RW bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pengabdian sosial.
“Layanilah warga dengan sepenuh hati. Kita bekerja bukan karena apa-apa, tetapi mengharapkan rida Allah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kekompakan antara kecamatan, kelurahan, RT, RW, Dasa Wisma dan seluruh masyarakat agar program Pemko Pekanbaru dapat berjalan lebih efektif.
RT/RW sebagai Mata dan Telinga Pemerintah
Sebanyak 323 Ketua RT dan RW Kecamatan Tuah Madani dikukuhkan di Gedung PKM UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Bersamaan dengan itu, sebanyak 544 anggota Dasa Wisma juga dikukuhkan.
Di hadapan para Ketua RT dan RW, Agung Nugroho menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh persoalan yang terjadi di setiap sudut kota tanpa dukungan masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan kami saja, kami tidak tahu mana infrastruktur yang rusak, mana jembatan yang rubuh, dan mana masyarakat yang kurang mampu. Ini semua harus ada kerja sama dengan RT dan RW,” katanya.
Karena itu, RT dan RW diminta aktif melaporkan berbagai persoalan di wilayahnya agar pemerintah dapat memberikan respons lebih cepat dan tepat.
Harus Turun ke Tengah Masyarakat
Di Kecamatan Limapuluh, sebanyak 121 Ketua RT dan RW terpilih serta pengurus Dasa Wisma dikukuhkan. Agung kembali menekankan pentingnya kehadiran RT dan RW di tengah masyarakat.
“RT dan RW diharapkan bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Tentunya dengan RT-RW harus turun langsung ke lapangan, ke tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara di Kecamatan Marpoyan Damai, Agung meminta para Ketua RT dan RW membantu pemerintah dalam pembangunan dan menjaga ketertiban lingkungan.
Ia bahkan meminta para ketua RT dan RW aktif melaporkan kerusakan infrastruktur yang ditemukan di wilayahnya.
“Di mana ada jalan rusak, difoto dan kirimkan kepada saya,” kata Agung.
Menurutnya, laporan langsung dari masyarakat akan membantu pemerintah mengambil langkah penanganan secara lebih cepat.
Pelayanan Publik Makin Dekat
Sebanyak 225 Ketua RT-RW dan pengurus Dasa Wisma Kecamatan Payung Sekaki dikukuhkan. Agung kembali mengingatkan agar para pengurus tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat.
Persoalan kebersihan, warga yang membutuhkan bantuan, hingga infrastruktur yang rusak diharapkan dapat segera diidentifikasi dan dilaporkan.
“Pemerintah hadir melalui RT dan RW ini, sebagai perpanjangan tangan di tingkat paling bawah,” ujar Agung.
Di Kecamatan Binawidya, sebanyak 152 Ketua RT dan RW periode 2026-2031 dikukuhkan bersama 264 pengurus Dasa Wisma.
Agung meminta para ketua RT dan RW langsung menjalankan tugas setelah pelantikan. Mereka diminta membantu menghubungkan masyarakat dengan pemerintah, termasuk menyampaikan data warga kurang mampu, anak yang tidak sekolah, kerusakan jalan maupun kebutuhan infrastruktur lainnya.

Sukajadi Tutup Rangkaian Pelantikan
Rangkaian pelantikan dan pengukuhan di 15 kecamatan kemudian ditutup di Kecamatan Sukajadi.
Sebanyak 78 Ketua RT dan RW dikukuhkan dari total 189 Ketua RT dan RW yang tersebar di tujuh kelurahan. Pelantikan tersebut juga dihadiri para Ketua RT dan RW yang masih aktif menjabat.
Camat Sukajadi Adri Hidayat Putra menyebut, kehadiran para pengurus yang masih aktif menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses penguatan kelembagaan lingkungan.
Agung mengapresiasi semangat masyarakat Sukajadi sekaligus menekankan agar Dasa Wisma dapat memperkuat hubungan sosial warga.
“Dasa Wisma jangan hanya menjadi wadah administratif, tetapi juga membangun jejaring dan menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Bangun Pekanbaru dari Lingkungan
Rangkaian pelantikan RT, RW dan Dasa Wisma di 15 kecamatan menjadi momentum penting bagi Pemko Pekanbaru untuk membangun pola pelayanan yang lebih dekat, responsif dan partisipatif.
Pemerintah kota tidak hanya ingin program pembangunan berjalan dari atas ke bawah, tetapi juga menerima masukan dari bawah ke atas. RT dan RW diharapkan menjadi kanal komunikasi yang efektif untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat, sementara Dasa Wisma menjadi kekuatan pemberdayaan keluarga dan lingkungan.
Agung Nugroho menegaskan bahwa pembangunan kota membutuhkan kerja bersama.
“Kami ingin menjadi satu tim untuk membangun wilayah kita semuanya secara bersama-sama,” ujarnya.
Dengan lengkapnya struktur RT dan RW di seluruh kecamatan, Pemko Pekanbaru kini memiliki jaringan pemerintahan lingkungan yang lebih kuat. Jaringan tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, memperkuat koordinasi pembangunan, sekaligus memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
Pada akhirnya, pembangunan Pekanbaru bukan hanya tentang membangun jalan, drainase, fasilitas publik atau program sosial. Lebih dari itu, pembangunan membutuhkan masyarakat yang terhubung dengan pemerintah dan pemerintah yang hadir mendengar masyarakat.
Dari RT, RW, Dasa Wisma, kelurahan hingga kecamatan, seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari satu gerak bersama untuk mewujudkan Pekanbaru yang semakin dekat dengan warganya, semakin cepat dalam pelayanan, dan semakin kuat dalam membangun kota. (Adv)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU