
Rombongan dari Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) saat berada di Bangkok, Thailand.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) membawa luaran tugas akhir mahasiswa ke tingkat internasional melalui kolaborasi bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Thailand dan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), melalui dukungan KBRI Thailand.
Kegiatan yang berlangsung 16–19 Juli 2026 di Bangkok ini diikuti 16 mahasiswa dan 7 dosen, dipimpin Wakil Rektor I IKTA, Assoc. Prof. Dr. Riski Novera Yenita, SKM., MKL.
Program tersebut dirancang agar tugas akhir mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diterapkan melalui edukasi dan pengabdian masyarakat di lingkungan SIB.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan jenjang pendidikan. Kelompok pertama memberikan edukasi makanan sehat untuk siswa TK A dan TK B, serta materi makanan sehat dan healthy screen time untuk tingkat SD.
Kelompok kedua menyampaikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan personal hygiene kepada siswa tingkat sekolah pertama.
Sementara kelompok ketiga mengangkat tema Green School untuk siswa tingkat atas.
Kegiatan didampingi dosen IKTA, masing-masing Eva Mayasari, M.Kes, Nofri Hasrianto, M.Kes dan Dr. Rifa Yanti, S.Kep., M.Biomed untuk kelompok pertama. Kelompok kedua didampingi Riska Epina Hayu, MPh, Rika Mianna, M.Kes dan dr. Dwi Satriyanto, M.Kes. Sedangkan kelompok ketiga didampingi Jufenti Ade Fitri, M.Kes, Dr. Riski Novera Yenita, MKL dan Rendi Randika, MM.
Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan, menyusun intervensi dan menerapkan pendekatan problem solving di lingkungan yang berbeda.
Kolaborasi dengan PPI Thailand, SIB dan KBRI juga memperluas jejaring akademik sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa IKTA untuk memperoleh pengalaman internasional.
Melalui program tersebut, IKTA mendorong agar luaran tugas akhir mahasiswa memiliki nilai akademik sekaligus manfaat praktis bagi masyarakat.
Pengalaman di Bangkok diharapkan menjadi bagian dari penguatan kompetensi lulusan S1 Kesehatan Masyarakat IKTA agar semakin adaptif, komunikatif dan mampu menerapkan ilmu kesehatan masyarakat dalam berbagai konteks sosial dan lingkungan. (kim/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU