Kamis , 13 Agustus 2026

Pemko Siapkan Layanan Pemeriksaan dan Pengobatan HIV/AIDS Gratis di 21 Puskesmas melalui Program “Voluntary Counseling and Testing”

Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar saat sosialisasi bahaya HIV/AIDS di salah satu sekolah di Pekanbaru. 

PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS secara gratis di 21 puskesmas melalui program Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk mendeteksi dini, menekan penyebaran kasus, dan memberikan pendampingan berkelanjutan.

‎Upaya ini dilakukan agar warga lebih menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV-AIDS.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pekanbaru melalui Sekretaris Dinas Dedy Sambudi menyampaikan di Kota Pekanbaru sudah ada layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi pengidap HIV/AIDS di Puskesmas secara gratis. Untuk layanan pemeriksan terdapat di 21 Puskesmas tanpa dipungut biaya.

‎”Jadi mereka bagi pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas,” ujarnya, usai menjadi narasumber dalam Program Acara Pamong Menyapa LPP TVRI Stasiun Riau dengan Tema “Sinergi Bersama: Wujudkan Generasi Sehat Bebas HIV/ AIDS”, di UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Rabu (12/8/2026).

‎Selain di Puskesmas juga ada layanan pendukung dan layanan tes juga tersedia di 29 rumah sakit.29 Rumah Sakit, 4 Lapas, 1 Rutan, Klinik, BKK, 31 Layanan PDP, 31 Rujukan VL, 10 Layanan PeRP.

‎Sedangkan layanan pengobatan telah tersedia di fasilitas layanan kesehatan baik Puskesmas maupun rumah sakit. Dinkes dan KPA Pekanbaru juga terus melakukan upaya pemberian informasi, baik langsung maupun melalui media massa.

‎Temuan kasus yang positif selanjutnya menjalani pengobatan di fasilitas layanan kesehatan yang sudah sediakan tersebut. Kelompok atau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku beresiko bisa memanfaatkan layanan yang ada.

‎Setelah ada temuan positif bakal dilakukan pendampingan oleh para pendakwah dan penceramah agar memberikan kajian mengenai pencegahan HIV/AIDS, pandangan agama melalui perilaku yang menyebabkan penularan HIV/AIDS di masjid-masjid

‎”Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan,” ujarnya.

‎Selain itu juga kelompok pendamping seperti dari LSM Peduli AIDS yang bekerjasama dengan fasilitas layanan kesehatan.

‎”Ada juga pendampingan agar bisa melakukan pemeriksaaan tes sukarela terhadap pasangannya,” paparnya.

‎Upaya penanggulangan akan terus dilakukan KPA Pekanbaru. Ia berharap nantinya ada dukungan berbagai pihak termasuk tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, LSM, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan termasuk ibu-ibu kader posyandu di wilayahnya. (kim/irg)

Check Also

KPA “Goes to School” dan Layanan Gratis, Pemko Pekanbaru Perkuat Perang Melawan HIV/AIDS

Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar saat tampil pada program Pamong Menyapa LPP TVRI Stasiun Riau, belum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *