Senin , 2 Agustus 2021

Wah, Kenapa Dewan Pengawas UIN Suska Diperiksa ya

 

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto SH MH

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Drs Afirzal Zen MSi menjalani proses pemeriksaan di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (24/11). Diperiksanya Dewan Pengawas Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau itu, dalam rangka pengusutan dugaan korupsi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh jaksa penyelidik Bidang Intelijen. Korps Adhyaksa Riau itu tengah mengusut dugaan penyimpangan dalam anggaran belanja tahun 2019 sebesar Rp42 miliar.
“Hari ini (kemarin) kami panggil Dewan Pengawas, AF (Afrizal Zen),” ujar Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto SH MH.

Raharjo mengatakan, pemanggilan terhadap Afrizal merupakan yang pertama sejak kasus ditangani oleh Intelijen Kejati Riau. Keterangannya sangat menentukan untuk membuat terang dugaan penyimpangan anggaran di UIN Suska Riau. “Ini panggilan baru,” kata Raharjo.

Selain Afrizal, jaksa penyelidik juga terus mengumpulkan bahan dan keterangan dari pejabat UIN lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara intensif, terhadap para pihak yang diduga mengetahui penggunakan anggaran UIN.

Pada Senin (23/11) lalu, jaksa penyelidik kembali memanggil Sekretaris Pengawas Internal (SPI). Namun hingga siang hari, ia tidak hadir di Kejati Riau.  “SPI panggilan lama untuk melengkapi data sebelumnya,’ tutur Raharjo

Dalam kasus ini, jaksa penyelidik sudah meminta keterangan dari Suriani, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UIN Suska tahun 2019, dan Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) sekaligus Pejabat Perintah Membayar UIN Suska Riau, Ahmad Supardi,

Pemeriksaan juga dilakukan pada mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan sekaligus Kabag Perencanaan UIN, Hanifah dan Gudri selaku Kepala Sekretaris Pengawas Internal (SPI).
Kasus itu mencuat, setelah Rektor UIN Suska Riau, Prof Akhmad Mujahidin, menyurati semua stafnya pada Minggu (23/2) untuk merapikan Buku Kas Umum (BKU) dan laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2019.

Surat tersebut diketahui bernomor B-0744/Un.04/R/PS.00/02/2020, tertanggal 22 Februari 2020. Surat yang berkop UIN Suska Riau itu, ditandatangani oleh Akhmad Mujahidin. Ada lima orang pegawai UIN yang diduga sebagai penerima surat tersebut.

Dalam surat itu, disebutkan mereka diperintahkan BPK untuk merapikan BKU TA 2019 khusus pada akun 52, 53, dan 57 (selain belanja pegawai akun 51), dan dicocokkan dengan Laporan Pertanggungjawaban keuangannya.

Selain mengirim surat kepada lima stafnya, ternyata Akhmad Mujahidin juga melayangkan undangan kepada puluhan pegawainya untuk hadir pada hari yang sama dengan Dr Suriani dan kawan-kawan. Agendanya menindaklanjuti temuan BPK.

Informasi dihimpun, beberapa belanja yang tidak wajar itu disinyalir untuk urusan pribadi dan keluarga sang rektor. Seperti, pembelian tiket pesawat untuk putri Akhmad Mujahidin senilai Rp1.449.400 pada bulan Mei 2019.

Kemudian, ada pembelian tiket pesawat untuk orangtua Akhmad Mujahidin tujuan Pekanbaru-Surabaya pada bulan Juli 2019. Ada juga pengeluaran kas untuk biaya pulang kampung rektor ke Malang sebesar Rp10 juta.

Akhmad Mujahidin juga pernah menerbitkan surat tugas untuk istrinya yang bukan pegawai negeri di lingkungan UIN Suska pada acara Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) di Malang tahun 2019. Ada juga proyek yang dimenangkan keluarga sang rektor dan bermasalah.

Saat ini, Akhmad Mujahidin telah dicopot dari jabatannya sebagai Rektor di kampus islami negeri tersebut. Hal itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Agama nomor: 191 /B.II/2/PDJ/2020.
Adapun isi inti dalam surat yang ditandatangi oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada Senin (23/11) itu, Akhmad Mujahidin dijatuhkan hukuman disiplin berupa pembebasan jabatan dari tugas tambahan sebagai Rektor UIN Suska Riau. (rpg)

Check Also

BEBUAL SAMBIL NGOlah Pikiran yang ditajah oleh Kwarran Binawidya Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro.com ) – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Binawidya pada Jumat 30/07/2021 melalui Dewan Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *