Senin , 20 April 2026

Menteri Desa, Gubernur Banten, dan Bakhtiar dari Kemendagri Terima Penghargaan Pena Emas di HUT Ke-2 Forum Pimred Multimedia Indonesia

Ketum Forum Pimred Multimedia Indonesia Bernadus Wilson Lumi (kiri), menyerahkan Pena Emas ke Bakhtiar dari Kemendagri.

SERANG (Khabarmetro.com) – Puncak ulang tahun (Ultah) ke-2 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) di Serang, Banten juga diisi dengan penyerahan penghargaan Pena Emas.

Tiga nama yang tahun ini dinobatkan sebagai penerimanya, adalah Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur Banten Andra Soni, dan dari Kemendagri Bakhtiar. Penyerahan Pena Emas ini disejalankan dengan Gala Diner di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (17/7/2025).

Seperti dijelaskan Ketua panitia Helmi Halim, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan dedikasi mereka dalam mendukung kemerdekaan pers, keterbukaan informasi publik, serta pembangunan demokrasi di Indonesia.

Acara peringatan HUT FPRMI ke-2 itu dihadiri oleh ratusan insan pers dari berbagai media nasional dan daerah, serta sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas dua tahun perjalanan Forum Pimred Multimedia Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan dan profesionalisme media di tengah tantangan era digital.

Ketua Umum FPRMI Bernandus Wilson Lumi dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan Pena Emas hanya diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai pers yang merdeka dan bertanggung jawab.

“Kami memberikan Pena Emas sebagai simbol penghormatan tertinggi dari insan pers kepada figur-figur yang telah berdiri bersama kami dalam memperjuangkan kebebasan pers dan kebenaran informasi,” ujarnya.

Bakhtiar dari Kemendagri menyampaikan bahwa media memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi keempat, yang harus dijaga dan diperkuat, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kemerdekaan pers bukan sekadar kebebasan menulis atau memberitakan, tetapi bagaimana media mampu menjaga integritas, mengedukasi masyarakat, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar,” ujar Bakhtiar.

Ia juga menegaskan bahwa Kemendagri terus mendorong kerja sama yang sehat antara pemerintah daerah dan media, guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten membuka ruang kolaborasi yang luas dengan media sebagai mitra pembangunan daerah.

“Media adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Kritik yang membangun dari insan pers adalah bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki kinerja,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk terus mendorong keterbukaan informasi dan menyambut baik peran media dalam mendorong partisipasi publik dalam pembangunan. (int/irg)

Check Also

Sempat Didatangi Berbagai Pihak, Bayu: Dugaan Ada Asap Keluar Bukan dari Cerobong Utama, Sebenarnya Hanya Uap Steam

Petugas saat melakukan pengecekan cerobong asap di PT Swastisiddhi Amagra, Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *