
Ketum FPRMI Bernadus Wilson Lumi, didampingi Kepala Dinas LHK dan Kepala UPTD Pengelolaan Tahura Banten menanam pohon Meranti.
PANDEGLANG (Khabarmetro.com)- Kesempatan ke Provinsi Banten, sekaligus merayakan hari ulang tahun (ultah) ke-2 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI), tidak disia-siakan.
Tak cukup berkeliling kota. Bila sampai ke Provinsi Banten, tak lengkap rasanya kalau tidak menikmati indahnya Taman Hutan Raya (Tahura) Banten.
Hiruk pikuk perkotaan, di kawasan Tahura Banten bisa diredam. Suasana alam yang sejuk. Pohon rindang dan berukuran besar. Membuat pengunjung akan betah berlama-lama di tahura ini.
Jika ke Provinsi Riau, wisatawan ramai berkunjung ke Tahura Sultan Syarif Hasim (SSH) di kawasan Minas, Kabupaten Siak yang Luasnya hampir 6.000 hektare. Dan, jika ke Provinsi Banten, pilihanmya ke Tahura Banten.
Dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kadis L LHK) Provinsi Banten Dr Wawan Gunawan SSos MSi, tahura ini memiliki luas 2.471 hektare. Selain alamnya yang indah, di sini juga masih berdiri kokoh pohon-pohon yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Ini pula yang menjadi daya tarik tersendiri Tahura Banten.
Rombongan FPRMI se Indonesia, dari Sabang/Aceh sampai Papua, tiba di kawasan tahura ini, Kamis (17/72025). Ketua Umum (Ketum) FPRMI Bernadus Wilson Lumi dan Ketua panitia Helmi Halim menjadi pemimpin rombongan.
Walau tiba di lokasi ini siang hari, sekitar pukul 13.30 wib, tapi suasana sekitar lingkungannya tetap sejuk. Rindangnya dedaunan pohon membuat para tamu senang dan nyaman berada di sini. Ditambah lagi jamuan makan siang, dengan menu khasnya.
Kepala UPTD Pengelolaan Tahura Banten Hudri SHut MSi dalam paparannya menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Tahura Banten terus meningkat. Ini berkat dukungan langsung dari Gubernur Provinsi Banten Andra Soni.

“Sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Tahura Banten sekitar 2.400 orang per-tahun. Tapi sejak pak Gubernur turun langsung ke sini, efeknya luar biasa. Hingga Juli ini saja, sudah lebih dari 3.000 wisatawan ke sini. Apalagi nanti rekan-rekan Forum Pimred Multimedia ekspos lewat medianya, tentu Tahura Banten makin ramai dikunjungi,” ucapnya.
Wajar saja, Ketum FPRMI Bernadus Wilson Lumi terkagum-kagum. Ia tak mampu berkata-kata banyak, selain menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi luar biasa kepada Pemprov Banten, terkhusus Gubernur Andra Soni. Panitia pelaksana pun diberi apresiasi, dan seluruh delegasi mengucapkan terima kasih.
Berbaur bersama rombongan dan Pemprov Banten, juga hadir Kepala Dinas Kominfo Arif Agus Rakhman. Menurut Ketum Wilson Lumi, Kadis Kominfo Banten ini juga sudah banyak membantu.
Lokasi Tahura Banten Mudah Dijangkau
Liburan akhir pekan atau libur nasional, bersama teman-teman dan keluarga sangat tepat mencoba keseruan dan keasrian alam ciptaan Tuhan di kawasan Tahura Banten.
Lokasinya mudah dijangkau. Tahura ini berada di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang. Sekitar 2 jam berkendara naik mobil dari pusat ibukota Provinsi Banten.
Lebih detilnya, akses menuju objek wisata Tahura Banten dapat ditempuh dengan dua jalur. Pertama, jalur Cilegon-Anyer dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dari Serang. Kedua, melalui jalur Pandeglang-Carita dengan waktu sekitar 4 jam dari Serang.
Saat masuk gerbang tahura, ada petugas yang mendata berapa orang rombongan yang akan masuk kawasan ini. Sebab di tempat wisata alam ini tidak ada retribusi khusus, tetapi hanya melaporkan saja.
Seperti dijelaskan Kepala UPTD Hudri, selain sebagai objek wisata, kawasan ini bermanfaat juga sebagai media pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Secara umum, tahura merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi keanekaragaman hayati. Seperti koleksi tumbuhan, satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli, agar bermanfaat bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Begitu pula dengan Tahura Banten ini mempunyai fungsi-fungsi tersebut.

Uniknya Tahura Banten ini, seperti kata Kadis LHK Wawan Gunawan, lokasi kawasannya berupa hutan tropis dan terletak di dataran rendah yang berdekatan dengan laut. Sehingga memiliki flora dan fauna yang khas.
Kata Wawan, jenis pohon yang paling banyak di Tahura Banten adalah pohon Meranti. Beberapa hewan seperti macan Kumbang pun masih mendiami tahura ini. Dan, saat acara kemarin juga dilakukan penanaman pohon Meranti di sini.
Daya Tarik Tahura Banten
Wilayah konservasi ini, sudah diresmikan oleh Pemprov Banten sejak 4 Mei 2012. Seterusnya, kawasan ini mengalami pengenbangan. Kawasan hutan yang semula mempunya luas 1.596 hektare, saat ini sudah menjadi 2.471 hektare.
Bukan hanya flora dan fauna, di Tahura Banten ini juga terdapat spot wisata air terjun. Antara lain, Curug Putri dan Curug Gendang yang menarik untuk dikunjungi.
Dapat dilihat dari video yang diputar oleh Kepala UPTD Hudri dihadapan para Pimred FPRMI, se-Indonesia, banyak sekali wisatawan yang sudah menikmati indahnya alam Tahura Banten. Bahkan ada wisatawan mancanegara yang juga influenser terkenal, ikut pula membagikan dan mengunggah keindahan alam di tahura ini.
Di akhir paparannya, baik Kadis LHK Wawan Gunawan dan Kepala UPTD Hudri, mengajak bersama-sama untuk datang berwisata ke Tahura Banten. Kepada para Pimred di bawah FPRMI, pun diyakini bahwa ekspos Tahura Banten akan tersebar lebih luas baik lokal, nasional maupun internasional. (uli/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU