Jumat , 24 Juli 2026

Diskominfotik Bengkalis Gelar FGD Bersama Kelompok Informasi Masyarakat untuk Mengenal Literasi Digital

INFOTORIAL PEMKAB BENGKALIS

Suasana saat Focus Group Discussion (FGD) di Diskominfotik Bengkalis.

BENGKALIS (Khabarmetro.com) – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di ruang rapat Kantor Diskominfotik Bengkalis, Rabu (24/6/2026).

FGD dibuka oleh Kepala Diskominfotik Agus Sofyan yang diwakili Sekretaris Diskominfotik Adisutrisno. Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Hurriagustianri serta Pejabat Fungsional Zulkifli dan Syahrudin.

Peserta FGD berasal dari KIM Desa Air Putih, Desa Tameran, Desa Bantan Timur, dan Desa Muntai.

Sekretaris Diskominfotik Adisutrisno mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota KIM mengenai literasi digital, keterbukaan informasi publik, serta teknik penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik.

“Semoga ini menjadi ruang diskusi yang efektif untuk saling bertukar informasi dan belajar demi terwujudnya keterbukaan informasi publik di tingkat desa. FGD ini juga merupakan upaya membangun kolaborasi yang baik antara KIM dan Diskominfotik sebagai PPID Utama,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid IKP Hurriagustianri menjelaskan bahwa PPID Utama terus mendorong pemerintah desa mengoptimalkan peran KIM guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan partisipatif dalam mengelola informasi.

Menurutnya, desa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital melalui website resmi desa maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mempromosikan potensi daerah, mengumumkan kegiatan desa, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

Dalam sesi materi, Zulkifli bersama Haliyun Na’im (Baim) memberikan pelatihan mengenai teknik penulisan berita yang baik dengan menerapkan unsur 5W+1H.

“Berita yang baik harus mampu menjawab enam pertanyaan dasar, yakni apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi,” kata Zulkifli.

Baim menambahkan, penyusunan berita harus diawali dengan informasi paling penting, diikuti rincian pendukung, kemudian ditutup dengan informasi pelengkap. Judul berita juga harus singkat, padat, dan mewakili keseluruhan isi berita. (nec/inf)

Check Also

Setelah Dengar Langsung, Tokoh-Tokoh Riau Bersatu Dukung Rida K Liamsi, FKPMR: Ini Bukan Lagi Persoalan Pribadi

Suasana usai silaturahmi H Rida K Laimsi dengan tokoh-tokoh Riau di Sekretariat FKPMR, di Pekanbaru. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *