
Alumni dan mantan aktivis Unri Muhammad Rustam SH.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – BEM Universitas Riau bekerja sama dengan BEM Seluruh Indonesia menggelar kegiatan Sekolah Pergerakan pada Sabtu hingga Ahad, 23-24 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi dan konsolidasi mahasiswa terkait isu kepemimpinan, gerakan sosial, serta penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan.
Acara yang diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas dan sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, aktivis, dan tokoh pergerakan mahasiswa.
Namun demikian, pelaksanaan kegiatan tersebut menuai sorotan dari kalangan alumni aktivis mahasiswa Universitas Riau. Salah satunya datang dari alumni sekaligus mantan aktivis mahasiswa, Muhammad Rustam SH.
Rustam menyayangkan keputusan panitia yang mengikutsertakan mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau, Prof Dr Firdaus SH MH, sebagai salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, selama ini sosok tersebut dinilai tidak memiliki kontribusi nyata terhadap perjalanan dan dinamika gerakan mahasiswa, khususnya di lingkungan BEM Universitas Riau.
“Kami menghormati semua akademisi, tetapi dalam konteks gerakan mahasiswa tentu publik juga melihat rekam jejak dan kontribusi terhadap BEM Unri. Jangan sampai muncul kesan tiba-tiba hadir ketika momentum kegiatan besar berlangsung,” ujar Rustam kepada media, Ahad (24/5/2026).
Ia menilai, kegiatan Sekolah Pergerakan seharusnya menghadirkan figur-figur yang memiliki kedekatan historis maupun kontribusi konkret terhadap penguatan gerakan mahasiswa di Universitas Riau.
Rustam berharap ke depan panitia lebih selektif dalam menentukan narasumber agar substansi kegiatan tetap terjaga dan mampu memberikan inspirasi serta keteladanan bagi mahasiswa peserta kegiatan.
Sementara itu, panitia kegiatan menyebutkan bahwa pemilihan narasumber dilakukan untuk memperkaya perspektif peserta dalam memahami dinamika kepemimpinan, hukum, dan gerakan sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Kegiatan Sekolah Pergerakan sendiri berlangsung selama dua hari dengan agenda diskusi, pelatihan kepemimpinan, hingga forum konsolidasi mahasiswa lintas organisasi. (uli)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU