Jumat , 7 Agustus 2026

Sholat Ied di Moro Kepulauan Riau, Lapangan Sepak Bola Puteri Hijau Dipenuhi Ribuan Masyarakat

Camat Moro Andry Winata SIP MAP memberikan sambutan dan arahan sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri 1447H di lapangan Puteri Hijau.

MORO (Khabarmetro.com) – Takbir berkumandang di masjid dan musolla di Moro, Kepulauan Riau (Kepri). Sejak malam hingga pagi, sampai ke lapangan sepak bola Puteri Hijau, Moro tempat dipusatkan sholat Ied, Sabtu (21/3/2026).

Sejak pukul 07.00 wib, jamaah sholat Ied sudah berdatangan ke lapangan. Sekitar pukul 07.10 wib rangkaian acara dimulai. Hampir seluruh shaf nampak penuh oleh ribuan jamaah, dan sedikit celah lagi untuk bisa diisi.

Sholat Ied dimulai sekitar pukul 07.30 wib. Selesai sholat, khatib naik ke atas mimbar menyampaikan khutbah. Semua jamaah nampak khusuk, dan sebagian ada juga yang meninggalkan lapangan tempat sholat.

Camat Moro Andry Winarta S.IP, M.AP dalam sambutannya merasa bangga dan senang melihat kebersamaan dan kekompakan masyarakat Moro. Terutama panitia PHBI Kecamatan Moro yang sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari malam takbiran sampai sholat Ied.

Camat Andry juga mendoakan agar semua amal ibadah selama Ramadhan diterima Allah swt. “Semoga amal ibadah kita diterima Allah dan kembali fitrah dan menjadi insan bertaqwa,” kata Camat.

Sementara Ketua PHBI Kecamatan Moro Bibimali SPd mengumumkan jumlah zakat dan zakat fitra yang terkumpul. Ratusan juta terhimpun dan langsung dibagikan saat malam 1 Syawal 1447H. Masing-masing asnaf menerima Rp450 ribu per orang.

Adapun petugas Idul Fitri di Lapangan Sepak bola Puteri Hijau, Moro, bertindak sebagai imam adalah A. Aziz, S.Pd, Khatib H. Muhammad Yahya yang juga Ketua IPHI Moro, dan bilal Jufri.

Dalam khutbahnya, Khatib H Muhammad Yahya menekankan bahwa puasa Ramadhan punya dua dimensi utama, yakni dimensi vertikal ibadah kepada Allah swt dan dimensi horizontal sosial sesama manusia. Jika dua dimensi ini berjalan baik, maka harapan taqwa bisa terwujud.

Di akhir khutbah, Khatib M Yahya membuat suasnaa jadi haru. Meski suasana dan cuaca mulai terasa panas, hampir seluruh jamaah sholat Ied larut dalam kesedihan tatkala diajak merenungi wajah ibu dan ayah.

“Mari kita renungi wajah ibu dan ayah, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Doakan mereka sehat selalu, dan bagi yang sudah tiada selalulah berdoa agar terbebas dari siksa api neraka. Kuncinya kita rajin sholat. Ketika kita sholat, pasti kita akan berdoa untuk kedua orang tua,” kata khatib.

Usai sholat, seluruh jamaah bubar. Di antaranya ada juga yang saling bermaaf-maafan. Banyak juga yang saling sapa dan foto bersama. Suasana seperti ini selalu dirindu para anak rantau dari Kecamatan Moro. Ingin selalu pulang kampung saat Idul Fitri. (uli/irg)

Check Also

Petenis Belia Persembahkan Kado HUT RI bagi PTPN IV Regional III

Para petenis muda tersebut membukukan 26 medali yang terdiri atas 11 emas, lima perak, dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *