Kamis , 17 September 2026

Semua Lancar [2]

OPINI

Oleh: Khairul Amri*

CERITA dulu, awal-awal saya masuk dan bergabung ke Riau Pos.

Cerita ini perlu saya tulis. Karena ada kaitannya nanti dengan tulisan terkait kondisi: Riau Pos Kini.

Saya bukan lulusan Ilmu Komunikasi. Ikut pers kampus, juga tidak. Tapi, hobi menulis sejak di bangku sekolah, tepatnya dulu, menulis agenda harian.

Saat kuliah di Universitas Riau (Unri), hobi itu terus saya asah. Salah satunya dengan cara menulis opini dan kolom ‘surat pembaca’.

Dan, beberapa tulisan saya pernah terbit di koran Riau Pos. Senangnya waktu itu, karena setiap tulisan opini yang naik dapat honor dari Riau Pos.

Saya sampai ingat nama Sekretaris Redaksi Riau Pos, kala itu: Mbak Rini. Begitu saya menyapanya. Jika ada opini saya yang terbit, juga surat pembaca, maka dia akan telepon saya untuk ambil honor tulisan itu ke gedung Riau Pos di Jalan HR Subrantas, KM 10,5 Panam.

Itu pula yang membuat saya akrab dengan Riau Pos. Termasuk dengan beberapa awak media yang bekerja di sana, ketika itu.

Dan, singkat cerita.

Setamat kuliah di akhir tahun 2000, saya sempat bekerja di perusahaan. Tapi, pada 2001 saya melamar kerja ke Riau Pos, dan Alhamdulillah diterima sebagai calon reporter. Di awal masuk itu, semua berita atas nama saya diberi kode berita (cr02).

Saking ‘excited‘-nya, semua berita saya yang terbit di Riau Pos, saya kliping setiap bulan. Sampai sekarang, kliping berita-berita itu masih tersimpan rapi di lemari perpustakaan pribadi.

Begitulah awal-awal saya bisa akrab, dan akhirnya menjadi bagian dari Riau Pos. Waktu itu, semua lancar-lancar saja.

Tapi, itu: dulu.

Bagaimana pula kiprah saya setelah bekerja di Riau Pos?

Begini ceritanya.

Selama diberi kode berita (cr02), sampai awal-awal mendapatkan kode berita dengan tiga huruf singkatan nama saya (uli), dari calon reporter menjadi reporter, saya merasa senang dan asyik-asyik saja.

Terhitung sejak akhir tahun 2001 hingga akhir 2005, saya menjalani karir di Riau Pos sebagai reporter/wartawan lapangan. Gaji bulanan lancar. Saya merasa, Riau Pos adalah kantor dan pilihan kerja paling tepat dan juga nyaman.

Malah waktu itu, saya selalu dapat bonus. Karena berita yang saya tulis dan terbit di Riau Pos melebihi target yang ditetapkan oleh redaksi, setelah dihitung dan diberi poin, dapatlah bonus.

Dan, setiap bulan, seingat saya, Mbak Rini, Sekretaris Redaksi menelpon saya untuk mengambil bonus.

Begitulah dulu: sudah dapat gaji bulanan, diberi pula lagi bonus berita.

Waktu itu, kantor Riau Pos masih di depan. Masih lantai 2, belum ada Gedung Graha Pena 12 lantai yang menjulang tinggi itu.

Lagi-lagi saya katakan: itu cerita dulu. ** (bersambung)

*) Khairul Amri, adalah eks karyawan Riau Pos Group yang sedang berjuang menuntut haknya. Pernah bekerja di Riau Pos selama 20 tahun. 

Check Also

“Mastenar” Kembali Berprestasi, Puskesmas Tenayan Raya Sabet Dua Penghargaan BPJS Kesehatan

Penyerahan penghargaan yang diterima Puskesmas Tenayan Raya.  PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Puskesmas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *