Kamis , 24 Juni 2021

Sejak Tatap Muka Dimulai, tak Satupun Ada Klaster Sekolah

 

Proses belajar mengajar di  salah satu SMPN  Meranti

MERANTI (khabarmetro.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Kepulauan Meranti, pastikan belum ada klaster sekolah sejak proses belajar mengajar tatap muka diberlakukan di Kepulauan Meranti pada tanggal 11 November 2020 lalu.

Bahkan, pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, keberadaan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah tersebut mendekati nihil, yakni menyisakan seorang pasien terpapar yang masih dirawat.

”Sejak pandemi hingga saat ini belum ada timbul klaster sekolah atau satuan pendidikan di sini. Kami memberlakukan pola tersebut sejak November 2020, bahkan Senin (4/1/21) kemarin kembali masuk, pasca libur panjang,” ungkap Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kepulauan Meranti, Syafrizal, Rabu (6/1/21) sore.

Proses belajar dan mengajar tatap muka hanya berlangsung pada jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP. Dan hasil dari supervisi yang mereka lakukan, sejauh ini proses belajar berlangsung lancar.

”Hasil pengawasan kami proses belajar mengajar mengedepan protokol kesehatan (prokes) berjalan sesuai dengan apa yang telah diputuskan dan sepakati bersama,” ungkapnya.

Agar prokes berjalan sempurna dengan memberlakukan jarak aman, dikatakan Syafrizal jika proses belajar dibagi dua sesi. Setiap sesi dua jam pertemuan. Sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.00 WIB, sesi kedua 09.30-11.00WIB. Untuk SD, setiap sesi tidak boleh lebih dari 14 orang per-rombongan belajar (rombel).

Langkah tersebut sebagai percobaan menuju pola belajar dan jam ajar dan belajar secara normal. Menurut Syafrizal pihaknya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan ke depan untuk memutuskan itu.

Saat bersamaan data gugus tugas jumlah pasien Covid-19 menyisakan satu orang pasien yang masih dirawat secara intensif. Sebaran secara akumulatif 222 kasus. Sembuh 219. Meningal 2.

Pemprov Masih Tunggu Rekom Satgas

Sementara belajar tatap muka khusus tingkat SMA/SMK sederajat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih menunggu rekomendasikan atau keputusan dari Satgas Covid-19. Sehingga untuk saat ini belum ada jadwal rencana penetapan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kadiskominfotik) Riau Chairul Riski, Kamis (7/1). Dikatakannya, belum adanya keputusan dari Satgas Covid-19 tersebut, menimbang penularan Covid-19 di Riau hingga kini masih meningkat dan mengkwatirkan. Untuk itu rencana pembelajaran tatap muka belum dijadwalkan ulang.

”Ini juga sudah melalui keputusan bersama sebelumnya yang juga bersama Wakil Gubernur Riau dan stakeholder terkait di Riau,” katanya.

Kendati demikian, jelasnya, Pemprov Riau tetap mempersiapakan rencana pembelajaran tatap muka. Termasuk rencana tatap terbatas, yang sudah dikoordinasikan dengan satuan pendidikan di Riau.

”Rencana pembelajaran tatap muka terbatas ini persiapannya, seperti mengekan protokol kesehatan (Prokes) yang sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan satuan pendidikan,” ujarnya.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas itu, tambahnya, sebagai bagian dari model blended learning bisa berbeda antara satuan pendidikan tergantung kesiapan satuan pendidikan, kondisi daerah dan izin orangtua peserta didik.

”Tim Satgas Covid-19 Riau merekomendasikan apabila pembelajaran tatap muka terbatas dimulai, durasi pembelajaran hanya dua jam perhari dan dievaluasi setelah berlangsung selama satu bulan,” tuturnya. (dam/dre)

 

Check Also

Bupati Sukiman Paparkan Strategi Pembangunan di Sidang Paripurna Dewan

  PASIRPENGARAIAN (Khabarmetro.com)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hulu (Rohul) gelar Paripurna dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *