Rabu , 27 Oktober 2021

Pengusaha Dihipnotis WNA, Rp700 Juta Lenyap

PEKANBARU (Khabarmetro com)– Tim Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru meringkus tiga pelaku sindikat penipuan dengan modus hipnotis. Dari tiga pelaku yang ditangkap, dua pelaku merupakan warga negara asing (WNA) asal Cina

pelaku itu adalah, seorang pria berinisial LXY (44) WNA RRC, dua perempuan berinisial YXH (37) WNA RRC, dan MY (30) WNI asal Tanjung Dalam, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Dalam ekspos yang digelar di Mapolresta Pekanbaru, Senin (2/11) siang, diketahui sindikat penipuan dengan modus hipnotis itu berhasil meraup uang dan perhiasan dari korbannya. Totalnya uang senilai Rp700 juta lenyap.

‘’Mereka sindikat kasus penipuan modus hipnotis. Jadi mereka ini berpindah pindah mencari target. Awalnya mereka di Jakarta, kemudian masuk ke Sumatera,’’ kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya saat memimpin ekspos.

Penangkapan sindikat ini berawal dari laporan korban, Yusni (57) seorang pengusaha pemilik toko musik. Ia melaporkan uang dan perhiasannya telah raib begitu saja usai bertemu para pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada, Senin (19/10). Pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB korban hendak berbelanja buah di pedagang kaki lima (PKL) depan toko musik miliknya, Jalan Ahmad Yani.
Disaat korban sedang memilih buah, tiba-tiba datang pelaku dua perempuan yang langsung mengajak korban berbincang-bincang mengenai bawang hijau yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit.

Disitu pelaku mulai memasukkan sugestinya untuk menghipnotis korban. Tidak beberapa lama kemudian, korban diajak oleh dua perempuan tersebut ke dalam mobil pelaku guna diperlihatkan bawang hijau tersebut.

Ketika sampai di mobil tersebut, telah ada sorang laki-laki sebagai supir dan satu orang perempuan yang merupakan komplotan pelaku.

Selanjutnya korban dibawa pergi dengan menggunakan mobil tersebut dan kondisi terhipnotis. Pelaku mengajak korban untuk menemui salah seorang kakek dari pelaku sebagai modus nya untuk memberikan pengobatan.

‘’Jadi, para pelaku ini di mobil itu mengajak korban untuk menemui seseorang kakek, namun di tempat yang dikatakan para pelaku, kakek itu tidak ada. Karena tidak bertemu dengan kakek itu, para pelaku menakut-nakuti korban, dikatakan korban akan terkena musibah,’’ terang Kapolres.

Masih dalam sugesti pelaku, korban diminta menyerahkan uang jika tidak ingin terkena musibah akibat tidak bertemu kakek yang disebutkan pelaku. Karena merasa ketakutan, korban melakukan penarikan uang tunai di ATM senilai Rp425 juta, dan menyerahkan ke para pelaku.
Masih dalam kondisi terhipnotis, korban diminta untuk mengambil berbagai jenis perhiasan emas yang diambil korban dari rumahnya di Komplek RBC, Jalan Riau.

Setelah uang dan perhiasan emas telah diterima oleh pelaku, selanjutnya korban ditinggalkan oleh pelaku di pinggir Jalan Ahmad Yani, dengan diberikan satu buah kantong plastik yang ternyata berisi garam dan tisu yang dikatakan sebagai obat oleh pelaku.
“Akibat kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru,” terangnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, Rabu (28/10) Anggota Unit Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru mendapatkan informasi bahwa diduga para pelaku berada di Kota Padang. Tim opsnal langsung melakukan pengejaran ke sana.

Namun, ketika tim sampai di Kota Padang, ternyata diduga para pelaku telah berada di Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian langsung dilakukan pengejaran kembali terhadap diduga para pelaku. Sesampainya tim di Kabupaten Pesisir Selatan, ternyata diduga para pelaku telah bergerak kembali ke arah selatan menuju wilayah Provinsi Jambi.

Akhirnya pada, Jumat (30/10) siang tiga pelaku dapat diamankan di perjalanan tepatnya di wilayah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Namun, satu pelaku AI alias LL (DPO) yang merupakan WNI belum dapat ditemukan.

Pengakuan tiga pelaku, mereka mendapatkan upah dari AI yang merupakan dari otak pelaku sebesar masing-masing Rp2-3 juta.(fiq)

Check Also

Aklamasi, Jimmy Kurniawan Kembali Pimpin APSAI Pekanbaru

Pelantikan Pengurus, Dijadwalkan November 2021 Anggota dan Pengurus APSAI Kota Pekanbaru bersama Kadis P3APM Chairani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *