Jumat , 22 Oktober 2021

Melihat Bandara Tempuling, Setelah 12 Tahun Dibangun (bagian-1)

Sudah tak Terawat, Tapi Pesawat Masih Mendarat

 

Laporan KHAIRUL AMRI, Tempuling, Inhil
amrik4551@gmail.com

BANGGA sekali rasanya dulu. Waktu itu, Gubernur Riau (Gubri) masih dijabat oleh HM Rusli Zainal SE MM. Satu lagi hasil pembangunan selesai, yakni Bandara Tempuling di Kabupaten Indragiri Hilir. Jarak yang begitu jauh dari Pekanbaru, ibu kota provinsi, akan bisa jadi dekat. Ketika itu, 2008. Setelah 12 tahun, seperti apa kondisi bandara tersebut.

Syahdan. Senin petang (11/1) lalu, hujan terus turun membasahi bumi Indragiri. Sudah sejak Sabtu lalu hujan dan cuaca mendung menggelayut di atas langit Inhil. Walau tak lebat, tapi sepertinya tak akan kunjung berhenti.

Rombongan Posmetro Indragiri tetap melanjutkan rencana petang itu: melihat dari dekat Bandara Tempuling, di Desa Sungai Salak, Kecamatan Tempuling.

Lokasi bandara ini, jika ditempuh dengan mobil, sekitar 30 menit dari pusat kota Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir. Tapi, kalau dari Jembatan Rumbai Jaya yang megah itu, jaraknya lebih dekat.

Dari arah Tembilahan, mobil yang ditumpangi tim koran Posmetro Indragiri berbelok ke kanan. Jarak dari depan jalan lintas provinsi itu ke gerbang bandara sekitar 1,5 kilometer. Jalannya bagus. Aspal hotmix. Tapi sayang tak terawat. Di kiri kanan jalan, termasuk median jalan dipenuhi rumput liar. Kesannya malah terlihat bukan seperti jalan menuju ke bandara.

Mobil pun tiba di depan gerbang. Bangunan gerbang bandara ini masih kokoh. Tapi sudah kusam dan tak bercat lagi. Pintunya dipagar besi warna hitam. Nampak dikunci. Bahkan digembok. Untunglah dari sela-sela pagar sebelah kanan, rombongan Posmetro Indragiri bisa masuk. Akhirnya mobil diparkir di depan gerbang, dan tim pun berjalan kaki menuju areal gedung terminal bandara.

Tak ada petugas yang berjaga di gerbang. Tanpa izin pun kami tetap masuk. Jalan masuk ke bandara ini masih jalan tanah, ditumbuhi rumput. Karena hujan beberapa hari, malah jadi becek. Dari depan gerbang ke gedung terminal sekitar 100 meter. Walau diterpa rintik hujan, rombongan tetap semangat untuk sampai gedung terminal.

Menurut Irfan, salah seorang awak Posmetro Indragiri, jalan masuk dari gerbang ke gedung terminal itu, sejak dulu memang belum pernah diaspal. “Ya seperti ini saja dari dulu. Setahu saya belum pernah diaspal,” kata Irfan menjelaskan.

Irfan adalah anak jati Desa Sungai Salak, Kecamatan Tempuling. Sejak SD hingga tamat SLTA, ia lakoni di desa itu. Makanya soal Bandara Tempuling, Irfan cukup banyak tahu. Sebagai warga tempatan, Irfan dan keluarganya mengaku sangat senang dengan adanya Bandara Tempuling. Namun sejak tak Terawat lagi, justru keberadaan bandara itu membuat warga sekitar jadi resah.

“Karena gelap dan tak terawat, bandara ini kerap pula disalahfungsikan. Muda mudi kadang sering kedapatan berdua-duaan. Ya, warga jadi resah. Karena bisa jadi tempat mesum,” kata dia, sambil mengingat-ingat pernah juga ada pasangan muda mudi yang tertangkap di lokasi tersebut.

Belum lagi soal keamanan bandara. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Inhil H Rudiansyah kepada Posmetro Indragiri, tidak menampik apa yang disampaikan Irfan. Menurutnya, beberapa fasilitas bandara pun pernah dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ada juga pernah kita tangkap, mereka mencuri AC dan fasilitas bandara. Mereka kita proses secara hukum. Tapi, ya terulang lagi dan lagi. Walau sudah sering ditangkap dan diproses aparat penegak hukum, tetap saja ada yang mencuri,” jelas Rudiansyah dengan nada kesal via ponsel.

Karenanya, Dishub Inhil menyiagakan petugas di sana. Kata dia, saat ini ada empat orang tenaga honor Dishub di lokasi tersebut. “Kita jadwalkan mereka berjaga di bandara. Dua orang siang dan dua orang malam,” ujarnya. Sejak itu, barulah aksi pencurian beberapa fasilitas bandara berkurang.

Meski begitu, saat tim Posmetro Indragiri tiba lokasi ini, tak seorang petugas pun yang nampak. Malah ada beberapa orang warga yang berdiri di depan pagar gerbang masuk, dan ada pula yang masuk ke area bandara buat foto-foto. Walau hujan dan basah kuyup, warga ini tetap semangat berdiam santai di lokasi bandara itu.

Setiba di gedung terminal. Kesan pertama tim Posmetro Indragiri, sangat menyedihkan. Bandara yang begitu megah dan membanggakan di masanya, saat awal-awal diresmikan pada 2008 lalu, kondisinya saat ini sangat miris.

Kaca-kaca gedung banyak yang pecah. Tak satupun lagi perabotan ada di sini. Sekeliling bandara sudah hijau, dipenuhi rumput dan pohon. Ada juga pohon sawit yang berada di dalam semak-semak. Masuk ke ruang bagian dalam gedung terminal, terlihat banyak sekali barang-barang berserakan. Di bagian luar gedung, pun nampak banyak kerangka besi selongsong AC. Semua nampak semrawut dan seperti gedung tinggal.

Di lokasi ini ada 4 bangunan besar. Bangunan induk, gedung terminal bandara. Lalu di sebelah kanan terminal, ada lagi tiga gedung terpisah. Dari petunjuk yang ada di gedung terminal, tertulis kalau tiga gedung itu adalah kantor, gudang kargo dan ATC (Air Traffic Control). Nasib ketiga gedung ini pun tak jauh beda dengan gedung terminal utama. Bukan tak mungkin, jika tak kunjung cepat dirawat, semua gedung ini pun akan rusak, dan lama kelamaan akan hancur.

Pesawat Masih Mendarat

Meski kondisi Bandara Tempuling di Desa Sungai Salak, Inhil seperti itu, tapi ternyata sampai saat ini pesawat masih mendarat. Setiap pekan, masih ada jadwal pesawat perintis: Susi Air yang melayani rute ke Bandara Tempuling.

Ini dibenarkan oleh Kadishub Inhil H Rudiansyah. “Masih. Pesawat masih mendarat di Bandara Tempuling. Jadwalnya setiap Jumat. Kita sedang sesuaikan jadwalnya, agar penumpang bisa lebih ramai,” kara Rudiansyah.

Bahkan seperti diutarakan Royan, salah seorang awak Posmetro Indragiri yang lain, Bupati Inhil HM Wardan pun pernah naik pesawat dari Tembilahan ke Pekanbaru, via Bandara Tempuling. “Pak Wardan, Bupati Inhil, pernah kok ke Pekanbaru dari Bandara Tempuling,” aku Royan.

Dan, saat ini, kata Kadishub Rudiansyah lagi, pihaknya sedang berusaha meminta pihak maskapai Susi Air untuk menyesuaikan jadwal penerbangan. “Kami yakin, kalau jadwal dari Tembilahan bisa siang, saya yakin penumpang akan ramai. Harapan Pak Bupati pun seperti itu,” kata Rudiansyah.

Soal kondisi bandara, Rudiansyah mengaku, akan terus berupaya semampunya untuk menjaga. Ia pun berharap, adanya perhatian yang lebih, agar Bandara Tempuling bisa difungsikan lagi dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Inhil dan Provinsi Riau.  (bersambung)

Check Also

DPC AWI Kepulauan Meranti Serahkan Bantuan Bibit Bawang Merah

MERANTI (khabarmetro.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC-AWI) Kabupaten Kepulauan Meranti M …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *