Kamis , 29 Juli 2021

Kepada DPR RI, Gubri Paparkan Kesiapan Daerah Kelola Blok Rokan

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Terima Kunjungan Kerja (Kunker) Panja Migas Komisi VII DPR RI dalam rangka Pembahasan Blok Rokan, Selasa (9/3), Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar paparkan kesiapan daerah kelola Blok Rokan. Dimana Gubri berharap pengelolaan ladang minyak Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berjalan dengan baik.

Gubri, Syamsuar, juga mengatakan jika Pemerintah Provinsi Riau telah mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan saat masa alih kelola yang akan dilakukan pada Agustus 2021 mendatang. Pertama, terkait memfasilitasi dan menjaga situasi aman dan kondusif dalam peralihan dan kontrak kerja oleh PT PHR. Kedua, kesiapan BUMD dan perusahaan lokal dalam kerjasama B to B selaku vendor atau kontraktor disemua sektor, baik operator maupun jasa penunjang.

“Ketiga, menekankan pada PT PHR agar melakukan keterbukaan informasi atas kebutuhan tenaga kerja Pertamina,” katanya.

Selanjutnya, ke empat, menyelesaikan permasalahan lahan, aset limbah lingkungan Chevron dan kontrak lainnya secara komplek dan komprehensif. Kelima, penyerahan beberapa aset CPI atau barang milik negara lainnya yang dibutuhkan atau dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat Riau. Dalam hal ini Gubri mencontohkan adanya kantor pemerintah di Dumai, aset tanah Pemprov di Dumai, Power Plan yang dibangun anak perusahaan Chevron di Duri.

“Lalu keenam yakni pemberdayaan BUMD dan perusahaan lokal, ini diharapkan agar tim pengadaan barang dan jasa PT PHR berkedudukan di Pekanbaru,” pintanya.

Ketujuh, Gubri Syamsuar menginginkan agar kantor PT PHR harus berada di Pekanbaru untuk memudahkan koordinasi dengan Pemprov Riau dan kabupaten/kota, instansi vertikal serta semua pihak terkait.

Delapan, vendor selaku kontraktor di pengelola Blok Rokan, kata Gubri harus memiliki NPWP dan berkedudukan di Riau. Sembilan, dalam hal pelaksanaan B to B, Gubri mengharapkan adanya perhatian khusus Pemerintah Pusat terhadap BUMD dan perusahaan lokal secara langsung.

Dalam alih kelola ladang minyak Blok Rokan ini, Gubri menginginkan agar putra daerah yang mempunyai kompetensi untuk posisi penting dalam dewan komisaris dan direksi di PT PHR harus mendapat perhatian.

“Selain itu, kita juga minta diperhatikan pengusaha lokal dan masyarakat tempatan yang memiliki kemampuan dalam kegiatan jasa penunjang migas,” ujarnya.

Pemprov Riau juga akan membantu memfasilitasi perizinan dalam masa transisi pengalihan Blok Rokan. Serta ia juga berharap supaya pelaksanaan realisasi PI 10 persen dari PT CPI tidak terlalu lama.

“Dengan persiapan yang telah dilakukan, kami tentunya berharap produksi migas bisa maksimal di tangan PT PHR, sebab kita ketahui bahwa sekarang kondisi masyarakat sangat bergantung pada minyak dan gas yang ada di Riau,” pungkasnya. (dre)

Check Also

SPS Riau Bertamu ke Bahana Mahasiswa Unri

Pengurus SPS Riau saat berdiskusi dengan kru Bahana Mahasiswa Unri di kantornya, Kampus Binawidya Panam. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *