Rabu , 14 April 2021

Gubri Sebut Masih Ada Kedes di Riau Lambat Tanggapi Laporan Masyarakat Terkait Titik Api

 

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melibatkan unsur lapisan terbawah.

Para kepala desa, rukun warga (RW) hingga ke tingkat RT diminta untuk menindaklanjuti laporan masyarakat jika ada titik api. Syamsuar menyebutkan, ada beberapa kepala desa yang lambat menindaklanjuti laporan dari warganya ketika menemukan titik api. Hal itu sangat disayangkan. Namun demikian juga bersyukur banyak juga kepala desa (Kades) yang cepat merespon laporan tersebut.

“Kadang kepala desa ini ada yang segera menindaklanjuti jika ada laporan, tapi ada juga yang lambat meresponnya,” kata Syamsuar  Selasa (9/3).

Selain itu, Syamsuar juga meminta agar Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus memberi edukasi kepada masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

“Ini sudah kita lakukan secara bersama. Sudah ada dilakukan pemetaan terhadap titik rawan. Jadi saya minta, kita konsentrasikan kepada wilayah rawan ini kalau bisa sampai ke tingkat bawah, lapisan RT/RW. Agar mereka bisa memaklumi,” ucap mantan Bupati Siak ini.

Persoalan Karhutla di Riau, kata Syamsuar, harus dilakukan secara permanen agar tidak terjadi secara berulang setiap tahunnya. Untuk itu, Syamsuar mengajak pemerintah daerah agar maksimal melaksanakan langkah-langkah terkait pencegahan dan penanganan.

“Kami perlu sampaikan kepada bupati dan wali kota, kita harus menyelesaikan persoalan Karhutla secara permanen agar tidak itu saja kerja kita setiap tahun. Tentunya terhadap desa atau wilayah yang sering kebakaran ini, sudah ada langkah-langkah yang berkaitan dengan pencegahan. Sehingga kita harapkan, mereka tahu dan tidak melakukan pembakaran,” tandasnya.(dre)

Check Also

Ekspedisi Seroja Hadirkan Secercah Tawa di Tengah Bencana

  WAINGAPU (Khabarmetro.com)–  Curah hujan tinggi dan badai siklon Seroja pada 6 April 2021 lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *