Sabtu , 18 September 2021

Heboh..RT/RW Minta Insentif Dibayarkan

FK RT/RW Gelar Aksi Damai

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Forum Komunikasi (FK) RT/RW Kota Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Senin (14/12). Ratusan masa dari FK RT/RW Kota Pekanbaru itu, menyuarakan beberapa tuntutan, terutama persoalan insentif mereka yang belum kunjung dibayarkan.

Mereka menuntut agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membayarkan sisa honor tahun 2020 selama enam bulan lagi. FK RT/RW juga menuntut agar Pemko mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 tentang PMBRW. Tuntutan ini disampaikan, lantaran mereka menuding menjadi lahan korupsi.

Lebih satu jam menyampaikan orasi, perwakilan FK RT/RW Kota Pekanbaru akhirnya berkesempatan berdialog dengan Perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru. Mereka menjalani pertemuan selama satu jam di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.

Mereka ditemui langsung oleh Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan.
Azwan menyebut RT dan RW sebenarnya hadir menjadi perpanjangan tangan pemerintah di masyarakat. Mereka mestinya sejalan dengan pemerintah kota.

“Kalau ada masalah antara pemerintah dan RT RW ada forumnya. Namanya Forum RT RW, mestinya dibahas di forum itu tanpa turun ke jalan,” kata Azwan.

Ia mengungkapkan, pemerintah akan menfasilitasi pertemuan dengan Ketua Forum RT RW Kota Pekanbaru. Mereka bisa membahas permasalahan ini bersama forum yang ada.

RT dan RW sifatnya sosial kemasyarakatan. Ia menyebut insentif yang diberikan sesuai dengan kondisi keuangan pemerintah daerah.
Insentif ini sebagai bentuk apresiasi mendukung program pemerintah. Ia menegaskan bahwa insentif RT dan RW bukan gaji.
Azwan menegaskan bahwa insentif diberikan sesuai dengan kondisi keuangan pemerintah saat ini. Ia menyebut pada tahun 2020 pemerintah kota cuma bisa menbayar insentif selama enam bulan.

“Untuk saat ini tidak bisa dibayarkan 12 bulan penuh, hanya bisa dibayar enam bulan,” paparnya.

Kepastian enam bulan insentif yang belum terbayar nantinya sesuai audit BPKP. Mereka membayarkannya sesuai hasil audit.

Tiga bulan insentif yang tertunda pembayarannya pada tahun 2019 sudah dibayarkan kepada RT dan RW. Ia pun berharap RT dan RW bisa mengerti dengan kondisi keuangan pemerintah kota.

Kordinator Aksi Forum RT dan R2 Kota Pekanbaru Edriyanto Sanur menyebut, perwakilan sudah bisa menemui perwakilan pemerintah kota. Ia mengaku bahwa tuntutannya terkait pembayaran insentif penuh selama 12 bulan tidak bisa terealisasi.

Mereka hanya bisa memperoleh insentif untuk enam bulan. Ia menilai pemerintah beralasan kondisi keuangan pemerintah kota minim.

“Jadi tuntutan kami selama enam bulan ini, saya rasa tidak bisa terealisasi,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa tahun 2021 pemerintah kota berjanji. Mereka sudah menganggarkan 12 bulan bagi insentif RT dan RW.

“Yang belum terbayar tahun ini, nanti akan dibahas. Semoga bisa dibayar untuk tunda bayar tahun 2020,” paparnya.
Jumlah penerima insentif RT dan RW di Kota Pekanbaru mencapai 3.844 orang. Mereka yakni 763 orang Ketua RW dan 3081 orang Ketua RT yang tersebar di 83 kelurahan. (rpg)

 

Check Also

Pemkab Inhu Permudah  Transaksi Melalui Aplikasi “Bela Pengadaan”

Bupati : Pemerintah Perlu Memberikan Kesempatan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil    INHU (Khabarmetro.com)– Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *