Rabu , 8 Juli 2026

Diskusi LPIP Pekanbaru Ke-34, Hadirkan Pembicara Hebat: Dua Profesor dan Satu Doktor Muda Lulusan Jepang

Ketua LPIP Pekanbaru Prof Alaidin Koto saat menyampaikan opening speech.

PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) Pekanbaru menaja diskusi kali ke-34. Tema yang diangkat juga sangat menarik, terkhusus bagi generasi muda muslim.

Diskusi yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan UNILAK itu, Sabtu pagi (10/1/2026), mengangkat tema: “Membangun Strong Caracther Generasi Muda Muslim: Pengalaman Masyarakat Jepang”.

Pantas saja, LPIP Pekanbaru menghadirkan 3 pembicara hebat. Di antaranya, 2 profesor dan 1 doktor muda lulusan Jepang. Bahkan Prof Jaswar Koto, sudah lebih dari 20 tahun berdomisili di Jepang. Ia paham betul seperti apa budaya dan karakter orang di negeri sakura itu.

“Istri saya orang Jepang. Anak saya juga. Dan, saya sudah mengetahui betul seperti apa budaya dan karakter orang Jepang. Umumnya mereka bukan muslim, tapi budaya dan karakter kesehariannya sangat layak dicontoh,” kata Prof Jaswar, saat memulai diskusi.

Ia bercerita, bagaimana kuatnya orang Jepang itu memegang teguh prinsip kedisiplina dan taat aturan. “Saya coba melanggar aturan. Pasti istri dan anak saya marah. Kalau tidak juga berubah, saya akan dikucilkan,” ujar Prof Jaswar memberi gambaran.

Hadir pada diskusi ini, Ketua LPIP Pekanbaru Prof Dr H Alaidin Koto MA, Gubri pada masanya H Eddy Natar Nst, Rektor UNILAK Prof Junaedi, Dr Fakhri Yasin, Sekum ICMI Riau Muhammad Sahal dan undangan lainnya, serta para mahasiswa UNILAK.

Saat membuka acara, Prof Alaidin menyampaikan penjelasan tentang LPIP. Kata dia, Februari bulan depan LPIP Pekanbaru sudah berusia 11 tahun. Lembaga ini didirikan sebagai wadah berdiskusi kalangan yang punya kerisauan dengan kondisi negeri ini. Dan, setiap bulan biasanya selalu diadakan diskusi seperti ini.

Karenanya, ia berterima kasih kepada Rektor UNILAK Prof Junaidi yang berkenan menjadi tuan rumah. “Ini luar biasa. Kami berterima kasih kepada Rektor UNILAK sudah memfasilitasi diskusi ini. Alhamdulillah, semua beliau bantu. Semoga rutin diskusi LPIP ini nanti bisa berjalan,” harap Prof Alaidin.

Sementara itu, Rektor UNILAK Prof Junaedi berharap lewat diskusi itu memberikan semangat kepada para mahasiswa-mahasiswi yang sekarang kuliah di kampus itu. Para mahasiswa yang hadir ini, adalah penerima beasiswa sawit dari pemerintah.

Diskusi yang dipandu Dr Haris Simare mare, tak terasa berakhir begitu cepat. Di kesempatan sharing pengalaman, Prof Edi Erwan bercerita tentang tingginya etos kerja orang Jepang. Selama menempuh pendidikan doktoral di sana, ia merasa sangat banyak pengalaman baru dan baik, yang didapatkan.

Sedangkan doktor muda, Dr Indra Purnama lebih menekankan, sebenarnya tidak semua yang berasal dari Jepang itu baik. Dan, tak pula yang ada di Indonesia itu jelek semua. Bagaimana generasi mudah bisa mencontoh karakter dan etos belajar orang Jepang. Inilah yang perlu dipelajari oleh generasi muda Indonesia.

Akhir dari diskusi ini, seluruh peserta foto bersama. Rencananya, bulan Februari mendatang LPIP Pekanbaru kembali akan menaja forum diskusi sekaligus merayakan ulang tahun ke-11. (uli/irg)

Check Also

Azlaini Agus: Tokoh Riau Tak Akan Biarkan Datuk Seri Rida K Liamsi Sendiri Hadapi Kasusnya

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Tokoh perempuan Riau, Hj Azlaini Agus SH MH, menyatakan keprihatinannya terhadap dinamika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *