Rabu , 8 Juli 2026

Riau Pos Group Hancur di Tangan Manajemen Baru, Padahal Maju dan Berkembang di Tangan H Rida K Liamsi

 

Mantan Wakil Ketua DPRD, Asri Auzar

PEKANBARU (khabarmetro.com)- Tokoh Riau, yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Riau, H Asri Auzar menilai, bahwa Riau Pos Group mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan manajemen yang baru.

Sejak 2015 akhir, ada beberapa orang yang dipercaya oleh pihak pemegang saham dari Jawa Pos, untuk mengendalikan dan memegang tampuk pimpinan media terbesar di Sumatera bagian Barat itu, yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri. Mereka ini memegang manajemen sampai mengendalikan keuangan perushaan.

Menurut Asri Auzar, ketika perusahaan masih dipimpin oleh pendirinya, H Rida K Liamsi, kondisi Riau Pos Group dikenal sebagai salah satu perusahaan media terbesar dan paling maju di Sumatera.

“Faktanya, saat H Rida K Liamsi masih memimpin, Riau Pos Group berkembang sangat pesat. Operasional perusahaan berjalan baik, gaji karyawan lancar, perusahaan sehat, dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Sangat disayangkan, setelah kepemimpinan beralih kepada manajemen yang dikirim oleh Jawa Pos, kondisinya justru terus mengalami kemunduran hingga muncul berbagai persoalan yang kita lihat sekarang,” ujar Asri Auzar.

Ia mengatakan, kondisi yang dialami para eks karyawan saat ini, menjadi bukti nyata dan kuat bahwa perusahaan sangat memerlukan pembenahan menyeluruh.

Menurutnya, manajemen seharusnya lebih mengutamakan penyelesaian hak-hak karyawan daripada membiarkan persoalan berlarut-larut seperti yang terjadi saat ini.

Para eks karyawan mengaku memahami bahwa industri media menghadapi tantangan berat akibat perubahan teknologi dan menurunnya pendapatan iklan.

Namun mereka menilai kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan hak-hak pekerja yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Mereka juga mempertanyakan gaya hidup pimpinan perusahaan yang dinilai bertolak belakang dengan kondisi keuangan perusahaan. Masih bisa santai-santai, dan seperti tak ada masalah saja.

“Di saat perusahaan beralasan kesulitan keuangan, kami melihat pimpinan justru tetap menjalani gaya hidup yang santai dan seperti tak ada masalah. Hampir setiap pekan terlihat pergi memancing hingga ke luar kota, sementara hak-hak karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan belum juga diselesaikan,” ujar eks karyawan lainnya.

Para eks karyawan mendesak manajemen, khususnya Direktur Utama Ahmad Dardiri dan jajaran direksi, agar lebih memprioritaskan penyelesaian kewajiban kepada para pekerja dibanding terus menyampaikan berbagai alasan ataupun menyalahkan pihak lain.

Mereka menegaskan tuntutan utama tetap sama, yakni pelunasan seluruh hak eks karyawan sesuai ketentuan yang berlaku. (adn/rls)

Check Also

Putra Pendiri Riau Pos Murka: Jangan Petantang-Petenteng ke Riau, Hormati Rida K Liamsi

  PEKANBARU  (khabarmetro.com)–  Gelombang protes terhadap perlakuan yang dinilai tidak adil kepada Rida K. Liamsi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *