
Bupati Siak Dr Afni Z dan Pimpinan DPRD Siak usai paripurna penetapan APBD-P.
SIAK – Pendapatan daerah Kabupaten Siak dalam APBD Perubahan 2026 turun 6,76 persen, dari Rp2,37 triliun menjadi Rp2,21 triliun. Meski menghadapi tekanan fiskal, Pemkab Siak tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, irigasi, dan pelayanan publik.
Hal itu disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli setelah DPRD dan Pemkab Siak menyepakati Ranperda tentang Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siak, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2,236 triliun dengan defisit Rp26,58 miliar yang ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp41,1 miliar.
Banggar meminta Pemkab Siak mempertajam prioritas belanja agar anggaran yang tersedia memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Afni menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik, terutama pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok kampung dan desa.
“Tekanan fiskal tidak hanya dirasakan Siak, tapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Kita terus berjuang, berikhtiar mendapatkan hak-hak masyarakat kita tanpa mengurangi kualitas pelayanan, terutama infrastruktur sampai ke pelosok kampung dan desa,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemkab Siak juga mengupayakan dukungan anggaran pemerintah pusat. Melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, Siak memperoleh tambahan pembangunan jalan rigid beton sepanjang 3,5 kilometer, meningkat dari satu kilometer pada tahun sebelumnya.
Proyek senilai Rp49,9 miliar tersebut berada di ruas Pinang Sebatang Barat, dari Perawang menuju Sungai Mandau. Afni menyebut proses lelang proyek telah selesai.
Untuk penanganan banjir, Pemkab Siak juga berkolaborasi dengan perusahaan sekitar dalam pembersihan sungai sepanjang sekitar 10 kilometer.
Sementara itu, di sektor pertanian, Siak memperoleh alokasi anggaran irigasi sekitar Rp98 miliar melalui APBN Perubahan 2026. Ditambah anggaran perbaikan dan pembangunan irigasi di wilayah Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) hingga Teluk Lanus, total alokasi disebut mencapai lebih dari Rp112 miliar.
Afni mengapresiasi dukungan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pembahasan APBD Perubahan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara legislatif dan eksekutif terus terjaga untuk memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah tekanan fiskal.
“Persetujuan ini lahir dari kesepahaman dan komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Siak yang kita cintai. Semoga kolaborasi ini senantiasa terjaga dan mendapat rida Allah SWT,” ujarnya.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Siak Indra Gunawan dan dihadiri Bupati Afni Zulkifli beserta jajaran pemerintah daerah. (man/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU