Senin , 2 Agustus 2021

500 Karyawan Terancam Dirumahkan

 

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Ditutupnya perusahaan, atau Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Sanling Sawit Sejahtera (PT SSS), di Desa Rimpian Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kab Inhu Riau menuai masalah sosial. Senin, 8/3/2021.

Awalnya masalah datang dari beberapa orang yang diduga melakukan aksi provokasi, yang diketahui bukan berasal dari Desa Rimpian, melainkan dari Desa lainnya, dengan tujuan melakukan aksi-aksi yang diduga di latar belakangi persaingan usaha yang sama. Dalam aksinya orang-orang tersebut diketahui mengusung isu yang menyudutkan PT SSS.

Sementara diketahui berdasarkan keterangan Anggota DPRD Inhu, dan Pemkab Inhu, beberapa waktu lalu, pihaknya telah turun ke lokasi pabrik yang dipermasalahkan, untuk memantau dan sidak atas informasi yang beredar, namun kenyataannya, keberadaan pabrik tersebut telah memiliki semua bentuk perizinan dan dokumen telah lengkap, atas hal itu, pemerintah kabupaten Inhu tidak menemui adanya masalah apapun dalam proses pembangunan pabrik Kelapa Sawit tersebut, bahkan Pengadilan Tinggi Riau pun sudah memenangkan perusahaan PT Sanling Sawit Sejahtera dari gugatan pihak-pihak yang keberatan.

Belakangan diketahui, perusahaan yang baru beroperasi itu pun ditutup. Dampak dari pabrik PT. Sanling Sawit Sejahtera (SSS) dalam beberapa hari tidak beroprasi, ratusan buruh kehilangan pekerjaan. Terkait hal tersebut, sekitar 500 buruh yang dinaungi beberapa organisasi datangi Kantor Dinas Ketenaga Kerjaan dan DPRD Inhu untuk menyampaikan aspirasi.

“Perusahaan sudah tutup selama tiga hari hingga hari ini, dampak tersebut membuat masyarakat kehilangan mata pencarian sebagai buruh maupun karyawan perusahaan, terkait persoalan yang menimpa perusahaan, buruh tidak tahu,” ungkap Ketua Serikat SPTD Inhu, Zulfendy, Senin (8/3/2021).

Menurut Zulfendy, 500 buruh kerja di pabrik Kelapa Sawit tersebut harus merasakan derita akibat tidak bekerja, dan dampaknya, ada ribuan anggota keluarga yang berada di wilayah Desa Rimpian dan kecamatan Bukit Batu Jaya Inhu yang terancam kehilangan sumber kehidupan ekonomi.

Hal itu juga disampaikan oleh salah satu wakil ketua serikat pekerja di Pabrik tersebut, Sapri, kepada awak media ini mengatakan, hari ini, Senin 8/3, pihaknya bersama ratusan buruh dari PKS PT SSS mendatangi Kantor Dinas tenaga kerja dan DPRD Inhu untuk meminta pemerintah Inhu dan dewan dapat memfasilitasi perusahaan agar secepatnya dapat beroperasi.

,”Keluarga kami butuh makan, khususnya masyarakat Desa Rimpian, yang saat ini turut menjadi korban kehilangan pencaharian, selain buruh di PKS, ratusan warga juga menjajakan dagangannya di seputar pabrik, kini sudah tutup berhari-hari, mohon pemerintah fasilitasi hal ini,” terang Sapri.

Sapri, yang merupakan wakil ketua serikat di pabrik itu juga menegaskan, bahwa permasalahan ini dipicu oleh orang-orang yang hanya ingin mementingkan diri sendiri, karena merasa tersaingi dengan hadirnya perusahaan baru di wilayah tersebut.

,”Ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus segera bertindak, kami ini warga di Desa Rimpian, butuh hidup. Perusahaan juga butuh aman dan nyaman dalam berinvestasi, apalagi ini masa Pandemi Covid 19, iklim usaha harus di prioritaskan, dan di lindungi oleh Pemerintah,” beber Sapri.

Menurut Sapri dan rekan-rekannya, ratusan buruh yang turun ke Kantor Dinas

Tenaga kerja dan DPRD Inhu mendapat respon positif dan sangat didukung oleh kedua lembaga tersebut.

,”Baik pak, pihak dinas Tenaga kerja sangat mendukung aksi ini, karena mereka (Disnaker_red) tidak mau melihat warganya menganggur, begitu pulak dengan ketua DPRD Inhu, mengatakan akan segera bertindak dan mengagendakan hearing untuk penyelesaian permasalahan ini,” jelas Sapri.(btr/rls)

Check Also

BEBUAL SAMBIL NGOlah Pikiran yang ditajah oleh Kwarran Binawidya Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro.com ) – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Binawidya pada Jumat 30/07/2021 melalui Dewan Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *