
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Zaman semakin canggih. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, saat ini, berkembang dengan masif sehingga berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam pendidikan.
Tenologi AI berguna untuk memudahkan pembelajaran bagi siswa/i di sekolah. Kemunculan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intellegence) juga dapat menanamkan sifat mandiri dalam diri para siswa/i.
“Alhamdulillah, Teknologi Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) yang dikembangkan oleh Prof Jaswar Koto, Ocean & Aerospace Research Institute, Osaka, Japan, Insya Allah akan bisa dinikmati oleh siswa SMAN 1 Concong suku laut di daerah 3T dalam waktu dekat ini.”
Demikian penjelasan Haryono Maha Seri Bijawangsa, Presiden Suku Laut kepada media, awal pekan ini.
Dirinya sangat bersyukur dan juga menyebut, bahwa penerapan teknologi Gen-AI di SMAN 1 Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sebagai bentuk tantangan akan hadirnya perubahan zaman dalam dunia digital.
“Maka kami, SMAN 1 Concong menyatakan siap menghadapai masa depan digitalisasi futuristik. Tak terbayang, kami sekolah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), menjadi Pilot Project atau proyek percontohan utama Pembangunan Digitalisasi Pembelajaran,” kata Haryono.
Disamping itu, planning penerapan Gen-AI di klinik di daerah 3T juga menjadi bahan perhatian oleh Dr Medrison.

Kepala SMAN 1 Concong Lily Khairani.
Sangat Senang dan Siap
Pihak sekolah, ketika dihubungi, Kamis siang (27/6/2024), seperti disampaikan Kepala SMAN 1 Concong Lily Khairani, SSi MM, sangat senang menerima informasi ini. Ia mengaku, sudah dihubungi Presiden Suku Laut Haryono, dan menyatakan kesiapan.
“Sudah ada dihubungi pak Hayono. Kami, di SMAN 1 Concong sangat senang dan sangat siap. Dari segi SDM, kami sangat siap. Jika didukung oleh ketersediaan jaringan dan teknologi internet yang memadai tentu teknologi Gen-AI ini bisa diterapkan di sekolah kami,” ucapnya, senang.
Lily berharap, rencana tersebut bisa segera direalisasikan. “Apalagi ada dukungan dari pak Haryono, Presiden Suku Laut dan Prof Jaswar, ahli AI dari Jepang, yang juga asli dari Indonesia. Apa yang dilerlukan nanti, kami siap membantu,” ujarnya.
Pilot Project di Daerah 3T, Riau
Sementara itu, Prof Jaswar Koto dalam keterangannya menyebutkan bahwa teknologi Gen-AI ini sangat membantu siswa/i dalam belajar. Apalagi sekarang, zaman makin canggih, tentu AI secara massif sudah bisa diterapkan di dunia pendidikan.
“Saya senang, Presiden Suku Laut, pak Haryono Maha Seri Bijawangsa, mendukung rencana ini. SMAN 1 Concong pun siap untuk penerapan teknologi ini. Tentu ini awal yang baik, sebagai pilot project, untuk kemajuan pendidikan di Riau, terutama di sekolah 3T. Sekarang kita bersama Suku Laut. Nanti, ke depan kita akan jalan lagi bersama suku asli yang lain, misalnya Talang Mamak, Suku Akit dan lainnya. Jika ini kita dukung bersama, saya yakin akan sukses,” kata Prof Jaswar, optimis.
Ia yakin, persoalan jaringan atau internet tidak akan jadi masalah. “Selama ada yang mengoperasikan handphone/smartphone, itu artinya jaringan bagus. Teknologi Gen-AI akan bisa diterapkan dengan mudah, lewat hp pun bisa digunakan.
Namun, kata dia, dari keterangan Presiden Suku Laut Haryono Maha Seri Bijawangsa, menurut Prof Jaswar Koto, pihaknya nanti akan membangun “Taman AI” di Concong, Inhil. Ini tentu akan melibatkan provider telekomunikasi nantinya, agar server untuk AI bisa3 maksimal berfungsi.
Seperti diketahui, Prof Jaswar Koto ini adalah salah seorang ahli teknologi AI yang saat ini masih berdomisili di Jepang.
Meski begitu, dia banyak membantu Pemprov Riau dalam hal pengembangan teknologi Gen-AI ini. Selain di dunia pendidikan, Prof Jaswar Koto juga akan mengembangkan dan segera mengoperaskan teknologi AI untuk bidang kesehatan. (Km1/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU