Jumat , 1 Mei 2026

Sukses Dimulai Hari Ini, Saat Ini (Bagian 4)

Oleh: Suhu Wan

“Sampai suatu dini hari saya terbangun dan merenung cukup lama. Saya berpikir mau sampai kapan kondisi saya seperti saat ini.”

SAAT mengalami kebangkrutan saya merasa berada ditengah samudra, dihantam badai, terombang-ambing oleh gelombang, diseret arus. Memiliki impian dan tujuan sama ibarat saya memiliki seutas tali yang menyelamatkan saya.

Di saat saya membesarkan tujuan maka tali penyelamat itupun membesar.

Coba perhatikan, impian dan tujuan adalah merupakan area masa depan dan rasanya belum terhubung dengan saat ini. Namun yakinlah, dengan mengubah tujuan, maka otomatis yang kita lakukan saat ini akan ikut pula berubah.

Bagaimana cara saya bisa membesarkan tujuan di saat dalam kondisi terpuruk dalam kebangkrutan?

Saat berada di titik nadir kehidupan, lazimnya akan sulit bagi siapapun untuk memikirkan tentang masa depan, termasuk merumuskan tujuan. Bahkan tujuan yang pernah kita miliki pun, rasanya sudah menghilang dan kehilangan arah.

Hari demi hari hanya memikirkan bagaimana bisa bertahan, tagihan demi tagihan berdatangan, terus merasa stres untuk memikirkan bagaimana bisa keluar dari lingkaran setan.

Belum lagi kesulitan yang dihadapi untuk kehidupan sehari-hari, sering 1 telur didadar kami bagi 4 untuk makan sekeluarga. Siapapun yang sedang lapar sulit memikirkan masa depan.

Hampir dua tahun saya mengalami kondisi ini (tahun 2005-2006) dan seperti tidak ada jalan keluar. Sampai suatu dini hari saya terbangun dan merenung cukup lama. Saya berpikir mau sampai kapan kondisi saya seperti saat ini.

Seusai ibadah subuh saya memilih tumpukan buku dan kebetulan menemukan buku agenda tahun 2002. Saya buka dan membaca tulisan berupa tujuan dan target 5 tahun yang dulu saya tulis.

Saya tercenung cukup lama saat membaca tujuan 5 tahun itu. Dari mulai awal kebangkrutan rasanya saya nyaris sudah melupakannya. Boro-boro mau memikirkan tujuan, bisa bertahan hidup normal saja rasanya sudah sangat berat.

Hari-hari saya lewati dengan kegalauan. Setiap bangun pagi rasanya pikiran dan perasaan negatif selalu menghantui saya. Sudah terbayang hari ini akan terasa berat untuk saya lewati. Saya khawatir sebentar lagi hp saya akan berbunyi, dan yang menelpon adalah yang menagih hutang.😀

Rutinitas harian juga saya jalani dengan beban pikiran dan khawatir seperti saya bangun tidur tadi pagi. Bahkan kadang nasi ditelan rasa sekam, air diminum rasa duri.

Sudah larut malam baru bisa tertidur dengan perasaan lelah dan cemas. Agak susah saya menggambar semua secara utuh kondisi saya pada saat itu, namun bagi yang pernah mengalaminya mungkin lebih mudah untuk membayangkannya. Kadang saya marah, kadang menyesal, kadang menangis, pokoknya semua perasaan bercampur-aduk.😭

Hampir setiap hari selalu berulang kondisi seperti itu.

Namun hari berbeda saya rasakan saat di pagi saat saya membuka buku agenda dan membaca tujuan saya. Hari inilah yang menjadi awal perubahan yang besar dalam kehidupan saya. Hari yang menjadi awal kebangkitan saya dari keterpurukan.

Mau mendengar lebih lanjut apa yang terjadi pada hari itu pada diri saya? Apa yang saya lakukan? Bagaimana sebuah pagi bisa membuat saya bisa bangkit dari kondisi di titik nadir? Pesawat yang membawa saya dari kota Shantou akan segera mendarat di kota Yiwu. Nanti tulisan akan saya lanjutkan lagi ya.

Selamat pagi, salam 🖐 AMRI

** bersambung

Check Also

JCH Asal Kampar Dawanus Mahmud Muhammad Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

JCH asal Kampar yang wafat di Madinah. PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Kabar duka datang dari Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *