Senin , 22 Juni 2026

Sukses Dimulai Hari Ini, Saat Ini (Bagian 3)

Oleh: Suhu Wan

“Hal yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah saat kita tiba diakhir perjalanan, kemudian menoleh ke belakang dengan penuh penyesalan…”

KALAU kita benar-benar jujur dengan diri sendiri, setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang luar biasa. Kehidupan yang sesuai dengan tujuan dan impian kita.

Kehidupan yang luar biasa bukan berarti harus kaya atau terkenal. Tujuan dan impian setiap orang bisa berbeda. Kehidupan yang luar biasa bagi kita adalah kehidupan yang terbaik versi kita sendiri.

Kita bisa menjalani hidup sesuai dengan keinginan kita, bebas untuk melakukan, menjadi dan memiliki apa yang kita inginkan dalam hidup.

Hal yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah saat kita tiba diakhir perjalanan, kemudian menoleh ke belakang dengan penuh penyesalan, karena menyadari bahwa kita seharusnya bisa menjadi lebih baik lagi, bisa melakukan lebih banyak lagi.

Sebagian besar dari kita terlalu sibuk menjalani atau sekedar bertahan hidup sehingga tidak pernah meluangkan waktu untuk memikirkan apa paling penting dalam hidup kita.

Jangan sampai di saat kita meninggalkan dunia yang fana ini, kita tidak pernah menentukan apa tujuan hidup kita.

Sejak bangun pada pagi hari, kita langsung sibuk dengan rutinitas harian bahkan ada yang sangat terburu-buru karena merasa sudah terlambat. Menjalani hari dengan kesibukan yang tak ada habisnya sampai menjelang tidur malam. Kewalahan, capek, stres senantiasa dirasakan.

Sebagian lagi memulai paginya dengan malas, bahkan merasa enggan untuk bangun. Menjalani hidup yang terasa membosankan, datar, tidak ada semangat, membuang-buang waktu tanpa tujuan dan merasakan kekecewaan.

Sediakan waktu dalam minggu ini untuk memikirkan, menentukan dan merumuskan tujuan hidup Anda. Tulis tujuan itu di tempat yang bisa Anda lihat setiap hari. Bisa tulisan di buku atau kertas yang ditempel di dinding pintu atau di meja. Bisa juga di gadget atau dimanapun, yang penting selalu terlihat oleh Anda.

Saya pernah mengalami kebangkrutan bisnis secara total pada tahun 2005 sampai 2006, di saat memiliki 36 cabang toko. Waktu memulai bisnis pada tahun 2000, saya mulai dari nol. Waktu bangkrut syukurnya saya tidak jatuh ke nol melainkan jatuh ke minus alias hutang.😀

Semua cabang toko tutup, semua aset terjual dan masih dikejar-kejar hutang. Rumah saya pernah beberapa bulan ditungguin oleh debt collector. Untungnya malah selama ditungguin itu rumah saya malah aman dari kemalingan.😀

Target pertama-tama saat saya memulai bisnis adalah membuka 100 cabang toko. Saat bangkrut saya mengubah target saya yakni akan membuka 1.000 cabang toko (belakangan berkembang lagi menjadi 10.000 cabang toko).

Lalu apa yang terjadi pada diri saya dengan membesarkan tujuan bisnis saya? Aneh bin ajaib, begitu mimpi saya membesar semua masalah yang saya hadapi seolah-olah mengecil.

Membesarkan tujuan adalah titik balik sehingga saya bisa bangkit dan memiliki ratusan cabang toko saat ini.

Pesawat tujuan ke Shantou telah memanggil saya. Akan saya lanjut lagi tulisan ini ke bagian berikutnya.

Selamat pagi, salam 🖐 jari AMRI

** bersambung

Check Also

Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah: Pekerja Menderita, Negara Rugi Miliaran Rupiah

  Kebun Cot Girek PTPN IV Regional 6, yang kerap di okupasi paksa dan dijarah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *