
Prof Jaswar Koto (kiri), Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia PRj. Haryono Maha Seri Bijawangsa dan dr Medrison saat di Bali.
BALI (Khabarmetro.com)- Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Potensi perikanan dan kelautan di negeri ini, luar biasa besar. Optimalisasi potensi ini sangat diperlukan, untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
Salah satu ide brilian untuk menyongnsong Indonesia Emas 2045, maju dibidang perikanan dan kelautan diperlukan langkah konkret dan lebih berani.
Inilah sekarang yang sedang dirancang tim khusus, yang dikomandani oleh Prof Jaswar Koto dari Jepang. Ide brilian ini sepenuhnya bertujuan untuk rakyat Indonesia.
Namanya, adalah Megapolitan City Sea atau Kota Metropolitan Laut (KMpL). Ini nantinya akan menjadi salah satu Mega Project Perikanan dan Kelautan di Indonesia.
Ketika bertemu di Bali, Selasa (16/7)2024), Prof Jaswar Koto tidak menampik adanya rencana dan persiapan membuat rancangan Megapolitan City Sea tersebut.
“Megapolitan City Sea atau Kota Metropolitan Laut (KMpL) itu punya tujuan mulia. Bagaimana kita bisa memaksimalkan hasil-hasil perikanan dan laut Indonesia ini untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Jadi, kerja-kerja ini adalah kerja sangat serius dan mulia,” jelas Prof Jaswar bersemangat.
Terutama, kata Prof Jaswar, bagi masyakarat yang hidup di pesisir atau lebih dikenal dengan Suku Laut atau Bangsa Orang Laut. Seperti yang ada di Desa Concong, Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.
“Jika Megapolitan City Sea ini terwujud, masyarakat di pesisir atau Suku Laut/Bangsa Orang Laut akan makmur dan Sejahtera. Kita berharap imbasnya juga kesitu,” ujarnya.

Ini juga dibenarkan dan didukung oleh Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia PRj. Haryono Maha Seri Bijawangsa. Menurutnya, Suku Laut yang sekarang diidentikkan dengan 3T (terluar, terdepan, tertinggal), melalui Mega Project Kota Metropolitan Laut (KMpL) ini, akan berubah menjadi lebih maju.
“Bangsa Orang Laut ini sekarang identik dengan sebutan 3T, terluar, terdepan dan tertinggal. Jika saja Megapolitan City Sea ini nanti terwujud, maka 3T itu akan berubah menjadi Terluar, Termaju dan Terkaya. Ini harapan dan niat mulai kita. Bagaimana Orang Bangsa Laut ini akan maju dan sejahtera,” ucap PRj. Haryono.
Soal kesehatan, dr Medrison pun sangat yakin bisa diwujudkan di kawasan Megapolitan City Sea ini nantinya. Penerapan teknologi kesehatan di kawasan ini nanti, tentu berbasis teknologi maju dan modern. Otomatis, kesehatan dan hidup Suku Laut nantinya akan terjamin. Jika mereka semua sehat, tentu akan menjadi produktif dan maju.
Lalu, bagaimana gambaran konkret, kondisi dan infrasturktur Kota Metropolitan Laut itu?
Dijelaskan Prof Jaswar Koto, infrastruktur di Kota Metropolitan Laut (KMpL) digambarkan, akan ada seluruh fasilitas untuk menunjang kerja-kerja bidang perikanan dan kelautan. Tentunya ditunjang teknologi modern.
Di antara infrastrukur yang akan dibangun di Kota Metropolitan Perikanan Laut ini, adalah pelabuhan laut dan bandara, industri kemasan dan pengolahan, perusahaan jasa pengiriman/ekspedisi dan kantor pemerintah serta keamanan.
Kota ini, lanjut Prof Jaswar, juga dilengkapi dengan mal dan perbankan, lalu sistem informasi dan telekomunikasi canggih, sarana ibadah dan hiburan, serta perusahaan perikanan.
“Jadi, dari sinilah nanti proses kemajuan bidang perikanan dan kelautan akan dimulai. Semua kerja-kerja yang selama ini memakan waktu lama, baik bidang perikanan atau kelautan akan bisa dipersingkat dan lebih maksimal hasilnya,” jelas Prof Jaswar menambahkan.
Menyangkut dengan kebutuhan sehari-hari di lokasi KMpL ini nantinya, Prof Jaswar yang sudah lama tinggal di Jepang itu, menyebutkan, bahwa nantinya itu akan dipenuhi dengan teknologi terkini.
Seperti kebutuhan sayur-sayuran, bisa nanti disiapkan sistem hydroponic yang tidak memerlukan lahan luas. Karena dari air laut pun sudah ada teknologi mengembangkan hydroponic ini.
“Saya dengan tim sudah memikirkan semua kebutuhan dan keperluan primer di Kota Metropolitan Laut ini. Kita siapkan rancangannya dan mudah-mudahan mendapat sambutan baik dari pemerintah Indonesia atau investor nantinya,” kata Prof Jaswar Koto. (Km1/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU