Minggu , 26 April 2026

Sistem Pembelajaran berbasis AI dengan Metode “OBE” [The Gen-AIU], Prof Jaswar: Hanya Perlu Biaya Kuliah Rp10 Ribu per- Mahasiswa per-Semester

Prof Jaswar Koto.

DI tahun 2013, Prof Jaswar Koto memulai penelitian tentang pembelajaran berbasis kecerdasan buatan [Artificial Intelligence] dengan Metode Outcome Based Education [OBE], ketika beliau masih mengajar di Jurusan Aeronautics, Naval Architecture and Offshore Engineering, Universiti Teknologi Malaysia [UTM].

Delapan tahun kemudian, di tahun 2021, Prof Jaswar Koto dari Ocean and Aerospace Research Institute [OcARI] memperkenalkan pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE dengan nama The Gen-AIU.

Dengan sistem pembelajaran ini akan menambah model pembelajaran di perguruan tinggi menjadi tiga model yaitu: Pembelajaran Tatap Muka, Pembelajaran Hybrid [Tatap Muka dan Online] dan Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE.

Sistem pembelajaran berbasis AI oleh OcARI ini telah digunakan oleh mahasiswa/i di beberapa universitas di Indonesia dan beberapa mahasiswa/i di luar negeri.

Mahasiswa/i pada program studi Informatika, Sains Data, Bisnis Digital, Komunikasi Digital, Digital Neuropsychology, Teknik Industri dan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Jakarta.

Mahasiswa program studi Teknik mesin Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta pada matakuliah Kekuatan Kapal, Sistem Otomasi Kapal, Managemen Transportasi Laut, Bangunan Lepas Pantai.

Mahasiswa program studi Teknik mesin Universitas Riau (Unri) pada matakuliah pemilihan bahan & proses, dan kelelahan material.

Mahasiswa program studi Teknik mesin Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pekanbaru pada seluruh matakuliah.
Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan yang berlokasi di luar negeri antara lain dari Nagano Jepang, Niigata Jepang, Kumamoto Jepang, Yokohama Jepang, Caregiver Taiwan dan Jerman.

Keuntungan The Gen-AIU

Keuntungan utama pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE, berbanding sistem pembelajaran lainnya adalah terjadinya penghematan biaya operasional pendidikan.

Biaya yang akan dihemat, antara lain: Biaya investasi gedung beserta perlengkapannya, biaya perawatan gedung, biaya pemakaian listrik, biaya operasional perkuliahan, transportasi, Alat tulis kantor (ATK), konsumsi dan lainnya oleh pegawai, pranata laboratorium, dosen dan mahasiswa, serta biaya tidak langsung dengan terjadinya penghematan waktu oleh dosen, mahasiswa,pegawai dan pimpinan perguruan tinggi.

Sebagaimana diketahui, bahwa biaya operasional Pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah (Kemdikti) dalam bentuk bantuan untuk perguruan tinggi negeri (PTN) adalah Rp9,4 juta/mhs/tahun yang dikenal dengan BOPTN [1], sedangkan Biaya operasional Pendidikan untuk Perguruan Tinggi kementerian lain (PTKL) adalah Rp. 129.6 juta/mhs/tahun [1].

Alokasi biaya operasional Pendidikan tinggi berbeda-beda untuk masing-masing perguruan tinggi, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan rerata biaya operasional Pendidikan Rp9,6 juta/mahasiswa/tahun, Universitas Andalas (Unand) Padang dengan biaya operasional Rp10,3 juta/mhs/tahun, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dengan biaya operasional Rp38 juta/mhs/tahun dan dan sekolah Tinggi Pertanian mencapai Rp150 juta/mhs/tahun [1]. Serta Universitas Gunadharma Jakarta dalam perencanaan pembiayaan pembelajarannya minimum Rp18 juta/mhs/tahun [2].

Dan, tentu dengan biaya hanya Rp10.000/mhs/semester atau Rp20.000/mhs/tahun yang ditawarkan oleh OcARI, akan sangat besar penghematan yang dapat dilakukan terhadap biaya operasional Pendidikan pada perguruan tinggi.

Jika diambil contoh dengan perkiraan minimal bahwa biaya operasional proses perkuliahan saja 40% diluar beasiswa, gaji dosen, penelitian, dan pengabdian, maka perguruan tinggi akan mampu menghemat setiap mahasiswa atau satu program studi dengan ilustrasi sebagai berikut:

Keuntungan lainnya dari sistem pembelajaran berbasis AI ini, antara lain, adanya otomatisasi capaian pembelajaran Program Learning Outcome [PLO] dan Course Learning Outcume [CLO], otomatisasi tugas-tugas administratif, misalnya mencatat kehadiran mahasiswa dan otomatisasi asesmen, misalnya penilaian kuis, tugas, UTS, UAS, laporan proyek, laporan eksperimen, proposal dan tugas akhir.

Dengan otomatisasi tersebut memungkinkan dosen untuk lebih fokus pada penelitian, improvisasi pengajaran dan interaksi dengan mahasiswa. Dosen akan memiliki lebih banyak waktu untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dan interaktif, sehingga hal ini akan berdampak positif pada kualitas pendidikan secara keseluruhan dan ini menjadikan pembelajaran berbasis AI memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem pendidikan tanpa menunggu respon dari dosen/pengajar.

Disamping itu, pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE juga berperan dalam memperbaiki aksesibilitas pendidikan. Pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE mampu menghilangkan berbagai hambatan yang sebelumnya membatasi akses terhadap pendidikan, seperti lokasi geografis dan keterbatasan fisik. Dengan bantuan AI, pendidikan kini dapat diakses oleh lebih banyak orang di berbagai belahan dunia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Kehadiran AI membuka peluang bagi semua individu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas dengan dapat belajar kapan saja dan dimana saja.

Alhamdulillah, di tahun 2025, pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE telah diterapkan di 6 perguruan tinggi di Indonesia yaitu:

1. Universitas Insan Cita Indonesia [UICI]

Di awal tahun 2021, sistem pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE diterapkan di Universitas Insan Cita Indonesia [UICI] pada program studi Informatika, Sains Data, Komunikasi Digital dan Bisnis Digital. Dengan penerapan sistem pembelajaran berbasis AI tersebut, menjadikan UICI sebagai Universitas Digital berbasis AI pertama di dunia dengan penyebaran mahasiswa di beberapa negara dan daerah.

Dan, di tahun 2024, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) telah menerapkan pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan [AI] di tujuh program studi, yaitu Informatika, Sains Data, Bisnis Digital, Kumunikasi Digital, Digital Neuropsychology, Teknik Industri dan Teknologi Industri Pertanian, sebagaimana ditampilkan pada link ini; https://drive.google.com/file/d/1buqEs5DDrQfYTxgSLdFnsQ46-pIfBFXC/view.

2. Unversitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta [UPNVJ]

Disamping UICI, Teknik Naval Arsitektur UPN Veteran Jakarta juga telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE dalam pembelajaran pada mata kuliah tertentu, seperti Kekuatan Kapal, Sistem Otomasi Kapal, Managemen Transportasi Laut, Bangunan Lepas Pantai, sebagaimana ditunjukkan pada Link berikut ini tentang testimoni dari mahasiswa yang telah menggunakan sistem pembelaajaran tersebut; https://drive.google.com/file/d/1ezoHr9X5c_JkDbY_Ty4pHfECbAm1NqB2/view.

3. Universitas Riau [UNRI]

Sistem AI di Universitas Riau mulai dikenalkan oleh Prof Jaswar Koto pada tahun 2014, yaitu pada acara expo Fakultas Teknik Universitas Riau yang menampilkan tentang sistem pemantau traffic kapal, jenis dan sifat material yang dipindahkan oleh kapal di Selat Melaka. Pengenalan sistem ini dilanjutkan dengan kerja sama antara “Ocari dan Universitas Riau” untuk membangun instalasi tower di lokasi Kampus Universitas Riau, di Dumai.

Selanjutnya pada tahun 2019, Prof Jaswar Koto menggunakan sistem AI dalam mengerjakan proyek bersama Kementerian Kelautan dalam pembuatan alat pemantau kapal, mengetahui jenis ikan, dan tonase ikan yang ditangkap oleh kapal nelayan. Proyek ini dikenal dengan nama “Bahari”, dan dikerjakan di Universitas Riau dengan melibatkan dosen Teknik Elektro yaitu Rahayul Amri, ST., MT, dosen Teknik Mesin yaitu Dr. M.Dalil, dan Dr. Dodi Sofyan Arief. Dengan alat Bahari tersebut, pemilik usaha kapal, pengusaha ikan ataupun pihak berwenang atau pemerintah akan dapat langsung memantau dan memperkirakan jumlah ikan yang diperoleh beserta nama dan jenis ikan yang ditangkap beserta nilai rupiahnya.

Selanjutnya, pada tahun 2024, di Teknik Mesin, Universitas Riau (Unri), mulai diterapkan sistem pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE dalam pembelajaran mata kuliah Pemilihan Bahan & Proses dan Kelelahan Material. Sistem pembelajaran yang digunakan adalah gabungan antara pemberian teori di kelas dengan tatap muka dan pelaksanaan Kuis, Tugas, UTS dan UAS dengan sistem AI. Dengan sistem ini membantu mahasiswa dan dosen dalam hal sebagai berikut:

* Dosen dapat lebih cepat mengeluarkan nilai di akhir semester dengan peserta kelas berapapun jumlahnya. Mahasiswa lebih cepat mengetahui nilai matakuliah yang diikutinya dan pihak administrasi perkuliahan atau program studi tidak lagi disibukkan dengan keterlambatan nilai yang mengganggu terhadap kegiatan lain terhadap mahasiswa seperti evaluasi terhadap mahasiswa diakhir semester, pengajuan proposal penelitian mahasiswa, pelaksanaan ujian atau sidang dan keperluan lain dari mahasiswa yang berhubungan dengan transkrip nilai.

* Pemberian nilai terhadap mahasiswa lebih objektif dan adil, karena konsistensi AI dalam memeriksa soal terutama soal essay yang menjadi kendala bagi dosen, dimana dosen umumnya mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi disebabkan keterbatasan fokus menilai karena kelelahan dan gangguan kegiatan lain yang mendadak harus dilakukan.

* Penilaian lebih detail dengan diketahuinya waktu yang dibutuhkan oleh seorang mahasiswa dalam menyelesaikan satu satuan soal, dan pengulangan yang dilakukan sehingga dosen dapat memberikan penilaian tambahan sebagai hasil analisa terhadap kemampuan mahasiswa dan dapat memberikan peringkat diantara mahasiswa dengan lebih baik.

* Dengan penilaian berbasis AI akan terlihat mahasiswa yang bekerja keras, punya motivasi dan kedisplinan yang baik karena terdeteksi kapan waktu pengerjaan soal oleh mahasiswa, lama pengerjaan dan berapa kali pengulangan dalam mengerjakan satu soal serta nilai jawaban dari keseluruhan soal yang menunjukkan kemampuan akademik mahasiswa.

* Mahasiswa mempunyai peluang yang sangat besar untuk memperoleh nilai sempurna, karena mahasiswa dapat melakukan pengulangan dalam menjawab soal. Sehingga optimisme mahasiswa meningkat dalam mengikuti perkuliahan dibandingkan dengan perkuliahan konvensional yang menerapkan system penilaian acuan patokan (PAP) dan penilaian acuan normal (PAN) yang membuat peluang mahasiswa sangat kecil untuk memperoleh nilai sempurna untuk keseluruhan mahasiswa, hanya sebagian saja yang akan memperoleh nilai sempurna. Karena biasanya dosen tetap akan memberikan nilai bervariasi dari A,B,C,D dan E. Dengan adanya peluang mengulang, mahasiswa juga akan belajar secara berulang, sehingga materi kuliah yang dipelajari akan teringat lebih baik, lebih hafal, lebih paham, materi kuliah semakin tertanam atau terpatri dengan baik dalam diri mahasiswa dan menjadikan seorang mahasiswa jauh lebih mampu, paham dan sukses mengikuti perkuliahan dibandingkan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan konvensional dengan hanya satu kali belajar untuk mengikuti ujian di satu sesi waktu yang terbatas.

Dengan sistem perkuliahan hybrid-AI, yang diterapkan di Universitas Riau sangat menguntungkan dalam beberapa hal: yaitu,
– Penggunaan alat tulis dan kertas sudah tidak diperlukan lagi untuk kegiatan Tugas, UTS, UAS, sehingga menghemat biaya pengadaan kertas dan alat tulis.
– Tidak lagi melibatkan dosen, pegawai atau teknisi laboratorium sebagai pengawas ujian UTS dan UAS, dan menghemat biaya tambahan honor pengawas ujian dan konsumsi.
– Tidak perlu lagi repot menyiapkan ruang kelas untuk ujian.
– Tidak perlu lagi menambah waktu ujian 2 minggu untuk UTS, 2 minggu untuk UAS, dan 2 minggu untuk waktu pemeriksaan ujian sampai keluar nilai, sehingga menghemat waktu perkuliahan keseluruhan dalam satu semester dari 20 minggu menjadi 14 minggu. Pimpinan program studi hanya perlu mengatur jadwal kegiatan tatap muka teori di kelas dalam waktu 14 minggu saja. Dengan demikian dosen dan mahasiswa dapat mengerjakan penelitian, pengabdian masyarakat, mengerjakan tugas akhir, menulis skripsi, kerja praktek di industry dan lainnya dengan tambahan 6 minggu akibat penggunaan sistem AI.
– Terjadi penghematan biaya operasional pendidikan, dengan hanya mengeluarkan biaya Rp10.000/mhs/semester, tentu jauh lebih rendah dibandingkan biaya pengadaan alat tulis, perawatan gedung, AC, listrik, honor pengawas ujian,

Berikut Link tentang testimoni penggunaan AI dari mahasiswa dan dosen; https://drive.google.com/file/d/1voaWkw4NzBzbZJ5ADpO3jke5wZku8qLf/view.

4. Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru (STT Pekanbaru)

Teknik Mesin, STT Pekanbaru juga telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE dalam pembelajaran pada mata kuliah Kontrol Kualitas, Mesin Konversi Energi, Sistem Pembangkit Tenaga, Perencanaan Jig & Ficture dan Teknik Perawatan, Link berikut ini menampilkan testimoni dari pimpinan [Ir. Syafril Syafar M.T dan Rinaldi, S.Pd, M.T], dosen [Abdul Khair Junaidi S.T.,M.Eng] dan mahasiswa yang telah menggunakan sistem pembelaajaran tersebut; https://drive.google.com/file/d/1FdpUU_9mdc7uiAtGcj75YvRPVMC4_o7l/view.

5. Universitas Ibnu Sina [UIS] Batam

Di tahun 2025, Teknik Industri, Universitas Ibnu Sina [UIS] Batam, sedang melakukan uji coba penerapan sistem pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE untuk matakuliah Perencanaan & Pengendalian Produksi yang diikuti oleh 23 orang mahasiswa dibawah bimbingan Ir. Sanusi, S.T., M.Eng., P. hD., IPM.

6. Institut Media Digital Emtek [IMDE] DKI Jakarta

Tahun 2025, Produksi Media, Institut Media Digital Emtek [IMDE] DKI Jakarta juga sedang melakukan uji coba penerapan sistem pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE untuk matakuliah Manajemen Penyiaran TV yang diikuti oleh 27 orang mahasiswa dibawah bimbingan Ir. Ciptono Setyobudi, SE., MT.

publikasi-publikasi: 

https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-5919048/biaya-operasional-ptn-vs-pt-kementerian-lain-lebih-tinggi-yang-manah

https://spma.gunadarma.ac.id/wp-content/uploads/2010/06/31.-Standar-Pembiayaan-Pembelajaran.pdf

**

Check Also

Satpol PP dan DLHK Banyak Temuai Pck Up Angkut Sampah Liar

Kepala  Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto (kiri,ed)  bersama Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *