
Peserta seminar usai menggelar acara di FEIS UIN Suska Riau.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Tata kelola organisasi mahasiswa yang profesional dan sesuai regulasi menjadi fokus utama dalam Seminar “Tata Kelola Organisasi Mahasiswa” yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS), UIN Suska Riau, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Program Alumni Mengajar dan Kepaniteraan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FEIS tersebut menghadirkan alumni FEIS, Farhan, S.E., M.M., CRBD., CIRBD., sebagai narasumber utama.
Seminar ini diselenggarakan sebagai respons atas berbagai fenomena yang berkembang di sejumlah organisasi mahasiswa tingkat jurusan yang dinilai mulai menjalankan program kerja di luar fungsi dan ranah akademiknya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengaburkan arah gerakan organisasi sekaligus mengurangi efektivitas peran masing-masing lembaga kemahasiswaan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yoaramadhanni Sumual, mengatakan program Alumni Mengajar merupakan inisiatif Ikatan Alumni (IKA) FEIS yang bertujuan menghadirkan alumni untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan pengetahuan kepada mahasiswa.
“Acara Alumni Mengajar ini diselenggarakan oleh IKA Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Para alumni hebat FEIS kembali ke kampus sebagai narasumber untuk memberikan ilmu, wawasan, dan materi yang sangat berguna bagi mahasiswa, baik untuk kehidupan kampus maupun dunia kerja di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan frekuensi satu kali setiap bulan.
“Insya Allah kegiatan ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan satu kali dalam sebulan dengan total 10 materi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa FEIS,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEIS periode 2026, Arya Yoga Pratama, menilai seminar tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman para pengurus organisasi mahasiswa mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing lembaga.
Menurutnya, masih terdapat organisasi mahasiswa yang mengalami krisis identitas fungsional akibat belum dipahaminya secara utuh arah gerakan organisasi serta dasar-dasar berorganisasi.
“Kegiatan ini sangat penting karena kondisi internal beberapa organisasi mahasiswa saat ini masih mengalami krisis identitas fungsional. Tidak sedikit pimpinan lembaga yang belum memahami secara utuh arah gerakan organisasi serta landasan dalam berorganisasi,” kata Arya.
Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi seluruh pengurus organisasi mahasiswa agar mampu menjalankan organisasi secara profesional dan sesuai regulasi.
“Seminar ini menjadi langkah awal untuk menata kembali organisasi agar berjalan sebagaimana mestinya dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Farhan menjelaskan bahwa regulasi terbaru telah mengatur pembagian peran organisasi kemahasiswaan secara lebih jelas. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), kata dia, diarahkan untuk fokus pada pengembangan potensi akademik mahasiswa di tingkat program studi.
Sementara itu, aktivitas pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa menjadi ruang gerak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun Unit Kegiatan Khusus (UKK).
Selain menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, Farhan juga mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa merupakan wadah pembelajaran kepemimpinan dan manajemen yang akan menjadi bekal penting di dunia kerja.
“Kemampuan mengelola organisasi, memahami regulasi, menyelesaikan konflik, dan bekerja dalam tim merupakan nilai tambah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja setelah lulus nanti,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, para fungsionaris dan pengurus organisasi mahasiswa di lingkungan FEIS diharapkan mampu melakukan pembenahan internal, memperkuat tata kelola organisasi, serta menjalankan roda organisasi secara lebih terarah, profesional, dan selaras dengan ketentuan yang berlaku. (irg/adn)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU