
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, M.S. meluncurkan SKN.
YOGYAKARTA (Khabarmetro.com) – Sekolah Kopi Nusantara (SKN) resmi diluncurkan di Yogyakarta sebagai pusat pendidikan dan pengembangan kompetensi perkopian dari hulu hingga hilir. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten sekaligus memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Peluncuran dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, M.S., yang juga menjabat sebagai Pembina Dewan Kopi Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Kopi Provinsi Bengkulu sekaligus pendiri Pak Sahid Coffee, Adi Sahid, turut mendampingi Menteri Rachmat Pambudy dalam prosesi penyambutan dan peresmian Sekolah Kopi Nusantara di kampus Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.
Prosesi peluncuran diawali dengan atraksi pencak silat di depan Graha Instiper Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan acara peresmian di dalam aula. Secara simbolis, Menteri Rachmat Pambudy menuangkan biji kopi ke dalam mesin grinder sebagai tanda dimulainya operasional Sekolah Kopi Nusantara.
Penuangan biji kopi tersebut dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan Dewan Kopi Indonesia dalam mengawal masa depan komoditas kopi Nusantara.
Perkebunan Penopang Ekonomi Nasional
Dalam sambutannya, Rachmat Pambudy menegaskan sektor perkebunan dan kehutanan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Menurutnya, sektor perkebunan menjadi penyumbang devisa, membuka lapangan kerja, serta menjadi penggerak perekonomian masyarakat hingga ke pelosok daerah. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kopi Indonesia.
Sekolah Kopi Nusantara dirancang dengan konsep pendidikan adaptif yang menghubungkan jalur pendidikan nonformal dan formal melalui skema Recognition of Prior Learning (RPL).
Bagi masyarakat maupun praktisi kopi, tersedia berbagai program pelatihan fleksibel, seperti Micro Skill Program, Applied Coffee Skills, hingga Professional Coffee Academy.
Dominan Praktik, Siapkan Tenaga Profesional
Keunggulan Sekolah Kopi Nusantara terletak pada kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dengan komposisi 25 persen teori dan 75 persen praktik.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dipersiapkan menjadi tenaga profesional mulai dari operator, supervisor, analis, hingga pelaku bisnis kopi berkelanjutan.
Materi pembelajaran mencakup budidaya kopi, teknik panen, pengolahan pascapanen, roasting, brewing, keterampilan barista, hingga analisis rantai nilai bisnis kopi secara menyeluruh.
Sekolah Kopi Nusantara diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan bersertifikat, tetapi juga mencetak inovator muda yang mampu membawa kopi Indonesia semakin dikenal di panggung dunia.

Sampaikan Harapan untuk Bengkulu
Usai peluncuran, Adi Sahid menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Sekolah Kopi Nusantara sebagai pusat pendidikan perkopian nasional.
Ia berharap konsep pendidikan tersebut ke depan dapat dikembangkan di Provinsi Bengkulu yang memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kopi.
“Dewan Kopi Provinsi Bengkulu siap mendukung pembangunan Sekolah Kopi Nusantara. Kami berharap ke depan pusat pendidikan perkopian seperti ini juga dapat hadir di Bengkulu agar memberikan manfaat bagi petani dan generasi muda,” ujar Adi Sahid.
Menurutnya, penguatan pendidikan dan keterampilan menjadi kunci agar daerah penghasil kopi tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui industri kopi yang berkelanjutan. (nas/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU