Minggu , 26 April 2026

Puluhan Peserta PPSW Rintis Ikuti Pelatihan Digital Aplikasi Tiktok

 

Sekretaris Eksektif PPSW, Fitri Sunarti (dua dari kiri) pada acara pelatihan edukasi digital, Senin (1/7) kemaren.

PEKANBARU– Sebanyak 40 orang terdiri kaum perempuan dari Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Kelurahan Rintis Kecamatan Puluh Kota Pekanbaru, Senin (1/7) mengikuti Pelatihan edukasi literasi digital dari aplikasi Tiktok. Tidak itu saja, peserta juga akan didampingi dalam cara pengembangan usaha dan cara berpromosi tentang produk yang dihasilkan.

Pelatihan yang digagas PPSW pusat bekerjasama PPSW Riau terlaksana berkat dukungan dari tiktok bite danc itu mendapat sambutan antusias. Selain dihadiri peserta pemanfaat juga dihadiri instansi terkait yang menangani pemberdayaan perempuan diantara Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Kota Pekanbaru, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi UMKM dan Disperindag Kota Pekanbaru. Dihadrapkan dengan melibatkan dan kehadiran instansi terkait, untuk penanganan permasalahan perempuan di kota Pekanbaru ini bisa dilakukan secara konfrehensif dan terpadu sehingga bisa menghasilkan pembinaan maksimal.

Sekretaris Eksekutif PPSW Pusat, Fitriani Sunarti menjelaskan PPSW adalah satu Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan-perempuan Indonesia terutama dalam meningkatkan ekonomi keluarga. sesuai dengan kondisi dan perkembangan saat ini, banyak perempuan Indonesia memiliki usaha dan karya namun sangat sulit untuk berkembang karena berbagai keterbatasan dan hambatan salah satu diantara pemasaran karena tidak begitu memahami dunia digital tempat promosi cepat dan tepat.

”Perempuan ini jumlah terbanyak di Indonesia. Makanya perannya sangat besar dalam meningkatkan ekonomi. Makanya kita sangat mengharapkan kepada perempuan Indonesia jangan batasi diri selagi bisa berkarya dan berusaha,” papar Fitriani.

Selain itu, Fitriani juga menekan, usaha eknomi dari perempuan tidak boleh dianggap sepele dan usaha sampingan tetapi usaha yang dibangun kaum ibu-ibu ini harus menjadi usaha bersama. Dengan harapan ketika ibu-ibu berusaha semua pihak dari keluarga itu harus ikut terlibat untuk memajukan usaha yang dibangun tersebut.

”Makanya semua permasalahan kita bantu ibu-ibu ini dalam mengembangkan usahanya, mulai pelatihan buat produk, kemasan, pendanaan dan cara promosi dan pemasaran sehingga dapat berdaya saing tinggi dan diterima oleh pasar dengan baik,” jelasnya.

Bahkan khusus literisasi digital ini, PPSW tidak saja mengikuti pemilik usaha saja tetapi juga melibatkan anak atau ponakannya yang paham tentang digital. ” Kita mau edukasi digital ini benar-benar bisa diterapkan dalam usaha mamajukan usaha perempuan di Pekanbaru ini. Kalau ibunya gagap teknologi, kita minta anak dan ponaknya harus ikut pelatihan ini, ” ungkapnya lagi.

Luar biasa, tambah Fitriani, dari pelatihan selama ini, sudah banyak usaha perempuan dari Pekanbaru ini dari usaha home industri atau usaha rumah tangga menjadi Usaha Mikro dan diharapkan meningkat menjadi usaha besar. Bahkan, saat ini ada beberapa produksi kaum perempuan di Pekanbaru seperti makanan, minuman, buah tangan serta alat kesehatan lainnya sudah masuk supermarket dan pusat jajanan lainnya. (aby)

Check Also

Satpol PP dan DLHK Banyak Temuai Pck Up Angkut Sampah Liar

Kepala  Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto (kiri,ed)  bersama Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *