Selasa , 28 April 2026

Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia Tinjau Pelabuhan Ikan Benoa dan Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu

Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia PRj. Haryono Maha Seri Bijawangsa saat di Pelabuhan Perikanan Benoa, Bali. 

BALI (Khabarmetro.com) – Kunjungan hari ke-2 Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia PRj. Haryono Maha Seri Bijawangsa, Senin (15/7/2024), berlanjut ke pelabuhan perikanan Benoa, Bali. Sempat juga berkunjung dan melihat langsung pusat pendidikan dan konservasi penyu.

Sebelum ke pelabuhan ikan, rombongan Presiden PRj. Haryono bertamu ke kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Rombongan disambut disambut dengan senang oleh pihak kantor.

Disini, Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia PRj. Haryono ingin mengetahui langsung proses pengelolaan pelabuhan perikanan. Termasuk soal izin-izin san pelayanan yang diberikan pihak kantor.

“Kami datang kesini untuk mengetahui dan mendapatkan informasi langsung, seperti apa pengelolaan dan kewenangan pelabuhan perikanan ini. Karena kami bersama tim berencana untuk membangun sebuah kota, namanya Kota Metropolitan Laut atau Megapolitan City Sea,” kata PRj. Haryono.

Karena itulah, dirinya datang bersama tim yang lengkap. Di antaranya Prof Jaswar Koto, ahli kelautan dari Jepang, dr Medrison dan sebagai nara hubung dosen Poltek Perikanan dan Kelautan KKP Karawang R. Moh. Ismail. Ia berharap, informasi yang diperoleh bisa pula nanti diterapkan untuk membangun Megapolitan City Sea.

Banyak informasi yang diberikan pihak PPN Pengambengan. Di antaranya, soal keberadaan pelabuhan Benoa yang pengelolaannya di bawah PPN Pengambengan.

Setiap hari, dilakukan pembongkaran ikan dalam jumlah besar dari kapal-kapal nelayan. Pelabuhan ini sehari-hari melayani kapal-kapal ikan berukuran besar.

Dan, untuk melihat langsung aktivitas di Pelabuhan Benoa, Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia dan rombongan diajak berkeliling ke pelabuhan. Di sini, Presiden PRj. Haryono melihat aktivitas bongkar ikan dari kapal ke area timbang. Ikan-ikan berukuran besar diturunkan dari kapal-kapal nelayan berukuran besar dengan menggunakan crane.

Presiden dan rombongan terlihat serius melihat aktivitas. Dan, diketahui bahwa ikan-ikan ini nantinya akan diekspor dan juga didistribusikan untuk kebutuhan dalam negeri. Saat ikan turun dengan crane, Presiden PRj. Haryono sempat pula abadikan momen bersama ikan-ikan besar yang diturunkan.

Puas dan dapat cukup informasi dari Pelabuhan Benoa, Presiden dan rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan Denpasar Selatan. Di sini ada satu lokasi yang menjadi Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu.

Setibanya di lokasi, rombongan diajak berkeliling oleh pengelola bernama Made Suganta melihat penyu-penyu yang dilestsarikan. Ada juga penyu yang sedang dirawat dalam kolam khusus, akibat sakit karena ulah manusia.

Dari kolam besar, rombongan diajak ke area penetasan telur penyu. Di sini ada penyu kecil atau tukik. Dan, ada pula kolam-kolam khusus yang disiapkan untuk merawat penyu-penyu ini. Ramai turis lokal dan luar negeri yang kesini.

Juga ada pemutaran video di sini. Dari video ini dapat dilihat upaya-upaya konservasi yang dilakukan. Dan, Presiden PRj. Haryono Maha Seri Bijawangsa sangat tertarik untuk menyontoh langkah konservasi dan pendidikan yang dilakukan di sini.

“Bangsa Orang Laut atau Suku Laut di tempat kami tentu sangat senang bisa pula nanti dibuatkan tempat konservasi seperti ini. Bagaimana penyu-penyu ini bisa kita lestarikan dan selamat dari kepunahan,” ucap PRj. Haryono. (Km1/irg)

Check Also

Riau Darurat Narkoba, Toni Werdiansyah: Kampanye Bersama, Sikat Sampai ke Akar-akarnya

Toni Werdiansyah (kanan) saat mengikuti acara bersama Kapolda Riau & Pangdam XIX/ TT. PEKANBARU (Khabarmetro.com) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *