Kamis , 6 Agustus 2026

Pemkab Rohil Kerahkan Goro Massal Tiga Hari Tekan Lonjakan DBD, Sebanyak 400 Kasus Tercatat hingga Mei 2026

Bupati Rokan Hilir Bupati Rokan Hilir H. Bistamam memimpin rapat.

BAGANSIAPIAPI (Khabarmetro.com) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menggelar gotong royong (goro) massal selama tiga hari berturut-turut sebagai langkah cepat menekan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah mencapai 400 kasus sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Kegiatan goro massal dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, kepenghuluan, serta partisipasi aktif masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan DBD yang dipimpin Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, yang dihadiri kepala OPD terkait serta unsur pimpinan kecamatan di Kecamatan Bangko, di Mess Pemda, Jalan Perwira, Bagansiapiapi, Senin (18/5/2026).

Selain goro massal, Bupati juga menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan datuk penghulu untuk kembali mengaktifkan budaya gotong royong secara rutin sedikitnya satu kali setiap pekan sebagai bagian dari gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kasus DBD saat ini terus meningkat. Kita harus melakukan langkah nyata dan konkret bagaimana kasus ini bisa dikurangi, kalau perlu dihilangkan sama sekali. Untuk itu, perlu kerja sama serta kolaborasi seluruh instansi dan lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran virus ini bisa kita putus bersama,” kata Bistamam.

Menurut Bupati, keberhasilan menekan penyebaran DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir Maria Susanti, S.Farm., Apt., M.M. mengungkapkan, hingga Mei 2026 tercatat sekitar 400 kasus DBD di Kabupaten Rokan Hilir.

Berdasarkan hasil pemetaan epidemiologi, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tanjung Medan menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi. Khusus di Kecamatan Bangko, sepanjang Mei telah ditemukan 33 kasus aktif, sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih intensif.

“Langkah konkret terdekat adalah menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti secara masif melalui goro massal tiga hari dan goro rutin mingguan. Kami optimistis langkah ini dapat meminimalisir lonjakan kasus baru secara signifikan,” ujar Maria.

Selain menggerakkan masyarakat, Pemkab Rohil juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Kementerian Kesehatan untuk memperoleh dukungan logistik serta peralatan penanganan DBD.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir telah mengajukan permohonan bantuan berbagai sarana pendukung guna meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.

“Kami terus berkoordinasi secara intens ke tingkat provinsi dan pusat untuk mengupayakan bantuan peralatan penanganan DBD yang memadai. Insyaallah, kita akan segera mendapatkan dukungan bantuan alat tersebut agar penanganan DBD di lapangan bisa lebih maksimal,” kata Maria.

Pemkab Rokan Hilir berharap gerakan gotong royong serentak dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat memutus rantai penyebaran DBD, menurunkan angka kasus baru, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit. (usm/irg)

Check Also

PTPN IV- Pemkab Rohil Perkuat Sinergi Bangun Daerah

Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles berfoto bersama dengan perwakilan Mananajemen PTPN IV Regional III …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *