Rabu , 22 April 2026

Kerja Cerdas, Hotel Resty Menara Pekanbaru Inisiasisi Penggunaan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Prof. Jaswar Koto ketika akan menaburkan pupuk kompos yang diproduksinya untuk memupum tanaman di Hotel Resty Menara.

PEKANBARU (Khabarmetro.com)- Sampah oganik justru menjadi berkah, bukan jadi masalah. Itulah yang diinisiasi oleh pihak Hotel Resty Menara, Pekanbaru, Riau. Hotel yang beralamat di Jalan Siingamangaraja ini menginisiasi penggunaan pupuk kompos yang dihasilkan dari cara cerdas, mengolah sampah organik.

Pupuk kompos dari sampah organik ini, diolah dengan teknologi pengolahan sampah terpadu-lingkungan & agrobisnis pertanian-perternakan, yang ditemukan oleh Prof. Jaswar Koto dari Ocean & Aerospace Research Institute.

Menurut Prof. Jaswar, Senin (30/3/2026), langkah brilian ini akan mengubah sisa yang terbuang menjadi nafas baru bagi kehidupan hijau, langkah kecil dari dapur berdampak besar bagi kesuburan kebun.

“Kelebihan teknologi ini dimana sampah Insya Allah, diolah menjadi serbuk pupuk dalam kurang-lebih 24 jam, sehingga tidak akan ada lagi penumpukan sampah di TPA. Hasil pengolahan pupuk kompos ini juga sudah melalui uji coba lapangan,” tulis Prof. Jaswar kepada media ini.

Ia menyebut, bahwa jika melirik lebih jauh dan lebih luas, Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah setiap tahunnya, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sebagian besar sampah tersebut, ulas Prof. Jaswar, berasal dari rumah tangga, yang menyumbang lebih dari 60% dari total volume sampah. Sisa makanan, kemasan plastik, dan sampah organik lainnya menjadi komponen utama dalam sampah rumah tangga.

Data menunjukkan sekitar 10-15% sampah saja yang berhasil terdaur ulang, 60-70% nya masih berakhir di TPA dan 15-30% nya belum terkelola. Fakta ini menunjukkan bahwa masih banyak limbah yang tidak dikelola dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan.

“Karena itu, kami menginisiasi dari skop lebih kecil dulu. Ternyata hasilnya luar biasa. Tak ada pencemaran sama sekali. Mudah-mudahan pemerintah daerah kita nanti bisa melirik dan mengaplikasi proses seperti ini. Kami siap membantu,” kata Prof. Jaswar, yang sudah hidup puluhan tahun di negeri sakura, Jepang. (rls/irg)

Check Also

Batiqa Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo “Kartini Staycation Deal” untuk Para Kartini Masa Kini

Suasana nyaman dan fasilitas lengkap di dalam Superior Room Batiqa Hotel. PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *