Sabtu , 11 Juli 2026

Kepemimpinan Wako dan Wawako Agung-Markarius “Melahirkan” Kepuasan Bagi Masyarakat Pekanbaru

Satu Persatu Program Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Terealisasi

Walikota Pekanbaru H Agung Nugroho (tengah) didampingi Wakil Walikota Markarius Anwar turun langsung ke lapangan memberikan arahan saat pengaspalan salah satu jalan di Pekanbaru, belum lama ini.

PEKANBARU (khabarmetro.com)—Kendati dalam masa krisis fiskal dan diiringi krisis global, namun Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang saat ini dipimpin Walikota Agung Nugroho dan  Wakil Walikota Markarius Anwar, Kota Pekanbaru mengalami perbaikan dan kemajuan yang luar biasa. Bukan hanya sekar “ngencap” belaka,  namun itu nyata dan kemajuan itu signifikan, terstruktur  hingga melampaui  target. 

Itulah yang menjadi pondasi untuk  melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan tidak pernah menyalahkan siapa-siapa atau bahkan pemimpin sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini “tancap gas”  terus bergerak cepat membenahi persoalan yang selama ini belum terselesai secara kongkret.

Dari evaluasi dan kajian secara konprehensif,  pasangan Agung Nugroho – Markarius Anwar ini, diawal kepemimpinannya membenahi persoalan mendasar, mulai dari persoalan sampah, banjir, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat. Luar biasa.

Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, seperti penurunan tarif parkir kendaraan bermotor.  Dari Rp2.000 untuk kendaraan roda dua menjadi Rp1.000,-. Begitu pun parkir untuk mobil dari Rp3.000 diturunkan menjadi Rp2.000. Ini menyentuh dan membantu masyarakat kecil yang ekonominya pas-pasan.

Walikota Pekanbaru Agung Nurgroho.

Seperti penanganan lingkungan dan sampah. Saat ini, pengelolaan sampah diklaim mengalami perbaikan signifikan dengan 80% masalah terselesaikan melalui pemberdayaan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan di Pekanbaru. Selain itu, mulai dikembangkan proyek waste to energy (WTE) sebagai solusi modern menuju Kota Besar yang berperadaban.

Begitu juga penanganan banjir, pasangan AMAN ini sudah melakukan intervensi di 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 km, serta perbaikan drainase sepanjang 109,5 km. Anggaran sekitar Rp100 miliar dialokasikan khusus untuk pembenahan sistem drainase terintegrasi.

Kemudian dilanjutkan pendidikan, Pemko Pekanbaru sudah meluncurkan program Zero Putus Sekolah yang menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.  Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah.

Selain itu, guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun Pemerintah Kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.

Dibidang kesehatan dan sosial, Pemko Pekanbaru bersama dan menyukseskan program pusat menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 27 dapur umum dan program pemeriksaan kesehatan gratis yang menyentuh ribuan keluarga.

Ekonomi dan  Tata Kelola: pasangan duet AMAN ini berhasil melunasi utang warisan daerah senilai Rp467 miliar, kemudian dilanjutkan membentuk 83 Koperasi Merah Putih, serta mempercepat layanan perizinan gedung (PBG) menjadi hanya satu jam.

Makannya tidak heran, Kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan AMAN meraih prestasi yang gemilang dan berhasil membawa Agung Nugroho meraih penghargaan Peringkat Dua Nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting. Secara makro, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pekanbaru juga meningkat menjadi 84,91 pada tahun 2025.

Di sisi lain, iklim investasi di Pekanbaru menunjukkan tren positif. Realisasi investasi hingga triwulan III tahun 2026 mencapai Rp8,6 triliun atau melampaui target pemerintah pusat maupun target Pemko Pekanbaru.

“Setiap investasi yang masuk adalah napas baru bagi penciptaan lapangan kerja dan masa depan anak-anak kita,” ujar Agung.

Kemudahan perizinan juga terus dilakukan. Khusus  pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dulu dikenal dengan Izin Mendiri Bangunan (IMB), kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.  Namun harus  dicatat, persyaratannya harus lengkap, prosedural dan tidak melanggar hukum dengan ketentuan yang berlaku.  “Kalau itu terpenuhi semua, hanya dalam hitungan jam, PBG bisa dikeluarkan,’’ papar Agung.

Wako Agung saat memberi sambutan.

Tata Kelola Keuangan: Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan daerah senilai Rp467 miliar.

Pemerintah kota juga membayarkan tunjangan kinerja ASN selama 14 bulan penuh sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian aparatur. Tidak hanya itu, sebanyak 5.137 PPPK paruh waktu resmi dilantik untuk memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor.

Budaya, Olahraga, dan Solidaritas Sosial Terus Tumbuh

Pemerintahan Agung–Markarius juga aktif menghidupkan budaya Melayu melalui Festival Kreatif Budaya Melayu yang digelar di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi.  Festival tersebut tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM.

Di bidang olahraga, Tahun 2025  Pemko sukses menggelar Pekanbaru 10K yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Selain itu, Stadion Mini Gelora Hang Tuah di Kecamatan Kulim juga resmi dioperasikan untuk mendukung pembinaan olahraga.   Dalam bidang keagamaan, Pekanbaru sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota dan berhasil meraih Juara II MTQ tingkat Provinsi Riau.

Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Pemko Pekanbaru    meraih penghargaan nasional dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.  Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan Kota Pekanbaru semakin terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Tetapi, menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat,”  beber Agung Nugroho. (Advertorial)

Check Also

Jaksa KPK Tuntut Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Didenda Rp500 Juta dan Uang Pengganti Rp1,45 M

Gubri non aktif Abdul Wahid saat menghadiri acara sidang. PEKANBARU (khabarmetro.com)–Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *