Satu Persatu Program Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Terealisasi

Walikota Pekanbaru H Agung Nurgroho (tengah) didampingi Wakil Walikota Makarius Anwar turun langsung ke lapangan memberikan arahan dan pengawasan saat pengaspalan di salah satu jalan di Pekanbaru, belum lama ini
PEKANBARU (khabarmetro)—Kendati dalam masa krisis fiskal dan diiringi krisis global, namun Pemerintah Pekanbaru yang saat ini dipimpin Walikota Agung Nugroho dan Wakil Walikota Markarius Anwar, Kota Pekanbaru mengalami perbaikan dan kemajuan yang luar biasa. Bukan hanya sekar “ngencap” belaka, namun itu nyata dan kemajuan itu signifikan, terstruktur hingga melampaui target.
Itulah yang menjadi pondasi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan tidak pernah menyalahi siapa-siapa atau bahkan pemimpin sebelumnya– Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini “tancap Gas” terus bergerak cepat membenahi persoalan yang selama ini menjadi belum terselesaikan secara kongkrit.
Dari evaluasi dan kajian secara konfrehensif, pasangan Agung Nugroho – Makarius Anwar ini, diawal kepemimpinannya membenahi persoalan mendasar, mulai dari persoalan sampah, banjir, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat. Luar biasa.
Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, seperti : Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Dari Rp2.000 untuk kendaraan motor menjadi Rp1.000,- Begitu parker untuk mobil Rp3.000 diturunkan menjadi Rp2.000. Ini tentu menyentuh dan membantu masyarakat kecil yang ekonomi pas-pasan.

Seperti penaanganan lingkungan dan sampa, seperti terjadi lingkungan masyarakat, saat ini pengelolaan sampah diklaim mengalami perbaikan signifikan dengan 80% masalah terselesaikan melalui pemberdayaan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan di Pekanbaru. Selain itu, mulai dikembangkan proyek waste to energy (WTE) sebagai solusi modern menuju Kota Besar yang berperadaban.
Begitu juga penanganan banjir, pasangan AMAN ini sudah melakukan intervensi di 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 km, serta perbaikan drainase sepanjang 109,5 km. Anggaran sekitar Rp100 miliar dialokasikan khusus untuk pembenahan sistem drainase terintegrasi.
Kemudian dilanjutkan pendidikan, Pemko Pekanbaru sudah meluncurkan program Zero Putus Sekolah yang menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah. Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Dibidang kesehatan dan social, Pemko Pekanbaru bersama dan mensukseskan program pusat menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis melalui 27 dapur umum dan program pemeriksaan kesehatan gratis yang menyentuh ribuan keluarga.
Ekonomi dan Tata Kelola: pasangan duet AMAN ini berhasil melunasi utang warisan daerah senilai Rp467 miliar, kemudian dilanjutkan membentuk 83 Koperasi Merah Putih, serta mempercepat layanan perizinan gedung (PBG) menjadi hanya satu jam.
Makannya tidak heran, Kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan AMAN meraiah prestasi yang gemilang dan berhasil membawa Agung Nugroho meraih penghargaan Peringkat Dua Nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting. Secara makro, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pekanbaru juga meningkat menjadi 84,91 pada tahun 2025.
Di sisi lain, iklim investasi di Pekanbaru menunjukkan tren positif. Realisasi investasi hingga triwulan III tahun 2026 mencapai Rp8,6 triliun atau melampaui target pemerintah pusat maupun target Pemko Pekanbaru. “Setiap investasi yang masuk adalah napas baru bagi penciptaan lapangan kerja dan masa depan anak-anak kita,” ujar Agung.
Kemudahan perizinan juga terus dilakukan. Khusus Pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dulu dikenalIzin Mendiri Bangunan (IMB) kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Namun harus dicatat, persyaratannya harus lengkap, procedural dan tidak melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku. “Kalau itu terpenuhi semua, hanya dalam hitungan jam, PBG bisa dikeluarkan,’’ papar Agung.

Tata Kelola Keuangan Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan daerah senilai Rp467 miliar. Pemerintah kota juga membayarkan tunjangan kinerja ASN selama 14 bulan penuh sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian aparatur. Tidak hanya itu, sebanyak 5.137 PPPK paruh waktu resmi dilantik untuk memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor.
Budaya, Olahraga, dan Solidaritas Sosial Terus Tumbuh
Pemerintahan Agung–Markarius juga aktif menghidupkan budaya Melayu melalui Festival Kreatif Budaya Melayu yang digelar di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi. Festival tersebut tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM.
Di bidang olahraga, Tahun 2025 Pemko sukses menggelar Pekanbaru 10K yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Selain itu, Stadion Mini Gelora Hang Tuah di Kecamatan Kulim juga resmi dioperasikan untuk mendukung pembinaan olahraga. Dalam bidang keagamaan, Pekanbaru sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota dan berhasil meraih Juara II MTQ tingkat Provinsi Riau.
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Pemko Pekanbaru meraih penghargaan nasional dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan Kota Pekanbaru semakin terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Tetapi, menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat,” beber Agung Nugroho. (advertorial)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU