
Prof Jaswar Koto.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Beberapa kelemahan laporan project assessment secara manual pada pembelajaran berbasis proyek meliputi kesulitan dalam menentukan kriteria penilaian yang objektif, membutuhkan waktu yang lebih lama, dan potensi ketidaksetaraan dalam penilaian jika tidak ada standar yang jelas.
Untuk mengatasi kelemahan di atas, Prof Jaswar Koto dari lembaga Ocean & Aerospace Research Institute [OcARI] telah meperkenalkan satu System Project Assessment berbasis Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence diberi nama The Gen-AI Project Assessment “The Gen-AIPA”.
Menurut Prof Jaswar, K
keuntungan utama The Gen-AIPA berbanding secara cara konvensional meliputi; dapat memberikan penilaian atau evaluasi secara menyeluruh terhadap laporan proyek yang mencakup berbagai aspek seperti perencanaan, implementasi, dan hasil akhir proyek.
Tabel di bawah ini menunjukkan perbandingan “the Gen-AIPA” dengan cara manual, sebagai berikut:

Dijelaskan Prof Jaswar, “The Gen-AIPA” merupakan bagian dari the Gen-AI University, yang mana telah digunakan oleh beberapa universitas di Indonesia, seperti Program studi Teknik Perkapalan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, dan Program studi Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru [STTP].
Selain itu, juga pada Program studi Teknik Mesin Universitas Riau [UNRI], Program studi Teknik Industri Universitas Ibnu Sina [UIS] Batam, Institut Media Digital Emtek [IMDE] DKI Jakarta, Universitas Insan Cita Indonesia [UICI], Fakultas Teknik Universitas Al Hazhar Medan.
“Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan yang berlokasi di luar negeri, antara lain dari Nagano Jepang, Niigata Jepang, Kumamoto Jepang, Yokohama Jepang, Caregiver Taiwan dan Jerman,” uajr Prof Jaswar. (rls/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU