
SIAK – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 86 sukses menyelenggarakan program edukasi stunting bertajuk “Stunting Bukan Sekadar Masalah Pertumbuhan: Edukasi Gizi dan Perawatan Anak sebagai Solusi Jangka Panjang”. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Pertiwi, yang berlokasi di Dusun Pertiwi (22/08/2025) Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Stunting Bukan Sekadar Masalah Pertumbuhan: Edukasi Gizi dan Perawatan Anak sebagai Solusi Jangka Panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 1 September 2025, pukul 09:00 WIB yang dilaksanakan
Oleh Kelompok KKN MAS 86 di Desa Pertiwi. Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak balita menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Pertiwi. Stunting bukan hanya sekadar masalah tinggi badan yang kurang dari standar, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kualitas hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, penanganan stunting harus melibatkan pendekatan yang holistik, termasuk edukasi gizi dan perawatan anak yang tepat.
Mengapa Stunting perlu Mendapatkan Perhatian Khusus?
Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan anak, yaitu sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Jika masalah ini tidak segera ditangani, dampaknya akan sangat luas, mulai dari terganggunya perkembangan fisik, intelektual, hingga rentan terhadap penyakit kronis di kemudian hari. Anak yang mengalami stunting juga cenderung memiliki prestasi akademik yang rendah dan produktivitas kerja yang menurun saat dewasa.
Peran Edukasi Gizi dalam Pencegahan Stunting
Salah satu solusi jangka panjang yang efektif adalah dengan memberikan edukasi gizi kepada para orang tua dan pengasuh anak, Pemahaman tentang pentingnya asupan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, serta pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi menjadi kunci utama. Di Desa Pertiwi, Kelompok KKN MAS 86 melakukan sosialisasi dan pelatihan terkait pola makan sehat, cara memasak makanan bergizi, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit infeksi yang memperburuk kondisi gizi anak.
Perawatan Anak sebagai Bagian dari Upaya Menanggulangi Stunting.
Selain gizi, perawatan anak yang baik juga sangat menentukan. Ini meliputi imunisasi lengkap, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Kelompok KKN MAS 86 berinisiatif melakukan pendampingan kepada kader kesehatan desa dan keluarga agar selalu melakukan pemantauan dan tindakan cepat apabila ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan pada anak.
Harapan dan Komitmen Bersama
Penanggulangan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan atau pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dan penerapan pola asuh yang baik diharapkan dapat membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.
Kelompok KKN MAS 86 di Desa Pertiwi berkomitmen untuk terus mengedukasi dan memotivasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, serta mendorong partisipasi aktif dari berbagai pihak demi keberhasilan program ini.
KKN MAs Kelompok 86 mengajak media dan masyarakat untuk terus mendukung program serupa. Adapun anggota kelompok yg berkontribusi yaitu Adila Arani, Alifio Satya, Arel Rutama, Dhea Nitha Dwi Abadi, Elviza Delima Putri, Halim Prasetyo, Muhammad Richard Ginting, Nikeu Noviani, Pamela Lawreina, Sandrina Pranata Sari, Sultan Rafly .(zih)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU