
Peluncuran teknologi ternak kambing dan domba berbasis AI di Fathur Farm.
KUBANG (Khabarmetro.com) – Bertempat di Fathur Farm, Kubang, Riau, Akhir pekan lalu (25/5/2025), Teknologi Ternak Kambing & Domba Terpadu Berbasis Artificial Intelligence (AI) telah diluncurkan.
Peluncuran itu dilakukan oleh Asisten 1 Setdakab Kampar, Tengku Said Hidayat, S. STP, M. IP. Ini bertujuan, dalam upaya modernisasi sektor peternakan serta mendorong dan membantu pemerintah untuk kemandirian pangan lokal (Riau) dan nasional.
Teknologi Ternak Kambing & Domba Terpadu Berbasis Artificial Intelligence (AI) ini diciptakan oleh putra-putri terbaik dari Riau.
Produk ini tidak hanya menyoroti potensi peternakan sebagai sumber protein lokal yang strategis, tetapi juga menggagas model bisnis peternakan modern yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen pakan, pemantauan kesehatan ternak, dan distribusi produk ke pasar digital.
Teknologi Ternak Kambing & Domba Terpadu Berbasis Artificial Intelligence (AI) diciptakan oleh para peneliti dan praktisi dari berbagai ilmu sebagai berikut: Dr. H. Umar Faruq, S.Pd., M.Pd., dari Fathur Farm, Prof. Dr. Jaswar Koto, Eng, C.Eng, C.Mar.Eng dari Ocean and Aerospace Research Institute, Japan, Assoc. Prof. Dr. M. Dalil, S.T., M.T., IPU dari Universitas Riau, Assoc. Prof. Dr. Jahrizal, S.E., M.T. dari Universitas Riau, Assoc. Prof. Dr. Ir. Achmad Tavip Junaedi, M.M dan Asst. Dr. Nicholas Renaldo, S.E., M.M., CFTR dari Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, Rahyul Amri, S.T., M.T. dari dari Universitas Riau, Gusrio Tendra, S.Kom., M.Kom dari Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia dan Fariz Zulfadhli, M.B.A.
“Alhamdulillah Teknologi Ternak Kambing & Domba Terpadu Berbasis Artificial Intelligence (AI) terhubung langsung ke server secara digital, sehingga dapat memberikan informasi seperti berat, tinggi, suhu, dan serta menganalisa kehamilan kambing secara terpadu berbasis Artificial Intelligence (AI),” ujar Prof Jaswar Koto, salah seorang peneliti.

“Dengan teknologi ini, para investor dan pemilik perternak cukup melihat perkembangan ternaknya melalui handphone (HP),” tambahnya.
Program ini dapat terlaksana berkat kerjasama dengan beberapa instansi terkait seperti Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, BUMDes Pandau Jaya, dan Pesantren Al-Faruqi.
Tak hanya menarik perhatian akademisi dan pemerintah, peluncuran ini juga disambut antusiasme luar biasa dari para peternak lokal.
Banyak peternak langsung melakukan pre-order alat timbang pintar berbasis sensor AI yang mampu mencatat data bobot, suhu tubuh, dan pertumbuhan hewan secara otomatis.
Sejumlah lembaga pemerintah pun seperti BRMP telah menyampaikan minat untuk melakukan demonstrasi lapangan guna mengadopsi alat ini secara lebih luas, menjadikan Riau sebagai percontohan nasional dalam teknologi peternakan modern.
Inisiatif ini tidak hanya mencerminkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lembaga, namun juga mengukuhkan posisi Riau sebagai pusat inovasi agritech berbasis AI untuk menunjang ketahanan pangan bangsa. (rls/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU