
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita saat melihat produk kopi Kepahiang di ajang Halal Indo 2026.
TANGERANG (Khabarmetro.com) – Produk kopi kearifan lokal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mendapat perhatian dalam ajang Halal Indo 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, 23–27 September 2026. Gerai Kopi Luwak Pak Sahid atau Pak Sahid Coffee menjadi salah satu peserta pameran yang dikunjungi langsung Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Pak Sahid Coffee dalam memperkenalkan kopi khas Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, kepada pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat upaya menembus pasar internasional.
Pameran Halal Indo 2026 yang dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita itu menghadirkan ratusan peserta, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan nasional hingga perusahaan internasional yang bergerak di berbagai sektor produk halal.
Di antara peserta pameran tersebut, Pak Sahid Coffee hadir mewakili UMKM daerah dengan mengusung kopi kearifan lokal yang selama beberapa tahun terakhir terus diperjuangkan untuk dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Usai membuka pameran secara seremonial, Menteri Perindustrian menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan peserta. Salah satu stan yang disambangi adalah gerai Kopi Luwak Pak Sahid.
Founder Pak Sahid Coffee, Adi Sahid, yang menerima langsung kunjungan tersebut, memanfaatkan kesempatan itu untuk menjelaskan proses pengolahan kopi kearifan lokal yang menjadi keunggulan produk kopi Kepahiang.
Dalam perbincangan tersebut, Adi Sahid menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat terus menghidupkan kembali proses pengolahan kopi yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mengandung nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Menurutnya, proses pengolahan kopi tradisional tersebut menjadi salah satu kekuatan yang diperkenalkan kepada calon pembeli dan eksportir Eropa, terutama ketika mereka mempertanyakan pemenuhan regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).
“Kami menyampaikan kepada eksportir Eropa bahwa proses kopi kearifan lokal yang kami pertahankan telah menerapkan prinsip-prinsip yang sejalan dengan EUDR, bahkan jauh sebelum regulasi tersebut diberlakukan di Eropa,” ujar Adi Sahid.
Ia menjelaskan, cerita tentang proses pengolahan kopi yang berakar pada budaya masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kopi Kepahiang ke pasar internasional.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Melalui kerja sama dengan perusahaan eksportir, sampel kopi Kepahiang telah dikirim ke Genoa, Italia, dan mendapat respons penerimaan dari pihak penerima sampel.
Adi menilai, pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan bersama antara pelaku usaha dan masyarakat dalam mempertahankan tradisi pengolahan kopi sekaligus membuka akses pasar ekspor.
“Intinya, berkat perjuangan bersama, kopi Kepahiang akhirnya bisa menembus pasar Eropa. Kami ingin menunjukkan bahwa kopi daerah memiliki cerita, budaya, dan potensi yang dapat diterima di pasar internasional,” ungkapnya.
Adi Sahid juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Perindustrian yang telah meluangkan waktu mengunjungi stan Pak Sahid Coffee serta mendengarkan penjelasan mengenai potensi kopi dari Kabupaten Kepahiang.
Ia mengaku bersyukur karena di antara ratusan stan yang hadir, produk UMKM dari Desa Batu Bandung mendapat kesempatan untuk dikunjungi langsung oleh Menteri Perindustrian.
Bahkan, Agus Gumiwang sempat menanyakan lokasi asal produk kopi tersebut, termasuk memastikan bahwa kopi itu berasal dari Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
Bagi Adi Sahid, perhatian tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi kopi Kepahiang kepada pemerintah pusat. Ia berharap perhatian terhadap produk UMKM daerah dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan industri.
Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran berskala nasional dan internasional merupakan salah satu langkah strategis untuk memperluas pengenalan produk lokal.
“Kalau tidak ada yang mengenalkan, bagaimana orang bisa mengetahui kopi Kepahiang? Karena itu, kami terus berupaya membawa kopi daerah ke berbagai ajang agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Alumni Unri Dukung Promosi dan Pemasaran Internasional
Selain mendapat kunjungan Menteri Perindustrian, stan Pak Sahid Coffee juga dikunjungi Ikatan Alumni Universitas Riau (IKA Unri). Kunjungan tersebut menjadi istimewa karena Adi Sahid merupakan alumnus Universitas Riau.
Rombongan alumni yang berkunjung di antaranya Anggota DPD RI asal Riau, Arif Eka Saputra, serta pengusaha nasional Billy Boy.
Dalam kunjungan itu, IKA Unri menyampaikan dukungan terhadap perjuangan Adi Sahid dalam mengembangkan usaha kopi kearifan lokal Kepahiang. Dukungan tersebut tidak hanya berupa apresiasi, tetapi juga mencakup rencana membantu promosi dan pemasaran melalui jaringan alumni, baik di dalam maupun luar negeri.
Bahkan, melalui jejaring IKA Unri, Pak Sahid Coffee telah memperoleh permintaan dari sejumlah negara yang proses komunikasinya dimediasi oleh para alumni.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar baru sekaligus memperluas jangkauan pemasaran kopi Kepahiang di pasar internasional.
Bagi Adi Sahid, dukungan dari almamater menjadi dorongan tersendiri dalam memperjuangkan produk unggulan daerah. Ia berharap kolaborasi antara pelaku UMKM dan jaringan alumni dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar global.
Kehadiran Pak Sahid Coffee dalam Halal Indo 2026 pun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkenalkan kopi Kepahiang. Tidak hanya menawarkan cita rasa, produk tersebut juga membawa cerita tentang budaya, tradisi, dan perjuangan masyarakat desa dalam mempertahankan kearifan lokal.
Dengan perhatian pemerintah pusat dan dukungan jaringan alumni, Pak Sahid Coffee terus membuka peluang bagi kopi Kepahiang untuk memperluas pasar, sekaligus membawa identitas dan potensi daerah ke panggung internasional. (uli/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU