
Peserta dan tim dari APSAI Kota Pekanbaru foto bersama di sela-sela acara di SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru, Riau.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Program APSAI Goes to School yang digelar Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Pekanbaru dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 terus berlanjut. Kali ini, kegiatan menyasar orang tua siswa di SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru, Riau, Sabtu pagi (5/9/2026).
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang menyasar siswa sekolah umum melalui edukasi kesehatan, APSAI kali ini menghadirkan health talk parenting dengan tema “Menjadi Orang Tua Tangguh untuk Anak Istimewa”.
Materi disampaikan dr. Wenny Rahmalia Rizky, SpA, dari Rumah Sakit Hermina Pekanbaru. Kegiatan ini memberikan ruang bagi para orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan pemahaman mengenai cara merawat, mendampingi, serta menghadirkan dukungan terbaik bagi anak-anak istimewa.
Antusiasme para orang tua terlihat sejak awal hingga akhir acara. Mereka aktif mengikuti pemaparan dan mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait bagaimana menghadapi kebutuhan anak, pola pengasuhan, serta bagaimana menjadi orang tua yang terus hadir dan kuat mendampingi tumbuh kembang anak.
Berbagai pertanyaan tersebut dijawab secara lugas oleh dr. Wenny, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus pengalaman bagi para orang tua.
Ketua Umum APSAI Kota Pekanbaru, dr. Jimmy Kurniawan, MKK, SpOK, pada kesempatan tersebut diwakili Sekretaris Umum APSAI Khairul Amri. Turut hadir sejumlah pengurus APSAI, di antaranya dr. Yola dan Dewi Sudarwati, serta Direktur RS Hermina Pekanbaru dr. Ahmad Khotib, MARS bersama sejumlah staf.
Kepala SLB Negeri Pekanbaru, Nata, menyambut baik kehadiran APSAI. Ia mengaku senang sekolah dan para orang tua siswa mendapat kesempatan mengikuti kegiatan edukatif tersebut.

Nata juga menyampaikan terima kasih kepada APSAI yang telah memilih SLB Negeri Sri Mujinab sebagai salah satu lokasi program APSAI Goes to School.
Menurutnya, SLB tersebut sebelumnya merupakan sekolah swasta dan baru sekitar tiga tahun terakhir berstatus negeri. Pihak sekolah hingga kini terus berupaya melakukan pembenahan, termasuk melengkapi berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
Ia berharap APSAI dapat terus berkontribusi, termasuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait kebutuhan dan pengembangan SLB.
Sementara itu, Khairul Amri menjelaskan, rangkaian APSAI Goes to School merupakan bagian dari program APSAI Kota Pekanbaru dalam rangka HAN 2026.
“APSAI memiliki puluhan perusahaan yang tergabung dan siap berkolaborasi dalam dua hal utama, yakni perlindungan anak dan pemenuhan hak anak atau PHA,” kata Khairul.
Menurutnya, kegiatan Goes to School tidak sekadar menjadi agenda seremonial memperingati Hari Anak Nasional. APSAI ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung, baik melalui edukasi kesehatan, parenting maupun berbagai bentuk dukungan lainnya bagi anak dan lingkungan pendidikan.
Dua Sekolah Sebelumnya
Sebelumnya, rangkaian APSAI Goes to School telah menyambangi sejumlah sekolah di Pekanbaru. Di antaranya SMP Darma Yudha, serta SDN 05 dan SDN 16 Pekanbaru. Dalam rangkaian lainnya, APSAI juga menggelar kegiatan di SDN 06 dan SDN 15 dengan mengangkat edukasi kesehatan anak dan guru bertema “Bantuan Hidup Dasar bagi Anak dan Guru Perlu Tahu”.
Di SMP Darma Yudha, kegiatan menghadirkan edukasi kesehatan mata yang disampaikan dr. Dhana Cahyadi, SpM. Ratusan siswa dan guru mengikuti kegiatan dengan antusias, terlebih ketika sesi edukasi dikemas melalui kuis dan pemberian hadiah.

Sedangkan di SDN 06 dan SDN 15, APSAI menghadirkan dua dokter umum dari RS Aulia, Panam, untuk memberikan pemahaman mengenai bantuan hidup dasar dan langkah pertolongan awal ketika menghadapi kondisi darurat seperti seseorang yang pingsan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa APSAI berupaya menjadikan HAN 2026 sebagai momentum memperluas kolaborasi antara dunia usaha, sekolah, tenaga kesehatan, orang tua dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan ramah anak.
Khusus kegiatan di SLB Negeri Sri Mujinab, pesan yang mengemuka adalah bahwa anak istimewa membutuhkan orang tua yang juga tangguh, bukan hanya dalam memberikan perawatan, tetapi juga dalam memahami, mendampingi dan memperjuangkan pemenuhan hak mereka.
“Anak-anak istimewa juga memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan, perlindungan dan kesempatan menjadi pribadi yang berdaya. Karena itu, APSAI ingin terus hadir melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Khairul.
Kegiatan di SLB Negeri Sri Mujinab ditutup dengan suasana penuh keakraban. Bagi para orang tua, health talk tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan mendampingi anak berkebutuhan khusus perlu dijalani dengan kesabaran, pengetahuan dan dukungan bersama.
APSAI Goes to School HAN 2026 pun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap anak dapat hadir dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan mereka, dari sekolah, tenaga kesehatan, orang tua hingga dunia usaha. (uli/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU