
Peserta yang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau untuk pertama kalinya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten/kota se-Riau sejak bidang Damkar dibentuk pada 2024.
Rakor yang digelar Kamis (20/8/2026) tersebut dibuka Sekretaris BPBDPK Riau Ekadinata mewakili Kepala Pelaksana BPBDPK Riau Edy Afrizal. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penanganan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman.
Edy Afrizal menegaskan, koordinasi di tingkat kabupaten/kota menjadi kunci karena masing-masing daerah lebih memahami kondisi, potensi, serta pemetaan risiko kebakaran di wilayahnya.
“Kalau kita sifatnya mendukung dan memfasilitasi kabupaten/kota. Kita perkuat sinergi dan konsolidasi di daerah. Dengan demikian, kita bisa bergerak cepat mengatasi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Damkar BPBDPK Riau Achmad Mulyadi mengatakan, rakor tersebut diharapkan menjadi awal penguatan koordinasi berkelanjutan antara Damkar provinsi dan kabupaten/kota.
Ia meminta masing-masing daerah menindaklanjuti rakor tingkat provinsi dengan rakor di daerah untuk memperjelas tugas, fungsi dan kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setelah rakor ini, Damkar kabupaten/kota juga diharapkan melaksanakan rakor sebagai tindak lanjut untuk memperjelas kewenangan sesuai aturan,” katanya.
Rakor tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi bahan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan kinerja serta dukungan terhadap layanan pemadam kebakaran.
Kegiatan diikuti kepala dinas dan kepala pelaksana Damkar kabupaten/kota se-Riau. Dalam kesempatan tersebut, PT SAN Fire turut melakukan demonstrasi peralatan pemadam kebakaran. (kim/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU