Minggu , 9 Agustus 2026

Harga Kelapa Inhil Anjlok di Angka Rp1.800/Kg, Munawir: Mahasiswa Siap Turun ke Jalan

Tokoh muda Inhil, Munawir Mattareng.

PEKANBARU – Anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga sekitar Rp1.800 per kilogram kembali memicu perhatian publik. Mahasiswa asal Inhil dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi, Senin (10/8/2026), untuk menyuarakan keresahan petani dan mendesak pemerintah mengambil langkah nyata.

Tokoh muda Riau asal Inhil, Munawir Mattareng, menilai kondisi tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan alasan mekanisme pasar global. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan rantai perdagangan kelapa berjalan adil dan tidak merugikan petani.

“Negara harus hadir di tengah jeritan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan tata niaga berjalan sehat dan petani tidak menjadi pihak yang terus menanggung beban ketika harga jatuh,” ujar Munawir, Minggu (9/8/2026).

Ia memahami alasan perusahaan yang menyebut penurunan harga dipengaruhi lesunya pasar dunia, turunnya harga produk turunan kelapa dan melemahnya ekspor. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tetap membutuhkan respons kebijakan agar dampaknya terhadap petani tidak semakin berat.

Munawir juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang selama ini berpegang pada mekanisme pasar. Menurutnya, pemerintah masih dapat melakukan pengawasan terhadap rantai pasok untuk mencegah praktik perdagangan yang berpotensi merugikan petani.

“Jangan sampai petani hanya disuruh menerima harga pasar. Pemerintah bisa mengawasi rantai pasok dan memastikan tidak ada praktik yang merugikan petani,” tegasnya.

Desakan terhadap pemerintah ini muncul di tengah laporan bahwa harga kelapa Inhil sebelumnya berada di kisaran Rp7.000 per kilogram dan kemudian merosot hingga sekitar Rp1.800. Kondisi tersebut juga telah mendapat sorotan dari anggota DPRD Riau yang meminta pemerintah dan perusahaan pembeli mencari mekanisme harga yang lebih adil.

Aksi mahasiswa Senin mendatang diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait nasib petani sekaligus mendorong pemerintah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan duduk bersama mencari solusi terhadap persoalan harga kelapa.

Munawir menegaskan, persoalan harga kelapa bukan semata persoalan komoditas, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat Inhil yang banyak menggantungkan pendapatan dari sektor kelapa.

“Negara harus hadir untuk melindungi kesejahteraan rakyat. Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya penjelasan, tetapi langkah konkret untuk mencari solusi,” pungkasnya. (irg)

Check Also

“Coaching Clinic” PAB Digelar di Pekanbaru, Dorong Layanan Pelabuhan Makin Efisien dan Terintegrasi

Suasana saat kegiatan Coaching Clinic PAB berlangsung, yang melibatkan PT Pelindo Regional 1 Pekanbaru. PEKANBARU …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *